Pemerintah Lalai, Sejumlah Perusahaan di Ambang Kebangkrutan Akibat COVID-19 Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron. Foto: DPR RI

MerahPutih.com - Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron mendesak pemerintah segera menyelamatkan perusahaan yang terkena dampak ekonomi dari pandemi COVID-19 ini.

Menurut Herman, mewabahnya virus corona ini memang berdampak terhadap ekonomi di seluruh negara, termasuk indonesia sangat terdampak.

Baca Juga

Ekonomi Suram Akibat COVID-19, Pemerintah Diminta Tunda Pembayaran Cicilan Kredit

"Melemahnya nilai tukar rupian, naiknya inflasi, dan potensi menurunya pertumbuhan ekonomi sangat berdampak terhadap pendapatan dan daya beli masyarakat," kata Herman dalam keterangannya, Senin (6/4).

Politikus Demokrat ini melanjutkan, BUMN juga terdampak dengan situasi saat ini, meski sebelum ada wabah virus corona kondisi dan performa beberapa BUMN sedang kurang baik.

Herman Khaeron
Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron

Diawal sidang masa periode ini, Menteri BUMN Erick Thohir telah menyampaikan roadmapnya di Komisi VI DPR, di mana targetnya dapat meningkatkan deviden sebesar 50% dari perolehan deviden tahun 2019.

Namun, rapat yang lalu dengan situasi ekonomi global dan nasional seperti saat ini, deviden justru akan turun sebesar 50 % dari perolehan 2019.

"Berarti hampir seluruh BUMN akan menurun pendapatannya," jelas Herman.

Baca Juga

Pemudik yang Terlanjur Pulang Kampung Wajib Isolasi Diri Selama 14 Hari

Atas situasi ini Kementrian BUMN melakukan pemetaan berdasarkan portofolio BUMN, meski dinamis hasilnya : 9,1% dipertahankan dan dikembangkan, 6,3% dilakukan transformasi, 68% melakukan konsolidasi, 8,2% diutamakan untuk pelayanan publik, dan 8,2% divestasi dan bermitra.

Artinya, lanjut Herman, akan ada perampingan BUMN agar lebih efisien dan efektif untuk memghasilkan laba.

"Selain melaksanakan penugasan pemerintah," imbuh dia.

Herman mencontohkan Bulog yang dulu survive dan memperoleh laba dengan melaksanakan penugasan Raskin/rastra, setelah berubahnya penugasan terus menurun. Dalam situasi seperti ini menghadapi tekanan hutang jangka pendek karena kekurangan kas dan inventory yang menumpuk.

"PLN juga terdampak dengan pelemahan nilai tukar rupiah dan subsidi yang naik signifikan, serta BUMN Karya yang juga akan menghadapi masalah," jelas dia.

Baca Juga

Kemenkes Bentuk Tim Untuk Tetapkan Permohonan Kepala Daerah Terkait Penerapan PSBB

Herman mendorong agar Menteri BUMN melahirkan strategi dan cara menghadapinya, serta mempersiapkan manajemen resiko.

"Termasuk melakukan mitigasi yang tepat agar bisa menjaga kinerka BUMN dan bahkan kedepan meningkatkannya," jelas anggota dewan Dapil Jawa Barat ini. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH