Pemerintah Pusat Didesak Segera Produksi Massal Pendeteksi COVID-19 dan APD Petugas menggunakan APD lengkap memasuki ruang isolasi RSUD dr Iskak Tulungagung, Rabu (4/3/2020). (Antara Jatim/Destyan H. Sujarwoko)

Merahputih.com - DPR mendesak Pemerintah pusat Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Menteri Kesehatan RI, Menteri Perindustrian RI, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI untuk segera memproduksi massal alat pendeteksi COVID-29 dan alat pelindung diri (APD).

"Komisi VI, Komisi VIII, dan Komisi IX DPR RI mendesak Menristek/Kepala BRIN RI, Menteri Kesehatan RI, Menteri Perindustrian RI, dan Menteri BUMN RI, Kepala BPPT, Kepala LIPI, Kepala LAPAN dan Direktur LBM Eijkman untuk segera mempercepat realisasi produksi massal alat pendeteksi COVID-19," kata Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto dikutip Antara, Rabu (6/5).

Baca Juga

Darurat Corona Diperpanjang, KAI Siapkan Langkah Antisipasi Mudik Lebaran

Alat pendeteksi COVID-19 tersebut meliput PCR test kit, test kit berbasis RT Lamp Turbidimetri dan Kolorimetri, serta non PCR Rapid Diagnostic Kit (RDT), ventilator, mobile BSL-2 Laboratory, powered air purifying respirator, dan alat pelindung diri (APD).

Percepatan realisasi alat pendeteksi COVID-19 dan APD dalam rangka untuk mempercepat implementasi penanganan wabah COVID-19 sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Komisi VI, Komisi VIII, dan Komisi IX DPR juga mendesak Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Menteri Kesehatan, Menteri Perindustrian dan Menteri BUMN untuk meningkatkan koordinasi secara menyeluruh dan terintegrasi dalam penanganan percepatan wabah COVID-19 di Indonesia.

DPR mendorong Menristek/Kepala BRIN RI dan Menteri Kesehatan RI mengoordinasikan lembaga pemerintah nonkementerian (BPPT, LIPI dan LAPAN), Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dalam pengembangan vaksin COVID-19 menggunakan isolat virus di Indonesia, dan percepatan implementasi kandidat alternatif obat COVID-19 di antaranya uji klinis pil kina; kajian herbal fitofarmaka sebagai immunomodulator, dan terapi plasma darah konvalesen, serum dan stem cell.

DPR mendorong Menteri BUMN dan Menteri Kesehatan agar rumah sakit-rumah sakit BUMN, rumah sakit pemerintah, dan rumah sakit swasta dapat membeli dan menggunakan alat kesehatan kes hasil inovasi Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19.

Pentingnya APD bagi tenaga medis. (Foto: Pixabay/FotoshopTFS)

DPR RI mendorong Menristek/Kepala BRIN RI melalui Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 untuk melakukan penelitian yang dapat memproduksi bahan baku obat dalam negeri dalam rangka mendukung kedaulatan kemandirian dan ketahanan kesehatan.

DPR RI mendukung Menteri Kesehatan RI untuk mengurangi atau menghentikan impor alat kesehatan (alkes), sehingga dapat meningkatkan penggunaan alkes hasil produksi dalam negeri atau yang telah dihasilkan dari Program Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19.

DPR mendorong Menteri Kesehatan untuk dapat melakukan relaksasi regulasi, di antaranya kemudahan persyaratan dan protokol khusus pengujian alkes dalam rangka mempercepat pemanfaatan alkes dan produk hasil riset dan inovasi.

DPR mendorong Menteri Perindustrian untuk mendukung Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 untuk bekerja sama dengan industri mitra.

Dalam rapat itu, Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan kepada Kementerian Perindustrian untuk membantu mendorong industri mitra yang mau bekerja sama memproduksi hasil inovasi dan teknologi untuk penanganan COVID-19.

Baca Juga

PP PSBB Sudah, Kini Pemerintah Siapkan PP Larangan Mudik Lebaran

"Karena kebanyakan belum punya track record dalam bidang alat kesehatan, maka diperlukan dorongan dan 'guidance' supaya mereka lebih mau terjun di bidang alat kesehatan, dan juga tentunya izin atau peraturan yang terkait dengan industri, dan mohon kemudahan apabila ada izin atau peraturan yang mungkin masih menghambat," katanya pula.

Kepada Kementerian BUMN, Menristek Bambang menyampaikan agar rumah sakit-rumah sakit BUMN menggunakan hasil inovasi dan riset dari Konsorsium COVID-19, seperti ventilator dan alat deteksi COVID-19. (*)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Febri Diansyah Ungkap Alasan Mengundurkan Diri dari KPK
Indonesia
Febri Diansyah Ungkap Alasan Mengundurkan Diri dari KPK

Kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK setelah disahkannya revisi UU Nomor 30 tahun 2002.

Kehamilan Tidak Dikehendaki Meningkat, BKKBN Pantau Akses Kesehatan
Indonesia
Kehamilan Tidak Dikehendaki Meningkat, BKKBN Pantau Akses Kesehatan

Sebelum pandemi COVID-19, angka kehamilan yang belum atau tidak dikehendaki tersebut 17,5 persen.

Kasus Penembakan Pendeta Yeremia di Papua Masih Gelap
Indonesia
Kasus Penembakan Pendeta Yeremia di Papua Masih Gelap

Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) masih belum menetapkan tersangka tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani.

[HOAKS ATAU FAKTA]: Habib Rizieq Pulang ke Indonesia Jika Dijemput Jokowi dan Megawati
Indonesia
[HOAKS ATAU FAKTA]: Habib Rizieq Pulang ke Indonesia Jika Dijemput Jokowi dan Megawati

foto yang digunakan di klaim tersebut, salah satunya pernah dimuat di artikel berjudul “Datangi Kantor-kantor Kementerian, PA 212 Mohon Bantuan Kepulangan Habib Rizieq”

Kemarin Puncaknya, Polisi Suruh 60 Ribu Kendaraan Pemudik Putar Balik
Indonesia
Kemarin Puncaknya, Polisi Suruh 60 Ribu Kendaraan Pemudik Putar Balik

Seluruh kendaraan pribadi yang melintas dii Tol Cikarang Barat arah ke Timur langsung diputar balik

Produksi Vaksin COVID-19, Pemerintah Siapkan Rp50 Triliun di 2021
Indonesia
Produksi Vaksin COVID-19, Pemerintah Siapkan Rp50 Triliun di 2021

Kapasitas produksi pengembangan vaksin diharapkan mencapai 120 juta dosis per tahun.

Tak Mungkin Ditinggal, Dedengkot KAMI yang Diciduk Polisi Diberi Bantuan Hukum
Indonesia
Tak Mungkin Ditinggal, Dedengkot KAMI yang Diciduk Polisi Diberi Bantuan Hukum

KAMI menolak apabila alat bukti yang digunakan sebagai dalih penangkapan Syahganda Nainggolan

 Jenazah Pasien Corona Ditolak Warga, Pemprov Jatim Dapat Lahan dari Perhutani
Indonesia
Jenazah Pasien Corona Ditolak Warga, Pemprov Jatim Dapat Lahan dari Perhutani

"Saya menyampaikan bahwa isolasi itu bukan alinasi. Alinasi itu terasing, kita tidak boleh mengasingkan mereka yang sudah terkonfirmasi baik itu positif, PDP maupun ODP.

Bahas RUU Larangan Minuman Beralkohol, DPR Ingin Selamatkan Kehidupan Warga
Indonesia
Bahas RUU Larangan Minuman Beralkohol, DPR Ingin Selamatkan Kehidupan Warga

"Adanya RUU ini juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya minuman beralkohol," sebut Illiza.

[HOAKS atau FAKTA]: Wapres Ma’ruf Amin Izinkan Warga Mudik Lewat Tol Langit
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Wapres Ma’ruf Amin Izinkan Warga Mudik Lewat Tol Langit

Beredar melalui media sosial (medsos) Facebook, sebuah tangkapan layar memperlihatkan pemberitaan milik portal daring media swasta.