Pemerintah Tarik Pengungsi Rohingya Terombang-ambing di Laut Bireun Kapal pembawa pengungsi Rohingya di wilayah perairan Aceh, di Bireuen, Aceh, Minggu (26/12/2021) (ANTARA/HO/Nelayan)

MerahPutih.com - Atas nama kemanusiaan, Pemerintah Indonesia memutuskan akan menampung pengungsi Rohingya yang saat ini terapung-apung di atas kapal di lautan dekat Kabupaten Bireuen, Aceh.

Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam, Irjen Pol Armed Wijaya menegaskan, keputusan ini dibuat setelah mempertimbangkan kondisi darurat yang dialami pengungsi di atas kapal tersebut.

Baca Juga:

Dipindah ke Medan, Pengungsi Rohingya di Aceh Tinggal 10 Orang

Ia memaparkan, dari pengamatan yang dilakukan, penumpang kapal tersebut didominasi oleh perempuan dan anak-anak.

"Jumlah pasti dari pengungsi tersebut baru akan diketahui setelah pendataan lebih lanjut. Kapal pengungsi saat ini sedang berada sekitar 50 mil laut lepas pantai Bireuen dan akan ditarik ke daratan," kata Armed.

Ketua Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri (PPLN) Pusat ini, menyebutkan, pemerintah akan segera melakukan koordinasi dan penanganan pengungsi sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016.

Mengingat situasi pandemi, keseluruhan pengungsi akan menjalani screening kesehatan untuk selanjutnya akan dilakukan pendataan dan pelaksanaan protokol kesehatan bagi para pengungsi.

"Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri Kemenko Polhukam akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan terkait lainnya agar pengungsi mendapatkan penampungan, logistik dan akses kesehatan," ujarnya.

International Concern Group for Rohingyas (ICGR) meminta pemerintah untuk segera menyelamatkan pengungsi Rohingya yang masih berada di laut Kabupaten Bireuen, Aceh, apalagi banyak dari mereka adalah anak-anak.

"Kita mendesak Pemerintah Indonesia menyelamatkan pengungsi Rohingya ini, yang terombang-ambing di laut Aceh, sejak Ahad (26/12/2021)," kata Secretary General ICGR Dr M Adli Abdullah, di Banda Aceh, Rabu.

Pengungsi Rohingya di Aceh. (Foto: Antara)
Pengungsi Rohingya di Aceh. (Foto: Antara)

Adli mengatakan, 120 pengungsi Rohingya itu harus diselamatkan dengan membawa mereka ke daratan, dan jangan mengirimkan mereka kembali ke laut lepas.

"Apalagi kondisi mereka sebagian besar adalah anak anak dan perempuan, 60 wanita dan 51 anak anak. Ini persoalan hidup mati mereka," ujarnya.

Adli menegaskan, mereka harus diselamatkan dengan tujuan kemanusiaan. Bahkan, ia menerima informasi bahwa Panglima Laot Bireuen juga sedang dimintai keterangan oleh polisi.

"Mohon jangan kriminalkan nelayan dan panglima 'laot', mereka membantu ini hanya alasan kemanusiaan saja dan sesuai adat istiadat yang mereka amalkan memberi kemanusiaan bantuan bagi yang membutuhkan, " kata dosen USK Banda Aceh dikutip antara.

Baca Juga:

Indonesia Punya Kekuatan Tekan Myanmar Perjelas Nasib Muslim Rohingya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gibran Wajibkan ASN Penyintas COVID-19 Donor Plasma Konvalesen
Indonesia
Gibran Wajibkan ASN Penyintas COVID-19 Donor Plasma Konvalesen

Minimnya stok plasma konvalesen juga kerap dikeluhkan PMI Solo. Padahal, permintaan meningkat terus seiring lonjakan kasus Corona.

Menteri PPPA Soroti Kasus Kekerasan Seksual di Bandung
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Kasus Kekerasan Seksual di Bandung

Kementerian PPPA bersama perguruan tinggi pada pertengahan Desember 2021 lalu telah merilis hasil survei prevalensi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang angkanya menurun.

NasDem Puji Jokowi, Mampu Bawa Indonesia Dapat Apresiasi Negara Lain
Indonesia
NasDem Puji Jokowi, Mampu Bawa Indonesia Dapat Apresiasi Negara Lain

Presiden Joko Widodo mendapat pujian dari salah satu anggota koalisinya, yakni Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Kementerian Agama Larang Salat Idul Adha di Masjid dan Lapangan
Indonesia
Kementerian Agama Larang Salat Idul Adha di Masjid dan Lapangan

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, tak boleh ada pelaksanaan salat Idul Sdha di masjid atau lapangan pada tahun ini.

Puluhan ODGJ di Griya PMI Solo Terpapar COVID-19
Indonesia
Puluhan ODGJ di Griya PMI Solo Terpapar COVID-19

Kasus COVID-19 menyerang Griya PMI Solo, Jawa Tengah. Dari 104 penghuni sebanyak 66 orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ikut terpapar Corona.

Massa Aksi BEM SI Tiba di Gedung DPR
Indonesia
Massa Aksi BEM SI Tiba di Gedung DPR

Seribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) tiba di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/4). Mereka datang usai melakukan long march dari arah Jalan Pemuda depan Gedung TVRI.

Anak Buah Yasonna Sebut Remisi 2 Bulan buat Djoko Tjandra Sesuai Aturan
Indonesia
Anak Buah Yasonna Sebut Remisi 2 Bulan buat Djoko Tjandra Sesuai Aturan

Kabag Humas dan Protokol Ditjenpas Rika Aprianti megatakan, pemberian remisi kepada Djoko Tjandra sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Setidaknya, Djoko Tjandra telah menjalani 1/3 masa hukuman dari 2 tahun pidana penjara atas perkara cessie Bank Bali berdasarkan putusan MA tahun 2009 yang sudah dijalaninya sejak 31 Juli 2020.

[HOAKS atau FAKTA]: Video Bukti Varian Omicron Hanya Dibuat-Buat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Bukti Varian Omicron Hanya Dibuat-Buat

Sebuah akun Twitter dengan nama pengguna “PaulDoodly” mengunggah sebuah video yang menunjukkan sekelompok orang tengah mendokumentasikan sesuatu di rumah sakit.

Serapan Anggaran Pemulihan Ekonomi Tidak Bakal Capai 100 Persen
Indonesia
Serapan Anggaran Pemulihan Ekonomi Tidak Bakal Capai 100 Persen

Program PEN yang kemungkinan akan terealisasi melewati target yakni insentif usaha yang memang sudah terealisasi 99,4 persen per 19 November 2021.