Pemerintah Pasangan Alat Deteksi Tsunami di Pulau Sertung Buoy, alat pendeteksi datangnya gelombang tsunami. (Foto: Pixabay)

MerahPutih.com - Rascabencana tsunami yang melanda pesisir Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam WIB. Pemerintah melalui Kementerian Kemaritiman segera memasang alat deteksi tsunami di Pulau Sertung.

"Kami akan memasang EWS di tiga pulau yang dekat dengan Gunung Anak Krakatau, di antaranya Pulau Sertung," kata Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjahitan saat meninjau posko bencana tsunami dan tempat pengusian di Mutiara Carita, Banten, Jumat (28/12).

luhut panjaitan bravo 5
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan

Pemasangan alat deteksi tsunami itu, kata dia, sebagaimana dilansir Antara, guna meminimalisasi jatuhnya korban ketika bencana terjadi.

"Sirine pada alat itu akan berbunyi ketika terjadi air pasang, maka masyarakat bisa segera mengungsi ke tempat aman untuk menghindari tsunami," katanya.

Luhut juga mengimbau masyarakat setempat agar tidak terpengaruh oleh isu hoaks terkait akan adanya gelombang tinggi, atau tsunami susulan.

"Jangan cepat termakan isu hoaks, karena akan membuat suasana tidak kondusif," ujarnya.

Masyarakat, kata dia, harus tetap tenang. Ada pemerintah dan sekarang juga ada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang terus memantau perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau.

Alat deteksi tsunami

"Semua lapisan ada, termasuk Basarnas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI/Polri, jadi jangan terpengaruh isu. Konfirmasi pada pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya," katanya.

Terkait kejadian letusan Gunung Krakatau pada 1883 terulang kembali, ia menyatakan, butuh ribuan tahun lebih untuk terjadi kembali seperti itu.

"Memang apapun bisa terjadi, tapi dari jarak tahun 1883 hingga saat ini baru berapa ratus tahun, tapi tetap kita waspada," ujarnya. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH