Pemerintah Tidak Akan Beri Ampun Pelaku yang Ancam Bunuh Empat Tokoh Nasional Menko Pohukam Wiranto (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan pengampunan atau dispensasi khusus kepada pelaku yang mengancam membunuh empat tokoh nasional yang juga adalah pensiunan jenderal.

Menurut Wiranto, pelaku yang mengancam akan menghabiskan nyawa Gories Mere, Luhut Panjaitan, Budi Gunawan dan Wiranto itu akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Hukum tetap berjalan, ya. Hukum tidak selesai dengan memaafkan. Hukum itu ada aturan-aturan sendiri," ujar Wiranto kepada wartawan di sela-sela acara open house di rumah dinasnya di Jakarta, Rabu (5/6).

Ia berharap hukum tetap berjalan secara adil, transparan, dan jujur. Jangan pula realitas itu menimbulkan tendensi kebencian ataupun tendensi politik.

Menko Polhukam Wiranto tegaskan tidak akan beri ampun kepada pelaku pengancam bunuh empat tokoh nasional
Menko Polhukam Wiranto menegaskan pemerintah tidak akan beri ampun kepada pelaku pengancam pembunuh empat tokoh nasional dalam kerusuhan 22 Mei lalu (Foto: antaranews)

"Biarkan hukum berjalan. Negara hukum itu, siapapun yang melanggar hukum kena sanksi hukum, itu saja. Jangan dicampuri dengan masalah-masalah lain. Sekarang sedang berjalan, kok. Kalau pun ada keringanan, misalnya mentok itu diskresi dari aparat penegak hukum. Silahkan saja, tidak ada masalah," terang Wiranto.

Saat ini polisi telah menetapkan Mayjen (Purn) Kivlan Zen sebagai tersangka makar dan penyebaran berita bohong.

Sebagaimana diketahui, Kivlan Zen secara khusus diduga terkait dengan rencana pembunuhan empat tokoh nasional, termasuk Wiranto sendiri.

BACA JUGA: Ali Mochtar Ngabalin: Pertemuan AHY dan Megawati Terjadi Karena Campur Tangan Tuhan

Ketua DPR Serukan Kubu Jokowi dan Prabowo Berdamai Saat Lebaran

Mantan Panglima ABRI ini meminta biarlah proses hukum berjalan secara adil, transparan, dan jujur.

"Tidak ada tendensi kebencian, tidak ada tendensi politik, " tegasnya.

Wiranto menyebutkan proses hukum yang berjalan tidak bisa dicampuri oleh urusan lain.

"Biar aja, kalau pun aja keringanan misalnya diperbolehkan menengok rumah, itu diskresi dari aparat penegak hukum. Silahkan saja, tidak ada masalah," tutupnya.(Knu)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH