Pemerintah Sepakat Tarik RUU Pemilu dari Prolegnas Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Yasonna Laoly. ANTARA/HO-Kemenkumham

MerahPutih.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly menyatakan pemerintah sepakat Revisi Undang-Undang Pemilu (RUU Pemilu) ditarik dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2021.

Pernyataan itu disampaikan Yasonna dalam rapat kerja bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/3).

Baca Juga

PAN Tetap Tolak RUU Pemilu, Ibu Kota Negara dan BPIP Masuk Prolegnas 2021

"Merespons yang disampaikan ketua dan menyikapi surat Komisi II tentang pencabutan RUU Pemilu dari daftar prioritas tahun 2021, pemerintah sepakat," kata Yasonna.

Pemerintah, kata Yasonna, juga sepakat menurunkan RUU Pemilu dari Prolegnas 2021. Yasonna beralasan, karena RUU itu sudah ditarik dari daftar Prolegnas, maka tak ada kewajiban pemerintah untuk menyampaikan evaluasi RUU tersebut.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat mengikuti rapat kerja yang dipimpin Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Agtas. ANTARA/HO-Kemkumham
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat mengikuti rapat kerja yang dipimpin Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Agtas. ANTARA/HO-Kemkumham

"Jadi kita hanya sepakat untuk yang satu itu kita drop, karena saya kira tidak perlu lagi, singkat saja, kami tidak perlu menyampaikan evaluasi seluruhnya," ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan ini menyebut pemerintah hanya sepakat untuk menarik RUU Pemilu. Sedangkan RUU lainnya, pemerintah sepakat untuk tetap dibawa ke paripurna.

"Apa yang sudah kita sepakati kita bawa ke paripurna kecuali yang satu ini," kata Yasonna. (Pon)

Baca Juga

PKS Sebut Ada Invisible Hand di Balik Penolakan RUU Pemilu

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mahasiswa Untag Ciptakan Aplikasi Portal Supermarket
Indonesia
Mahasiswa Untag Ciptakan Aplikasi Portal Supermarket

Mahasiswa Teknik Informatika Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Ilham Fikri Abdillah menciptakan aplikasi Portal Supermarket untuk mendongkrak jumlah pembeli.

Mulai Hari Ini, Wisata Batu Karas dan Ciwidey Ditutup Sementara
Indonesia
Mulai Hari Ini, Wisata Batu Karas dan Ciwidey Ditutup Sementara

Destinasi wisata di Batu Karas di Kabupaten Pangandaran ditutup untuk sementara mulai Minggu (16/5) sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Jaringan GUSDURian Desak Jokowi Kembalikan Independensi KPK
Indonesia
Jaringan GUSDURian Desak Jokowi Kembalikan Independensi KPK

Jaringan GUSDURian juga meminta pemerintah bersikap transparan agar publik tidak curiga tes wawasan kebangsaan itu hanya jadi alat menyingkirkan pegawai KPK yang berintegritas.

FPI Jadi Organisasi Terlarang, Anak Buah Prabowo Sebut Pembunuhan Demokrasi
Indonesia
FPI Jadi Organisasi Terlarang, Anak Buah Prabowo Sebut Pembunuhan Demokrasi

Fadli dikenal sebagai politikus yang dekat dengan FPI

UU Ciptaker Diharap Beri Kepastian Hukum di Tengah Regulasi yang 'Overload'
Indonesia
UU Ciptaker Diharap Beri Kepastian Hukum di Tengah Regulasi yang 'Overload'

Cipta Kerja adalah upaya penciptaan kerja melalui usaha kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah

LPSK Nilai Revisi UU ITE Sebagai Langkah Maju
Indonesia
LPSK Nilai Revisi UU ITE Sebagai Langkah Maju

"LPSK menilai saat ini adalah momentum yang tepat untuk meninjau ulang norma UU ITE," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu.

BNPT Tegaskan Keamanan Jadi Kunci Kesejahtera Rakyat Papua
Indonesia
BNPT Tegaskan Keamanan Jadi Kunci Kesejahtera Rakyat Papua

BNPT mempromosikan pendekatan yang bersifat lunak atau soft approach yang berbasiskan kesejahteraan masyaraka

Penjemputan Rizieq Shihab Rusak Fasiltas Bandara, Panitia Diminta Tanggung Jawab
Indonesia
Penjemputan Rizieq Shihab Rusak Fasiltas Bandara, Panitia Diminta Tanggung Jawab

Panitia penjemput harus bertanggung jawab memperbaiki segala kerusakan fasilitas umum di Bandara.

[Hoaks atau Fakta]: Garam dan Madu Sembuhkan Pasien COVID-19
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Garam dan Madu Sembuhkan Pasien COVID-19

Sampai detik ini tidak ada obat atau vaksin yang betul-betul efektif, karena virusnya sangat cerdik. Karena kalau ada bahan yang membahayakan dirinya maka virus akan melakukan mutasi.

Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit di 87 Kabupaten/Kota di Atas 70 Persen
Indonesia
Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit di 87 Kabupaten/Kota di Atas 70 Persen

Terlihat dari rasio keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) rumah sakit (RS) di 87 Kabupaten/Kota yang tersebar di 29 provinsi sudah di atas 70 persen.