Pemerintah Malaysia Akan Menggaji Para Jomlo Sebesar Rp350.000 Per Bulan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (Foto: Antaranews)

MerahPutih.Com - Pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Mohamad mempunyai cara unik untuk menghibur hati para jomlo alias bujangan di negeri jiran itu.

Melalui Kementerian Keuangan, pemerintah Malaysia akan memmberikan bantuan sebesar Rp350.000 atau 100 ringgit Malaysia kepada para jomlo yang sudah tercantum dalam data yang dimiliki pemerintah.

"Kebijakan ini sesuai dengan keinginan pemerintah, yang prihatin kepada mereka, karena itu pada tahap awal mereka akan diberi RM100," ujar Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng kepada media di Putrajaya, Selasa (19/2) kemarin.

Lebih lanjut, kebijakan itu menurut Menteri Lim merupakan usulan dari Wakil Presiden Pakatan Harapan, yang juga Menteri Dalam Negeri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin.

Koalisi Pakatan Harapan mulai penuhi janji kampanye dengan menggaji para bujangan
Kampanye Koalisi Pakatan Harapan pimpinan Mahathir Mohamad (pakatanharapanpenang.com)

Bantuan untuk kaum bujangan akan dibayar pada akhir Maret 2019 dan dikirimkan langsung ke rekening bank penerima.

"Bantuan ini akan diberikan kepada lebih dari tiga juta orang dan membutuhkan anggaran RM300 juta," katanya.

Sebagaimana dilansir Antara dari Bernama, besarnya bantuan bagi bujangan selanjutnya akan dikaji lagi dan dibahas dalam rapat kabinet Pakatan Harapan.

Sebelumnya berdasarkan keputusan Kabinet pada tahun lalu, pemerintah telah menyediakan bantuan biaya hidup atau Bantuan Sara Hidup (BSH) pada tahun 2019 dengan mengutamakan keluarga. Pemerintah menyediakan tambahan mengikuti jumlah anak yang ditanggung.

PM Mahathir telah menekankan bahwa masalah tekanan biaya hidup perlu diberi perhatian bagi semua yang membutuhkan dalam waktu dekat.

"Itulah sebabnya bayaran BSH sebanyak RM300 dibayar pada 28 Januari 2019 kepada semua anggota rumah tangga yang berkeluarga sungguhpun masih berdasarkan data lama yang belum diperbarui," tegas PM Mahathir Mohamad.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Pengamat dari UIN Syarif Hidayatullah Puji Kenegarawan Jokowi Soal Salah Data



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH