Pemerintah Kembangkan Bisnis Wirausaha Muda Bidang Kriya Ilustrasi industri kiya. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Pemerintah berharap semakin banyak wirausaha muda khususnya sektor industri kreatif kriya dan fesyen melalui program Creative Business Incubator dan Bali Creative Industry Center yang digagas Kementerian Perindustrian.

Pada 2019, program CBI-BCIC ini memberikan hasil yang cukup baik, melalui pendampingan bagi 20 tenant inkubator BCIC tahun sebelumnya. Empat tenant naik kelas dari skala kecil ke skala menengah dan lima tenant yang naik kelas dari skala mikro ke skala kecil serta lebih dari 50 persen tenant dapat menambah karyawan dalam rangka memperbesar kapasitas usahanya.

Pada tahun ini, Kemenperin memberikan pendampingan kepada 29 tenant inkubator sebagai lanjutan program camp inkubator tahun 2019 agar dapat naik kelas dan dapat menjadi wirausaha muda unggul.

Baca Juga:

Lima Wilayah Jakarta Zona Merah, Pakar Epidemiologi: Ga Usah Balik ke PSBB

Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) mengatakan, dalam program tersebut, pelaku industri kreatif bidang kriya dan fesyen akan diberikan pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan bisnis (scalling-up) dengan bentuk kegiatan yaitu program kelas pada tahun pertama dan pendampingan pada tahun kedua.

Ia menegaskan, saat ini tantangan masa depan generasi muda semakin berat akibat perubahan lingkungan yang sangat cepat dengan adanya pandemi COVID-19. Sehingga, program Creative Business Incubator untuk mencetak wirausaha muda di sektor industri kreatif kriya dan fesyen yang akan menjadi motor penggerak industri ini pada masa datang.

Industri kreatif adalah satu sektor yang memiliki kontribusi terhadap industri nasional. Untuk itu, Direktorat Jenderal IKMA mendirikan Bali Creative Industry Center (BCIC) pada 2015 yang berfungsi sebagai wadah bagi para pelaku industri kreatif kriya dan fesyen.

"Industri kreatif merupakan industri yang dinamis, sehingga dalam pelaksanaannya kami menyasar generasi muda, dimana menurut data BPS tahun 2020, tercatat jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2019 sebanyak 268 juta jiwa dan sebanyak 137 juta jiwa adalah penduduk usia produktif," jelas Gati.

Jumlah ini tersebut, lanjut ia, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia produktif berusia muda yang cukup besar dan merupakan modal untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya wirausaha baru dalam bidang ekonomi kreatif.

Baca Juga:

Reaksi BIN Ketika ICW Minta Jokowi Copot Budi Gunawan karena Kasus Djoko Tjandra


Tags Artikel Ini

Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH