Pemerintah Pertimbangkan 3 Negara Bebas Visa Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli saat rapat koordinasi di Kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (21/12). (Foto: MerahPutih/Restu Fadilah)

MerahPutih Bisnis - Pemerintah akan menambahkan beberapa negara lagi yang akan bebas visa, dengan tiga negara mendapat perhatian khusus oleh pemerintah Indonesia untuk bebas visa.

Rencana yang timbul setelah bebas visa liburan untuk turis dari 90 negara, pemerintah kini menambah 84 negara lagi, dengan total 174 negara yang akan bebas visa ke Indonesia.

Di antara 84 Negara yang mendapatkan bebas visa itu, ada tiga negara yang menjadi perhatian khusus bagi pemerintah Indonesia.

"Ketiga negara itu adalah Brazil, China, dan Australia," ujar Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli di Kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin, (21/12).

Rizal mengungkapkan, bahwa tadinya hubungan Indonesia dengan Brazil sempat memanas karena adanya sedikit masalah terkait hukuman mati pada warga Brazil yang tersandung kasus narkoba di Indonesia.

"Tapi itu tadi diaporkan sudah selesai. Duta besar (Dubes) Indonesia sekarang sudah diterima dan sudah kembali resmi hubungan diplomtaik kita. Makanya kita bebaskan Brazil," jelas Rizal.

Untuk Australia, Rizal mengakui sangat sulit mencegah kencangnya arus narkoba dari negara tersebut. Namun hal sudah lumayan teratasi saat Menteri Imigrasi Australia, Menteri Perdagangan Australia, dan Dubes Australia menyambanginya.

Saat itu, Indonesia minta tiga hal. pertama Indoneisa minta agar bisa diberikan visa jangka panjang untuk pejabat-pejabat tinggi dari Indonesia. Kedua, Rizal meminta agar kalangan pembisnis yang hendak ke Australia diberikan kemudahan.

"Dan yang ketiga kami juga ingin Australia lebih mengetatkan transportasinya di pelabuhan udara dan laut soal narkoba. Kita tidak ingin ada yang bandel lagi bawa narkoba dan menggunakannya di Indonesia, lalu ketika dikenakan hukum mati kita yang disalahkan," sambung Mantan Menko Perekonomian era Gus Dur itu.

"Untuk itu, saya menyarankan agar Australia segera menerbitkan aturan yang ketat," pintanya.

Negara yang mendapatkan perhatian khusus lainnya adalah Tiongkok. Kata Rizal, Tiongkok merupakan salah satu negara terbesar yang menyelundupkan narkoba ke tanah air.

"Selain itu China ada masalah Cyber Craim juga. Untuk itu, kami akan memanggil Dubes dari China, dan kami juga meminta bantuan pak Budi Waseso, Imigrasi, dan kepolisan agar bahas hal ini," pungkas Rizal. (rfd)

 

BACA JUGA:

  1. Terkait Program Lisrik 35.000 MW, Pemerintah Diminta Jujur
  2. Sapulidi Rutin Adakan Kegiatan Bersih-bersih Rumah Ibadat
  3. BKPM: Masalah Pengupahan Harus Segera Diselesaikan
  4. Pertemuan KPPU dengan Go-Jek Hasilkan Tujuh Poin Usulan
  5. Pertemuan KPPU dengan Go-Jek Wacanakan Sistem Kuota

Tags Artikel Ini

Fadhli

LAINNYA DARI MERAH PUTIH