Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pemerintah Terlambat Lockdown, Pengamat: Daripada Tidak

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 30 Maret 2020
Pemerintah Terlambat Lockdown, Pengamat: Daripada Tidak

Ilustrasi: Papan pengumuman penutupan terpajang di pintu masuk kawasan taman Lapangan Banteng oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta antisipasi penyebaran virus COVID-19 (MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pengamat Sosial Universitas Indonesia (UI), Rissalwan Habdy Lubis menilai pemerintah sudah sangat terlambat bila melakukan karantina wilayah atau lockdown dalam pencegahan virus corona.

"Saya kira sudah terlambat ya sebetulnya, jadi kalau menurut saya seharusnya yang namanya lockdown karantina wilayah itu," kata Rissalwan saat dihubungi, Senin (30/3).

Baca Juga

Simak Nih! 2 Skenario Lockdown Kota Bogor

Seharusnya, kebijakan lockdown dilakukan pemerintah ketika adanya 2 orang warga Depok, Jawa Barat positif COVID-19 pada tanggal 2 maret 2020 lalu.

Pemangku kebijakan seharusnya langsung melakukan karantina wilayah, agar penyebaran virus mematikan dari kita Wuhan, Tiongkok itu tak meluas.

"Jadi harusnya seperti itu harus langsung diumumkan di lockdown di daerah daerah yang teridentifikasi," jelas dia.

Papan pengumuman penutupan terpajang di pintu masuk kawasan taman Lapangan Banteng oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait antisipasi penyebaran virus corona (COVID-19) di Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis, (19/3) (MP/Rizki Fitrianto)

Meski demikan, menurut dia, pemerintah perlu melakukan lockdown supaya penyebaran wabah COVID-19 tak menyebar luas.

"Kalau sekarang dibilang sudah terlambat, cuma lebih baik terlambat daripada tidak kan," tutup dia.

Baca Juga

Hore! 2 Warga Bogor Sembuh dari COVID-19

Adapun hingga saat ini kasus positif corona di DKI Jakarta sudah mencapai 720 pasien, dan korban meninggal dunia sebanyak 76 orang. (Asp)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan