Pemerintah Tiongkok Melarang Lakukan Ini Saat Tahun Baru Imlek Tahun Baru Imlek (Foto: Pixabay/PublicDomainPictures)

KEMBANG api memang sangat lekat dengan masyarakat Tiongkok dalam menyambut Tahun Baru Imlek. Namun, tradisi turun temurun itu kini dilarang oleh pemerintah Tiongkok. Sebenarnya larangan ini sudah diberlakukan sejak lama, hanya saja sosialisasi masih terus dilakukan oleh pemerintah setempat.

Dilansir dari Antara, sosialisasi ini dilakukan melalui selembaran yang ada di kantor polisi. Setiap yang datang untuk berbagai urusan disodori selembar kertas itu. Bagi warga asing bertuliskan bahasa Inggris, sedangkan warga lokal menggunakan aksara Hanzi.

1. Sosialisasi dari selembaran dan SMS

Sosialisasi dilakukan dengan dua cara (Sumber: Pixabay/xiaochi1989)
Sosialisasi dilakukan dengan dua cara (Foto: Pixabay/xiaochi1989)

Di dalam selembar kertas itu ada tulisan berupa ucapan selamat Tahun Baru Imlek dan larangan menyalakan kembang api. Sosialisasi juga dilakukan oleh otoritas setempat menggunakan layanan pesan singkat (SMS) kepada pengguna telepon seluler.

"Atas nama Partai dan Pemerintah Kota Beijing, kami mengucapkan Selamat Tahun Baru (Imlek) bersama keluarga yang berbahagia. Mohon patuhi larangan dan jangan menyalakan kembang api dan petasan hingga Lingkar Lima (wilayah Kota Beijing terbagi dalam tujuh jalan lingkar) dan kawasan terlarang lainnya," demikian SMS yang diterima dari salah satu operator terbesar di Tiongkok, Minggu (3/2).

2. Demi mengurangi polusi

Demi mengurangi polusi udara, kembang api dilarang saat Tahun Baru Imlek (Sumber: Pixabay/Silentpilot)
Demi mengurangi polusi udara, kembang api dilarang saat Tahun Baru Imlek (Foto: Pixabay/Silentpilot)

Bagi yang melanggar pihak pemerintah. tidak segan-segan melakukan tindakan tegas bagi yang melanggar larangan tersebut. Selain Beijing sebagai ibu kota, larangan untuk menyalakan kembang api juga berlaku di 440 kota lainnya di seluruh daratan Tiongkok.

Meski kembang api dan petasan sangat melekat dengan budaya masyarakat Tiongkok, larangan ini bukan tampa alasan. Pihak pemerintah sedang berusaha keras mengurangi polusi yang merupakan masalah klasik bagi kota-kota besar di daratan Tiongkok.

3. Tidak kehilangan pamornya

Meski dilarang menyalakan kembang api, Imlek tidak kehilangan pamornya (Sumber: Pixabay/kikky)
Meski dilarang menyalakan kembang api, Imlek tidak kehilangan pamornya (Foto: Pixabay/kikky)

Meski tak ada kembang api, Hari Rraya Imlek di Tiongkok tidak kehilangan pamornya. Berbagai ornamen, pernak-pernik warna merah serta ucapan selamat menghiasi setiap sudut kota. Suasana di sana mirip lebaran Idul Fitri di Indonesia karena pusat perbelanjaan, baik modern maupun tradisional, dipadati pengunjung.

Platform belanja online juga tak mau kalah. Mereka menawarkan diskon besar-besaran. Hanya saja pesanan yang diterima setelah tanggal 28 Januari 2019 baru akan dikirimkan setelah tanggal 13 Februari 2019.

Kepadatan juga terjadi di stasiun, bandara dan pelabuhan laut. Banyak yang melakukan aktivitas mudik agar bisa berkumpul bersama keluarga. Kementerian Perhubungan setempat mengestimasi tiga miliar perjalanan akan terjadi di jalan raya, rel kereta api, jalur udara, dan jalur laut selama musim mudik Imlek yang dikenal dengan sebutan chunyun. (YNI)

Kredit : yani

Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH