Pemerintah Tiongkok Ancam Para Pejabatnya yang Malas dalam Perang Melawan Virus Corona Petugas medis di salah satu rumah sakit di Wuhan, China, memeriksa data medik seorang pasien 2019-nCoV. ANTARA/HO-GT/mii/pri.

MerahPutih.com - Badan pengawas antikorupsi Tiongkok menyatakan bahwa pihaknya akan menghukum para pejabat yang malas bekerja memerangi virus corona yang menyebar di seluruh negeri, pada Kamis (30/1).

Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin (CCDI) mengatakan di lamannya bahwa siapa pun yang tidak secara efektif melaksanakan instruksi Presiden Xi Jinping dalam perang melawan virus akan dihukum.

Baca Juga:

13 Warga Jepang Terinfeksi Virus Corona, Tiga Baru Pulang Evakuasi dari Wuhan

CCDI juga mengatakan akan menghukum mereka yang terlantar dalam tugas mereka dan menyalahgunakan dana penyelamatan dan material, demikian Reuters seperti dikutip dari Antara.

Suasana Kota di Provinsi Hubei, China tampak lenggang akibat dampak wabah virus Corona di negara itu.ANTARA/HO
Suasana Kota di Provinsi Hubei, China tampak lenggang akibat dampak wabah virus Corona di negara itu.ANTARA/HO

Diberitakan sebelumnya, korban tewas akibat wabah virus corona di Tiongkok bertambah 38 orang sehingga total menjadi 170 orang berdasarkan data yang dirilis pemerintah setempat Kamis (30/1) pagi.

Sebanyak 38 kasus kematian baru wabah 2019-nCoV itu terdiri dari 37 orang berasal dari Provinsi Hubei dan satu lagi dari Provinsi Sichuan.

Baca Juga:

Bill Gates Sumbang Dana Jutaan Dollar untuk Perangi Virus Corona

Sampai saat ini pula terdapat 7.736 kasus positif terkena 2019-nCoV dan 12.167 terduga serta 124 orang dinyatakan sembuh. Sebanyak 7.736 kasus positif 2019-nCoV itu termasuk 10 kasus di Hong Kong, tujuh di Makau, dan delapan di Taiwan.

Provinsi Hubei masih menjadi penyumbang terbesar dengan 4.586 kasus dan 162 meninggal dunia serta 90 orang dinyatakan sembuh.

Kota Wuhan sebagai titik episentrum wabah virus mematikan itu memberikan andil yang cukup besar dengan 2.261 kasus dan 129 tewas serta 54 sembuh. Jauh melampaui kabupaten/kota lainnya di Provinsi Hubei. (*)

Baca Juga:

Gara-Gara Virus Corona, Pabrik Tesla di Tiongkok Ditutup

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ratusan Pegawai Pabrik di Cikarang Tertular Corona, Pemerintah Singgung Minimnya Protokol Kesehatan
Indonesia
Ratusan Pegawai Pabrik di Cikarang Tertular Corona, Pemerintah Singgung Minimnya Protokol Kesehatan

Pemerintah meminta Kabupaten Bekasi untuk melakukan pendampingan kepada pihak perusahaan dalam melakukan evaluasi.

 Pemulangan Eks WNI Kombatan ISIS Sangat Berbahaya, Keamanan Harus di Atas Kemanusiaan
Indonesia
Pemulangan Eks WNI Kombatan ISIS Sangat Berbahaya, Keamanan Harus di Atas Kemanusiaan

"Saya kira ini bukan semata-mata soal kemanusiaan, tapi soal keamanan manusia, soal keamanan negara, soal keamanan masyarakat. Disini ada 250 juta manusia terancam oleh mereka kalau mereka pulang" sebut Arbi.

PKS Soroti Maraknya PHK Tenaga Kerja dan Nasib Buruh saat Pandemi Corona
Indonesia
PKS Soroti Maraknya PHK Tenaga Kerja dan Nasib Buruh saat Pandemi Corona

Fraksi PKS menegaskan komitmen menolak RUU Cipta Kerja

Mahfud MD Tegaskan Resesi dan Krisis Merupakan Dua Hal Berbeda
Indonesia
Anies Akui Sebagian Warganya Anggap Enteng COVID-19
Indonesia
Anies Akui Sebagian Warganya Anggap Enteng COVID-19

Pada akhirnya pendidikan bukan soal angka di atas kertas

1.344 Pasien COVID Masih Tinggal di RSD Wisma Atlet
Indonesia
1.344 Pasien COVID Masih Tinggal di RSD Wisma Atlet

Pasien di RSD Wisma Atlet terdiri dari 742 pria dan 603 wanita. Pasien terkonfirmasi positif sebanyak 1.344 orang, sedangkan pasien suspek 1 orang.

Rizieq Shihab Mau Pakai Monas, Begini Kata Wagub DKI
Indonesia
Rizieq Shihab Mau Pakai Monas, Begini Kata Wagub DKI

Pemprov DKI Jakarta belum mengetahui kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat akan dipakai Rizieq Shihab untuk kegiatan Reuni Akbar PA 212.

Corona Bikin Elektabilitas Prabowo Menurun
Indonesia
Corona Bikin Elektabilitas Prabowo Menurun

Terutama dalam penanganan COVID-19 yang kini sedang mendapat perhatian publik

Anies Kaji Karantina Total DKI Jakarta
Indonesia
Anies Kaji Karantina Total DKI Jakarta

"Nanti kalau sudah final, kita akan umumkan," ujar Anies

Gibran-Teguh dan Bajo Tanda Tangani Pakta Integritas Anti-Korupsi dari KPK
Indonesia
Gibran-Teguh dan Bajo Tanda Tangani Pakta Integritas Anti-Korupsi dari KPK

Penandatanganan pakta integritas tersebut dilakukan di sela webiner pembekalan pasangan calon kepala daerah oleh KPK.