Pemerintah Segera Buka Kembali Rumah Ibadah Tapi Ada Syaratnya Menteri Agama Fachrul Razi (Foto: antaranews)

MerahPutih.com - Menteri Agama Fachrul Razi menyebut, rumah ibadah akan dibuka secara bertahap. Hal ini terkait kebijakan pemerintah untuk memasuki tatanan kenormalan baru atau new normal.

"Kami membuat konsep umum, secara bertahap kegiatan ibadah di rumah ibadah dibuka kembali dengan menerapkan prosedur tatanan baru, new normal yang telah dinyatakan Pak Presiden pada 15 Mei 2020," kata Fachrul usai rapat kabinet, Rabu (27/5).

Baca Juga

Pagebluk COVID-19 Momentum Tepat Beli Rumah

Pembukaan rumah ibadah ini juga dinilai bisa memberi ketenangan batin bagi masyarakat di tengah pandemi saat ini.

Fachrul menegaskan rumah ibadah serta umat yang beribadah harus menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak.

Menag Fachrul Razi
Menteri Agama Fachrul Razi (kanan) saat berkunjung ke salah satu masjid di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 14-17 Desember 2019. (Kementerian Agama)

Wilayah di sekitar di rumah ibadah yang buka juga harus dipastikan aman dari COVID-19. Hal itu dibuktikan dengan rekomendasi camat setempat.

"Kenapa kami katakan di camat yang bisa rekomendasi? Karena kalau gubernur terlalu jauh di atas, sehingga kadang-kadang ada tempat yang aman, tapi oleh mereka digeneralisasikan belum aman," kata Fachrul.

Fachrul mengusulkan camat mempelajari validitas soal buka-tidaknya rumah ibadah di wilayah tersebut. Kemudian, camat konsultasi kepada bupati atau wali kota.

"Kewenangan itu kami imbau diambil tingkat kecamatan saja. Jadi forum komunikasi pimpinan kecamatan yang mempelajari validitas dari yang dianjurkan kepala desa. dilihat, kalau bisa, kemudian memang ancaman COVID-19 nya rendah, setelah ditinjau oke, camat mengeluarkan izin dengan konsultasi dulu kepada bupati," ujar mantan Wakil Panglima TNI ini.

Syarat yang harus dipenuhi lainnya adalah rumah ibadah tersebut berada di zona hijau virus Corona. Rumah ibadah ini berlaku untuk semua agama.

"Izin ini akan direvisi setiap bulan, bisa jumlahnya bertambah atau berkurang. Ternyata setelah dikasih izin, penularan COVID meningkat ya dicabut. jadi betul-betul kita buat sangat fair sekali. Kalau tidak memenuhi syarat tidak dibolehkan. Dan ini berlaku untuk semua agama," kata Fachrul.

Baca Juga

Sambut New Normal, Asosiasi Biro Travel DIY Siapkan Paket Baru Wisata

Dia menuturkan, rencana pembukaan kembali rumah ibadah ini berlaku untuk seluruh agama.

“Izin [pembukaan rumah ibadah] ini akan dievaluasi setiap bulan. Kalau kasusnya turun, maka bisa dilanjut, sedangkan yang kasusnya naik bisa dicabut izinnya,” ungkapnya. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH