Pemerintah Saling Jegal, Posisi Indonesia Jadi Paling Buruk Din Syamsuddin. (MP/Fadhli)

Merahputih.com - Pemerintah Pusat perlu legawa dan berbesar hati dengan adanya upaya dari pemerintah daerah yang berusaha mengatasi penularan Virus Corona dengan ketat, apalagi di ibu kota negara.

"Kalau Pemerintah Indonesia tidak bersungguh-sungguh menanggulangi COVID, tidak kompak dan saling jegal, tidak mustahil posisi Indonesia menjadi paling buruk," ujar Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin, Senin (14/9).

Baca Juga:

PSBB Total di DKI, Warga Jakarta Dilarang Keras Kumpul Lebih dari 5 Orang

Sebab, Indonesia sekarang sudah pada urutan terburuk keempat dari bawah dalam penanggulangan COVID. "Dan, Warga Negara Indonesia akan ditolak di semua negara. Sekarang sudah di hampir 70 negara di dunia," ungkap Din.

Kebijakan Pemprov tersebut sejalan dengan arahan Presiden Jokowi sendiri bahqa Pemerintah harus mengutamakan penanggulangan kesehatan dari pada ekonomi.

Ia menyebut, sudah terbukti, masa transisi dengan pelonggaran PSBB dan roda perekonomian digerakkan, seperti pembukaan perkantoran, pusat perdagangan, pusat keramaian, termasuk sekolah.

"Ternyata mendorong terciptanya kluster baru penularan virus di perkantoran dan pusat perdagangan," tutup mantan Ketua PP Muhammadiyah ini.

Polda Metro Jaya menggelar kegiatan patroli berskala besar sebagai langkah antisipasi pencegahan corona. ANTARA/Polda Metro Jaya

Seperti diketahui, Pemerintah provinsi DKI Jakarta menerbitkan aturan baru untuk menekan penularan COVID-19 di Jakarta. Meski bertujuan untuk membatasi pergerakan masyarakat, Anies tak membuat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seketat awal masa pandemi.

Padahal, Anies awalnya mewacanakan mulai 14 September besok, PSBB akan diperketat lebih daripada ketika masa PSBB transisi. Namun ternyata dalam aturan barunya yang juga akan berlaku besok, Anies tetap melakukan sejumlah pelonggaran.

Aturan baru penerapan PSBB ini tertuang dalam Peraturan Gubernur nomor 88 tahun 2020 yang diterbitkan hari ini. Aturan ini merevisi Pergub nomor 33 tentang pelaksanaan PSBB yang sempat diberlakukan di masa awal pandemi sejak 10 April sampai bulan Juni.

"Kita memasuki fase pembatasan yang berbeda dari masa transisi kemarin," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (13/9).

"Prinsipnya dalam masa PSBB yang berlaku di Jakarta sejak tanggal 10 April dan sampai sekarang masih berstatus PSBB," tambahnya.

Baca Juga:

Jelang PSBB Total Jakarta, Tambahan Kasus COVID Capai 3.636

Dalam aturan ini, Anies hanya mengizinkan 11 sektor yang dianggap penting untuk beroperasi, sama seperti aturan PSBB awal pandemi. Namun kali ini bedanya, selain 11 sektor itu, perkantoran boleh dibuka dengan syarat maksimal kapasitas 25 persen.

"Apabila sebagian pegawai harus bekerja di kantor, maka pimpinan tempat kerja harus bisa membatasi paling banyak 25 persen pegawai berada dalam tempat kerja dalam waktu bersamaan," kata Anies. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pesan Menteri Agama di Hari Suci Nyepi 2021
Indonesia
Pesan Menteri Agama di Hari Suci Nyepi 2021

Umat Hindu dapat menggali makna terdalam yang diyakini dari peringatan Hari Suci Nyepi selama menjalani Catur Brata Penyepian; Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan.

Positivity Rate Corona 13,2 Persen, Anies: Kondisi Jakarta Mengkhawatirkan
Indonesia
Positivity Rate Corona 13,2 Persen, Anies: Kondisi Jakarta Mengkhawatirkan

Pasalnya, dalam sepekan terakhir positivity rate atau persentase kasus positif mengalami kenaikan mencapai 13,2 persen.

Politisi PDIP Kritik Ketidaktegasan Pemerintah soal Kerumunan Penyambutan Rizieq Shihab
Indonesia
Politisi PDIP Kritik Ketidaktegasan Pemerintah soal Kerumunan Penyambutan Rizieq Shihab

Kritik itu juga datang dari anggota Komisi IX DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Muchamad Nabil Haroen.

Wisata Lebaran Berujung Maut di Boyolali, Ganjar: Izinnya Dicabut Saja
Indonesia
Wisata Lebaran Berujung Maut di Boyolali, Ganjar: Izinnya Dicabut Saja

"Kalau perlu izinnya di-review atau kalau perlu izinnya dicabut saja, jika tidak peduli dengan keselamatan penumpang," kata dia.

Hiburan Malam Disebut Jadi Klaster COVID-19, Anak Buah Anies: Yang di Mana?
Indonesia
Jakpus Siapkan 148 Tempat Pengungsian Banjir di Tengah Pandemi
Indonesia
Jakpus Siapkan 148 Tempat Pengungsian Banjir di Tengah Pandemi

Jakarta Pusat telah mempersiapkan sebanyak 148 titik pengungsian sebagai antisipasi kemungkinan terburuk saat banjir.

Pemprov DKI Klaim Tak Berwenang Kembalikan Lebih Bayar Alat Damkar
Indonesia
Pemprov DKI Klaim Tak Berwenang Kembalikan Lebih Bayar Alat Damkar

Setidaknya ada empat paket pengadaan yang pembayarannya melebih nilai uang yang seharusnya disetorkan dalam laporan BPK

Polisi Dalami Pengakuan Kekasih Yodi Prabowo
Indonesia
Polisi Dalami Pengakuan Kekasih Yodi Prabowo

"Kita dalami semuanya. Tapi, belum bisa dipastikan, kita melakukan penyelidikan semuanya," jelas Yusri

Terbukti Menyuap Nurhadi, Hiendra Soenjoto Divonis 3 Tahun Penjara
Indonesia
Terbukti Menyuap Nurhadi, Hiendra Soenjoto Divonis 3 Tahun Penjara

Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto divonis 3 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 4 bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Gerombolan Anak Motor di Jakarta Pusat Dibubarkan Polisi
Indonesia
Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Gerombolan Anak Motor di Jakarta Pusat Dibubarkan Polisi

Kaposlek Sawah Besar, Kompol Eliantoro Jalmaf menuturkan, Tim Khusus Penindakan Protokol Kesehatan menemukan masih ada beberapa warga yang kebanyakan anak-anak klub motor nekat berkerumun.