Pemerintah Tegaskan tak Tutupi Data Penambahan Kasus COVID-19 Tim Relawan Indonesia Bersatu (RIB) menyelenggarakan "rapid test" gratis terhadap pengusaha hewan kurban. (ANTARA/HO-Humas RIB)

MerahPutih.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito memastikan tak ada upaya menutupi data dengan tidak ada lagi konferensi pers (konpers) update data COVID-19 secara harian.

Wiku menjelaskan masyarakat termasuk media bisa melihat data kasus tambahan, sembuh, meninggal, suspek dan lain-lain tentang COVID-19 bisa diakses lewat laman https://covid19.go.id/

Baca Juga

Anies: Sepanjang Juli, 6,051 Orang di Jakarta Positif COVID-19

"Data-data tersebut diumumkan jam 16.00 tergantung dari pengiriman data dari Kemenkes yang memverifikasi data nasional yang masuk," kata Wiku dalam keteranganya, Jumat (24/7).

Pemerintah juga kini tengah berupaya agar data-data tersebut bisa diakses secara real time. Namun, masih ada kendala karena harus membuat pendekatan sistem terintegrasi.

"Bahwa kami menuju memberikan data secara real time agar masyarakat bisa mengaskses langsung. Namun, demikian prosesnya memerlukan waktu yang lama. Selama 4 bulan pertama kami belum bisa mengintegrasikan menjadi satu," tutur Wiku.

Dokumen: Tangkapan layar Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof. Drh. Wiku Adisasmito dalam diskusi di Graha BNPB di Jakarta, Jumat (3/7/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)
Dokumen: Tangkapan layar Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof. Drh. Wiku Adisasmito dalam diskusi di Graha BNPB di Jakarta, Jumat (3/7/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)

Namun demikian, kata Wiku proses tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama. Bahkan selama empat bulan ini pihaknya belum mampu melakukan hal itu.

"Mengingat ada beberapa kendala di dalam business process atau proses dalam pengumpulan data dari setiap daerah dan ada proses verifikasi dari Kemenkes yang ternyata memerlukan waktu lebih lama," ucapnya.

Pasalnya dalam memverifikasi data yang ditemukan di daerah, ungkap Wiku pihaknya membutuhkan waktu untuk membuat sistem pendekatan data terintegrasi yang bisa diterima oleh berbagai pihak, termasuk juga Kemenkes.

Menurut Wiku, pemerintah berupaya agar data penanganan COVID-19 terintegrasi serta tidak berbeda antara pusat dan daerah. Oleh sebab itu, sistem pelaporan data akan terus diperbaiki ke depannya.

"Kami usaha keras agar data ini tidak berberda antara nasional dan daerah," imbuh Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UI ini.

Baca Juga

Dinkes DKI Sebut Perkantoran Jadi Klaster Penularan Corona

Sebagaimana diketahui, semenjak ditunjuk menjadi Jubir Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito tak lagi menyampaikan updata data kasus baru dan meninggal karena corona.

Padahal, sebelumnya Achmad Yurianto yang kala itu menjadi Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, selalu menyampaikan data tersebut secara verbal atau lisan. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mengira Tewas Kecelakaan, Suami Korban Dibakar di Mobil Minta Pelaku Dihukum Mati
Indonesia
Mengira Tewas Kecelakaan, Suami Korban Dibakar di Mobil Minta Pelaku Dihukum Mati

Suami Yulia (42), Achmad Yani mengapresiasi Polda Jawa Tengah dan Polres Sukoharjo yang telah menangkap Eko Praseto (30) sebagai pelaku pembunuhan berencana istrinya.

Update COVID-19 Minggu (2/8): 111.455 Positif, 68.975 Orang Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Minggu (2/8): 111.455 Positif, 68.975 Orang Sembuh

Kasus corona sendiri tersebar di 34 Provinsi Indonesia

 Nadiem Akui Pembayaran SPP Lewat GoPay Bentuk Kompetisi Dompet Digital
Indonesia
Nadiem Akui Pembayaran SPP Lewat GoPay Bentuk Kompetisi Dompet Digital

"Tidak ada kebijakan Kemendikbud sama sekali mengenai metode pembayaran. Sekolah itu bebas memilih mau dia bank apa, mau dia dompet digital apa," kata Nadiem.

Petugas Temukan Uang Rp500 Juta di KRL, KCI: Ini yang Terbesar
Indonesia
Petugas Temukan Uang Rp500 Juta di KRL, KCI: Ini yang Terbesar

Masyarakat dihebohkan dengan ditemukannya uang Rp500 juta di dalam gerbong Kereta Rel Listrik pada Senin (6/7) lalu.

Bukti Cinta ke TNI, Suku Kamoro Papua Hibahkan Tanah Adat untuk Markas Tentara
Indonesia
Bukti Cinta ke TNI, Suku Kamoro Papua Hibahkan Tanah Adat untuk Markas Tentara

Masyarakat Riau juga telah memberikan tanah guna pembangunan Kogabwilhan I

Nasabah Gagal Bayar PT MPIP Banjiri Gedung MPR/DPR dengan Karangan Bunga
Indonesia
Nasabah Gagal Bayar PT MPIP Banjiri Gedung MPR/DPR dengan Karangan Bunga

Polda Metro Jaya menyatakan sudah melakukan penyelidikan atas kasus tersebut

Cegah Virus Corona, Pemprov DKI Semprot Rumah Pemotongan Hewan dengan Disinfektan
Indonesia
Cegah Virus Corona, Pemprov DKI Semprot Rumah Pemotongan Hewan dengan Disinfektan

Penyebaran Corona sendiri ada kemiripan dengan virus SARS-CoV

 Kebijakan Work From Home dan Isu Corona Bikin Penumpang Kereta Api Anjlok Drastis
Indonesia
Kebijakan Work From Home dan Isu Corona Bikin Penumpang Kereta Api Anjlok Drastis

"Angkanya turun 27% dibanding Senin 9 Maret 2020 yang mencapai 1.009.362," kata Anne dalam keterangannya, Rabu (18/3).

Update Corona Jakarta Rabu (16/9): 58.458 Positif, 1.498 Orang Meninggal Dunia
Indonesia
Update Corona Jakarta Rabu (16/9): 58.458 Positif, 1.498 Orang Meninggal Dunia

Dengan positivity rate 13,8 persen, penambahan kasus positif per hari sebanyak 1.003 jiwa.