Pemerintah Sebut Isu Penolakan Renovasi Gereja di Karimun Tak Separah di Medsos Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (13/2/2020). (Antara Foto/Syaiful Hakim)

MerahPutih.com - Menkopolhukam Mahfud MD menyebut kasus penolakan renovasi gereja di Karimun, Kepulauan Riau, sudah selesai.

Mahfud menjelaskan, semua pihak sudah datang ke Menteri Agama (Menag). Mereka sudah sepakat ingin menyelesaikan secara bersama-sama dan menjaga perdamaian serta kerukunan.

Baca Juga:

Pelarangan Renovasi Gereja di Karimun Bukti Kebebasan Beragama di Indonesia dalam Kondisi Buruk

"Pokoknya sudah datang ke kantor Menag tanggal 12 kemarin dan mereka sudah sepakat menjaga kondusivitas daerah sambil menunggu putusan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN)," kata Mahfud kepada wartawan, Kamis (13/2).

Demo penolakan renovasi gereja di Karimun. (Foto: instagram.com/gerejakatoliksantojoseph)
Demo penolakan renovasi gereja di Karimun. (Foto: instagram.com/gerejakatoliksantojoseph)

Dia menyebut, keributan hanya di medsos. Padahal, kondisi di lapangan sudah aman.

"Seakan-akan mau gempa bumi. Kalau enggak percaya datang saja ke sana. Tadi bahkan kami lagi bicara dikirimi dari daerah sedang ada deklarasi damai di sana antara kelompok-kelompk gereja dan kelompok-kelompok umat bersama pemda setempat dan seterusnya," tutur Mahfud MD.

Mahfud menyebut pihak gereja, bupati, hingga forum umat Islam sudah membuat kesepakatan.

Baca Juga:

Lima Tersangka Ditangkap karena Ikut Merusak Musala di Minahasa Utara

Kata dia, semua pihak sepakat menjaga kondusifitas serta menunggu proses hukum yang tengah berjalan.

"Sudah datang ke kantor Menag (Menteri Agama) tanggal 12 dan mereka sudah sepakat menjaga kondusifitas daerah sambil menunggu putusan peradilan tata usaha negara," ungkap Mahfud.

"Karena di situ semuanya sepakat kembali ke hukum dan hukum itu pangadilan," sambung dia.

Selain Tanjung Balai, Mahfud juga memastikan kasus perusakan musala di Minahasa sudah selesai. Menurut dia, semua keributan saat ini hanya terjadi di media sosial. (Knu)

Baca Juga:

Pengrusakan Musala di Minahasa Bukti Praktik 'Vigilantisme' Gerogoti Demokrasi Indonesia


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH