Pemerintah Pusat Monitor Hitung Suara Pilkada Sumbawa Komisioner Bawaslu RI Rahmat Bagja (Boyke Ledy Watra)

MerahPutih.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memonitor intensif setiap kegiatan penyelenggara pemilu dalam Pilkada Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal tersebut diungkapkan Komisioner Bawaslu, Rahmat Bagja lantaran adanya ketegangan perhitungan suara pada Pilkada Sumbawa, yang kini memasuki tahap final. Bagja mengimbau KPUD dan Bawaslu setempat bersikap profesional dan independen dalam melakukan rekapitulasi suara.

Pilkada Sumbawa sejatinya diikuti lima pasangan calon. Namun berdasarkan data Sirekap KPU sementara, pada Sabtu (12/12) sore, tercatat dua paslon yang bersaing ketat.

Baca Juga

Menang 5 Pilkada, PDIP Ubah Peta Politik di Sultra

Paslon nomor urut 5, Syarafuddin Jarot dan Mokhlis (Jarot-Mokhlis) sementara unggul dengan 25.0 persen. Adapun paslon Mahmud Abdullah dan Dewi Noviany (Mo-Novi) menguntit dengan 24,5 persen.

Selisih perolehan suara yang sangat tipis untuk posisi pemenang Pilkada, dan ikut berlaganya adik Gubernur NTB Zulkiflimansyah ini, dikhawatirkan sejumlah pihak menimbulkan intervensi terhadap perhitungan suara.

“Kita akan mengawasi penuh itu. Jangan mudah diintervensi sama orang lain,” kata Rahmat kepada wartawan, Sabtu (12/12).

Mengenai laporan dugaan pelanggaran Pemilu di Sumbawa, Bagja juga memastikan pihaknya tetap memprosesnya. Bahkan ungkap Bagja, Bawaslu sudah mulai menyelidiki beberapa aduan, meski pencoblosan sudah berlangsung.

“Iya tetap diproses, bahkan atensi oleh Bawaslu Sumbawa. Adiknya Bang Zul kan? Jadi perhatian," katanya.

Senada dikatakan Komisioner KPU Hasyim Asyari yang juga menyoroti Pilkada Sumbawa. Menurut Hasyim jika ada laporan kesalahan data dalam rekapituliasi suara, maka keberatan atau laporan-laporan bisa langsung dikoreksi di KPU setempat dengan mekanisme yang ada.

KPU sendiri akan tetap melakukan pendampingan terhadap KPUD yang melaksanakan perhitungan dan rekapitulasi suara pilkada.

Pemantauan dilakukan baik di tingkat provinsi maupun di tingkat KPU Kota dan Kabupaten yang menggelar Pilkada. “Istilahnya bukan pemantauan tapi supervisi dan monitoring,” ujarnya saat dihubungi Sabtu (12/12).

Tak hanya Bawaslu dan KPU, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga turut memantau Pilkada serentak 2020 ini, termasuk di Sumbawa.

Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Akmal Malik menuturkan, sebagai dukungan pemerintah pusat, Kemendagri bahkan membentuk tim monitoring.

"Kita bergerak ke 32 provinsi, masing-masing provinsi ada yang personilnya 2 atau 3 orang, tugasnya adalah memastikan bahwasanya seluruh tahapan Pilkada berjalan dengan baik sesuai dengan protokol kesehatan yang disepakati bersama," jelas Akmal.

Baca Juga

Ketua DPD: Pelaksanaan Pilkada 2020 Berjalan Lancar

Akmal juga menegaskan, pihaknya memastikan petugas yang diterjunkan ke lapangan bersifat netral. Namun apabila ditemukan penyelenggara pilkada yang melakukan kecurangan, maka akan langsung ditindaknya.

“Tim melaksanakan tugasnya secara netral dan profesional, dan sekali lagi Dirjen Otda bertanggung jawab untuk memastikan apabila ada petugas yang tidak netral, kami akan melakukan klarifikasi dan investigasi terkait hal ini," imbuh Akmal. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Reaksi Prabowo Ketika Tahu Anak Emasnya Dicokok KPK
Indonesia
Reaksi Prabowo Ketika Tahu Anak Emasnya Dicokok KPK

"Arahan dari Ketua Umum untuk menunggu perkembangan lebih lanjut informasi dari KPK," kata Dasco

Jadi Inspektur Upacara HUT RI, Jokowi Pakai Baju Adat Kabupaten Timor Tengah Selatan
Indonesia
Hari Ini Bebas dari LP Sukamiskin, Diskon Remisi Nazaruddin Sampai 4 Tahun
Indonesia
Hari Ini Bebas dari LP Sukamiskin, Diskon Remisi Nazaruddin Sampai 4 Tahun

Aris mengatakan, sejatinya Nazar bebas murni pada 13 Agustus 2020.

'Physical Distancing' di Dalam Kabin Pesawat Lion Air Group
Indonesia
'Physical Distancing' di Dalam Kabin Pesawat Lion Air Group

Sistem pengaturan jarak aman, dilaksanakan melalui penyesuaian jumlah kursi berdasarkan tipe pesawat

Jokowi Minta Masyarakat yang Belum Patuh PSBB Diingatkan
Indonesia
Jokowi Minta Masyarakat yang Belum Patuh PSBB Diingatkan

Beberapa daerah melakukan isolasi mandiri

 Bisa Telan Banyak Korban Jika Pilkada Serentak Tetap Diadakan 2020
Indonesia
Bisa Telan Banyak Korban Jika Pilkada Serentak Tetap Diadakan 2020

"Sejak munculnya pandemi ini JPRR sudah mendorong pilkada kita harus diundur atau ditunda sampai 2021," tuturnya.

19 Relawan Sudah Disuntik Tes Vaksin COVID-19 di Unpad, 1 Orang Mundur
Indonesia
19 Relawan Sudah Disuntik Tes Vaksin COVID-19 di Unpad, 1 Orang Mundur

Kemarin 20 relawan dites usap, tapi yang datang 19 orang

125 Ribu Jamaah Laksanakan Umrah di Arab Saudi, Tak Ada yang Terinfeksi COVID-19
Indonesia
125 Ribu Jamaah Laksanakan Umrah di Arab Saudi, Tak Ada yang Terinfeksi COVID-19

Pelaksanaan umrah sendiri akan dimulai pada 1 November mendatang

PDIP Usulkan Pembangunan Patung Bung Karno
Indonesia
PDIP Usulkan Pembangunan Patung Bung Karno

Vina menambahkan, selain untuk melestarikan nilai sejarah bangsa, pembangunan patung Bung Karno juga sejalan dengan rencana revitalisasi gedung nasional sebagai gedung yang bersejarah.