Pemerintah Jepang Keberatan Warganya Disebut Penyebar Virus Corona Warga memeriksakan kesehatan di Pos Pemantauan Virus Corona RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Selasa (3/3/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.

MerahPutih.com - Pemerintah Jepang keberatan saat ada stigma bahwa salah satu warga negaranya disebut menyebarkan virus corona. Hal ini berkaca dari adanya penyebaran pertama yang bersumber dari warga mereka.

Dubes Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii menyatakan, warga negaranya yang tinggal di Indonesia bukan sumber penyebaran virus corona.

Baca Juga:

Status 2 Pasien di Indonesia Batal Positif Corona, Kok Bisa?

"Warga negara Jepang yang tinggal di Indonesia bukan merupakan sumber penyebaran virus corona, melainkan sahabat Indonesia," Masafumi Ishii, melalui akun IG-nya, Selasa (10/3).

Ishii menekankan bahwa Jepang mendukung kebijakan yang diterapkan pemerintah Indonesia terkait pencegahan penyebaran virus corona.

Sejak kasus virus corona bertambah di dalam negeri, pemerintah memutuskan melarang pendatang dari kota-kota sumber penyebaran virus corona di Korea Selatan, Iran, dan Italia untuk masuk dan transit di Indonesia.

"Mari kita bersama-sama berupaya menanggulangi isu virus corona. Gotong Royong! Kerja Bersama! Maju Bersama!" tegasnya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. (FOTO ANTARA/Indra Arief)
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. (FOTO ANTARA/Indra Arief)

Ishii sepakat dengan pernyataan Presiden Jokowi terkait yang dikhawatirkan perihal corona. Yakni bahaya hoaks.

"Seperti yang telah disampaikan oleh Presiden RI, Bapak Joko Widodo, yang harus dikhawatirkan adalah berita-berita hoaks dan reaksi berlebihan," ucap Ishii.

Menurut juru bicara pemerintah Indonesia soal penanganan corona sekaligus Dirjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto, asal negara kedua WNA tersebut memang sengaja tidak disebutkan, sesuai dengan permintaan kedutaan yang bersangkutan.

"Permintaan kedutaan tidak diumumkan negaranya mana. Kami sempat dikomplain oleh salah satu kedutaan karena muncul diskriminasi masyarakat terhadap warga negara dari negara itu," kata Yuri kepada wartawan.

Baca Juga:

Sejumlah Wilayah di Italia 'Dikunci' Akibat Wabah Virus Corona

Menurutnya, akibat diskriminasi yang muncul tersebut, warga negara dari negara tersebut sempat diteriaki sebagai pembawa virus COVID-19. Hal inilah yang membuat pihak kedutaan merasa kurang nyaman.

"Ini yang membuat kedutaan negara sahabat ini protes ke saya dan meminta negara yang lain tidak diumumkan nasionalitasnya," tuturnya.

Yuri memastikan, pihaknya telah berkomunikasi dengan kedutaan dua WNA yang positif corona di Indonesia tersebut. Pihak kedutaan juga telah berkomunikasi dengan kedua pasien sesuai prosedur yang berlaku sambil menunggu hasil tes laboratorium.

"Kami masih menunggu cek lab lebih lanjut dari perkembangan hari per hari, termasuk dua WNA sudah kami sampaikan ke kedutaan. Kondisi stabil dan kedutaan sudah tahu," kata Yuri. (Knu)

Baca Juga:

Dokter Achmad Yurianto Promosi Jabatan 2 Kali dalam 7 Hari, Gara-Gara Corona?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Setelah Bioskop, Karaoke dan SPA di Jakarta Dibuka Bertahap
Indonesia
Setelah Bioskop, Karaoke dan SPA di Jakarta Dibuka Bertahap

Pemprov tidak menuntut kemungkinan olahraga seperti bulu tangkis akan diperbolehkan.

Biden Disuntik Vaksin Corona Dosis Kedua Sepekan Sebelum Pelantikan
Berita
Biden Disuntik Vaksin Corona Dosis Kedua Sepekan Sebelum Pelantikan

Joe Biden menerima suntikan dosis pertama vaksin COVID-19 pada 20 Desember 2020.

PFI: Anji Meminta Maaf ke Semua Jurnalis Foto dan Janji Hapus Postingan
Indonesia
PFI: Anji Meminta Maaf ke Semua Jurnalis Foto dan Janji Hapus Postingan

Anji minta maaf tidak hanya kepada jurnalis foto, tetapi semua wartawan Indonesia.

MK Sudah Terima 125 PHPU Pilkada 2020
Indonesia
MK Sudah Terima 125 PHPU Pilkada 2020

MK telah menerima 125 permohonan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilkada 2020.

Belasan Orang Ditangkap di Jakarta Pusat karena Tak Hiraukan Larangan Berkerumun di Tengah Pandemi COVID-19
Indonesia
Belasan Orang Ditangkap di Jakarta Pusat karena Tak Hiraukan Larangan Berkerumun di Tengah Pandemi COVID-19

Mereka diciduk karena mengabaikan imbauan untuk menjaga jarak dan beraktivitas di rumah.

Maria Pauline Lumowa Tunjuk Pengacara dari Kedubes Belanda
Indonesia
Maria Pauline Lumowa Tunjuk Pengacara dari Kedubes Belanda

Maria diketahui saat ini telah menjadi warga negara Belanda.

Tragedi Semanggi 1 dan 2, Mahfud MD: Mari Kita Selesaikan
Indonesia
Tragedi Semanggi 1 dan 2, Mahfud MD: Mari Kita Selesaikan

Mahfud MD bertemu dengan jajaran Komnas HAM di kantor Kemenko Polhukam.

  Dua Bulan Menjabat, Baru 1 Staf Khusus Jokowi yang Serahkan LHKPN ke KPK
Indonesia
Dua Bulan Menjabat, Baru 1 Staf Khusus Jokowi yang Serahkan LHKPN ke KPK

"Staf Khusus Presiden dan Wakil Presiden yang berjumlah 21 orang tercatat satu orang yang sudah melaporkan harta kekayaannya," kata Plt Juru bicara KPK, Ipi Maryati

Eksis di Medsos Gegara Tawuran Manggarai, Bos Gengster Zwembath Diciduk Polisi
Indonesia
Eksis di Medsos Gegara Tawuran Manggarai, Bos Gengster Zwembath Diciduk Polisi

Luthfi juga menjadi pelaku penyerangan di puskesmas kecamatan Menteng

Anies: Kondisi Sekarang Lebih Darurat dari Awal Wabah
Indonesia
Anies: Kondisi Sekarang Lebih Darurat dari Awal Wabah

Kondisi tersebut memaksa Pemprov DKI menarik rem darurat dan kembali ke PSBB awal.