Pemerintah Larang Mudik, Bus AKAP Tetap Boleh Masuk Terminal Tirtonadi Solo

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 21 April 2021
Pemerintah Larang Mudik, Bus AKAP Tetap Boleh Masuk Terminal Tirtonadi Solo
Bus AKAP masuk di Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Jawa Tengah, Selasa (20/4). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Pengelola Terminal Tipe A Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah tidak melarang Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) masuk terminal. Hal tersebut berkaitan dengan larangan mudik Lebaran diberlakukan pada 6-17 Mei mendatang.

Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto mengatakan sejauh ini belum ada larangan bus AKAP masuk terminal saat pemerintah melarang mudik pada 6-17 Mei mendatang. Menurutnya, dalam aturan tersebut yang dilarang adalah pemudik.

"Bus AKAP masih boleh masuk terminal. Yang dilarang itu pemudik," ujar Joko, Selasa (20/4).

Kondisi Terminal Tirtonadi, Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (20/4). Foto: MP/Ismail

Ia menegaskan pihaknya pun lebih memilih mengatur penumpang AKAP yang turun di terminal ketimbang penumpang turun di jalanan karena bus boleh masuk terminal. Kalau penumpang pada turun di luar terminal rawan menjadi penularan corona.

"Yang jelas kami tidak akan menolak atau melarang Bus AKAP yang hendak masuk terminal pada 6-17 Mei mendatang," ucap

Dikatakannya, bus AKAP yang datang itu akan diterima dengan mekanisme seperti biasa, hanya saja diperketat untuk pengawasan penumpangnya khususnya bagi mereka yang turun di Terminal Tirtonadi.

Ia mengatakan jika Bus AKAP menurunkan penumpang, penumpang tersebut akan diminta untuk melaksanakan tes GeNose C19untuk memastikan reaktif atau tidak.

"Pengawasan di Terminal Tirtonadi lebih ketat usai koordinasi dengan sejumlah pihak seperti kepolisian, TNI, hingga Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Solo," katanya.

Ia menambahkan untuk star pemudik di Terminal Tirtonadi Solo pada pekan kedua Ramadan belum ada. Namun demikian, antisipasi terus dilakukan supaya tidak sampai muncul klaster pemudik. (Ismail/Jawa Tengah)

#Mudik #Larangan Mudik #Terminal Tirtonadi
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Bagikan