Pemerintah Jangan Menolak Mahasiswa Papua yang Kembali Akibat Aksi Rasisme Ilustrasi: Ratusan mahasiswa Papua saat menggelar unjuk rasa depan Istana (MP/Kanu)

Merahputih.com - Pemerintah Provinsi Papua dan kabupaten/kota diminta segera mencari solusi terkait pulangnya ribuan mahasiswa akibat aksi rasisme yang terjadi di Surabaya dan Malang, serta Semarang beberapa waktu lalu.

"Pemerintah jangan menolak para mahasiswa yang kembali, tetapi segera cari solusi untuk persoalan ini," ujar Koordinator KontraS Papua yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Papua (KMSP), Sem Awom di Kota Jayapura, Rabu (19/9).

Baca Juga:

Gubernur Papua Barat Tunggu Presiden Jokowi Berdialog dengan Warganya

Menurut dia, wajar jika ribuan mahasiswa kembali dari kota studi masing-masing karena merasa tidak aman dan nyaman akibat dari sikap rasisme dan intimidasi yang diterima.

Data yang mereka terima dari hasil pertemuan dengan gubernur dan para bupati, 2.000 lebih mahasiswa Papua kembali. "Sementara dari media itu 1.200 lebih, tapi data ini sewaktu-waktu bisa berubah," jelas dia.

Sem meminta agar pemerintah daerah lebih proaktif dengan persoalan tersebut, apalagi para mahasiswa tersebut membutuhkan sejumlah hal dan harus segera kembali kuliah.

Para mahasiswa Papua berunjuk rasa
Ilustrasi: Warga Papua di Sorong (Foto: antaranews)

"Kami juga akan mendata jumlah mahasiswa dengan bantuan para aktivis dan organisasi kepemudaan tetapi yang paling penting adalah pemerintah harus proaktif. Intinya kami ingin membantu pemerintah mencari jalan keluar soal kembalinya mahasiswa ke Papua," ucap dia.

Sebelumnya, Bupati Yahukimo Abock Busup menyebutkan 600 di antara 1.950 mahasiswa asal daerah itu yang berkuliah di berbagai kota studi di Nusantara telah kembali ke Papua menyusul aksi rasisme.

"Sebanyak 1.950 mahasiswa, yang ada di sini (Jayapura, red.) sudah pulang itu 600 orang, lalu 120 mahasiswa lainnya ada di Ibu Kota (Jakarta, red.)," katanya di Kota Jayapura, Papua, Selasa (17/9).

Baca Juga:

Gubernur Papua Barat Minta Massa Hentikan Aksi Demonstrasi

Berdasarkan keterangan dari sejumlah mahasiswa yang ditemuinya, sebagaimana dikutip Antara, Abock mengungkapkan mereka mengaku diintimidasi sehingga enggan kembali ke tempat studinya untuk melanjutkan kuliah.

"Jadi, saya tanya mereka (mahasiswa, red.) mengapa kalian tidak mau bertemu dengan gubernur saat di Jawa Timur. Mereka sampaikan bahwa masih mendapat tekanan (rasisme), sehingga mereka pulang," katanya. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH