Pemerintah Tingkatkan Stok Pangan Hingga 20 Persen /media/af/79/52/af7952cb107b00f1164ea7d0705d742b.png

Merahputih.com - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menegaskan bahwa ketersediaan atau stok pangan selama Ramadan hingga Idul Fitri akan ditingkatkan hingga 20 persen dari hari-hari biasa sebagai upaya mengantisipasi kenaikan harga komoditas pangan saat hari-hari besar agama.

"Ayam, telur, kami dengar ada kenaikan (harga) sedikit, kami langsung undang mitra produsen, tak ada alasan ini naik karena kita sudah over suplai. Cabai, bawang, daging, telur, minyak goreng, tak ada alasan naik karena stok kita siapkan 20 persen (lebih) dari kebutuhan hari biasa," Kata Amran di sela-sela pelantikan pejabat eselon II lingkup Kementerian Pertanian di Gedung Kementerian Pertanian Jakarta, Selasa (15/5).

Amran juga memastikan bawah stok beras saat ini aman, karena suplai beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) di atas 44 ribu ton atau hampir dua kali lipat dari standar yang diberlakukan, selain itu, saat ini panen pun masih terus berlanjut.

Berdasarkan data Kementan, ketersediaan aneka cabai dan bawang merah selama bulan Ramadan atau Mei-Juni 2018 dipastikan surplus. Cabai besar, ketersedianya pada Mei mencapai 106.242 ton, sedangkan kebutuhan hanya 97.741 ton sehingga surplus 8.501 ton. Cabai besar pada Juni pun surplus 8.004 ton karena ketersediaannya mencapai 104.935 ton sementara kebutuhan hanya 96.931 ton.

Petani sedang menjemur gabah (ANTARA FOTO/Akbar Tado)

Ketersediaan cabai rawit pada Mei dan Juni juga surplus yakni masing-masing 8.085 ton dan 8.340 ton. Ini terlihat dari ketersediaan pada Mei mencapai 83.315 ton dan Juni 84.872 ton, sedangkan kebutuhan pada Mei hanya 75.230 ton dan Juni 76.532 ton.

Bawang merah juga surplus yang mana untuk Mei, ketersediaan mencapai 127.152 ton, besarnya kebutuhan hanya 112.321 ton sehingga surplus 8.085 ton.

Begitu pun pada Juni, ketersediaan bawang merah 125.500 ton, sementara kebutuhan hanya 116.501 ton sehingga surplus 8.999 ton.

"Dengan demikian, ketersediaan bawang merah dan aneka cabai selama bulan Ramadhan aman. Tidak ada gejolak, baik pasokan maupun harga," ujar Amran dikutip Antara.

Sebagian Harga Sudah Naik

Namun, Harga berbagai komoditas pangan di pasaran Kota Jayapura, Papua, mengalami kenaikan yang bervariasi menjelang bulan Ramadan 1439 H. Beberapa pedagang baik yang berjualan di pasar pagi Paldam maupun pasar sentral Hamadi mengakui kenaikan tersebut terjadi di tingkat penyalur.

"Tidak mungkin kami pengecer yang menaikkan harga, bila dari penyalur sudah menaikan harganya," kata Endang yang sehari hari berjualan telur ayam ras di pasar Paldam.

Petani membajak lahan pertanian yang akan ditanami padi di persawahan kawasan Winongo, Kota Madiun, Jatim, Selasa (17/11). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Ia menyebut harga telur ayam ras antarpulau kini mencapai 2.200 per butir atau 65.000 per rak berisi 30 butir. Sedangkan telur ayam ras lokal dijual dengan harga 2.300 butir atau 70.000 rak. Selain harga telur, yang mengalami kenaikan yakni cabe terutama cabe besar yang kini mencapai 75.000/kg, cabe padang 70.000/kg, cabe rawit 65.000/kg. Sebelumnya lebih murah sekitar 5.000/kg.

Harga bawang merah antarpulau juga naik hingga mencapai 60.000/ kg, harga bawang merah lokal 45.000/kg, bawang putih 50.000/kg, kentang 25.000/kg, wortel lokal 30.000/kg, buncis dan kol masing masing 15.000/kg. Harga tomat 12.500/kg, jahe merah 45.000/kg, jahe 40.000/kg, jeruk manis, jeruk nipis dan jeruk ikan masing masing 20.000/kg, tahu 3.500/buah dan tempe 1.500/buah.

Harga ayam potong segar per ekornya bervariasi tergantung ukuran yakni dari 40.000/ekor hingga 65.000/ekor. Sedangkan harga hasil pertanian seperti sayur bayam, kangkung dan lainnya masih berkisar 5.000 hingga 6.000/ikat atau tumpuk. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH