Pemerintah Jangan Kebakaran Jenggot dengan Kehadiran KAMI Deklarasi KAMI di Solo. (Foto: Ismail/Jawa Tengah).

MerahPutih.com - Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menuai pro kontra. Sebagian masyarakat menganggap aksi tersebut bentuk protes terhadap pemerintah karena belum berhasil bekerja untuk rakyat.

Pengamat politik Wempy Hadir menilai, pemerintah tidak perlu khawatir dengan munculnya KAMI. Seharusnya, pemerintah menjadikan gerakan oposisi sebagai ajang untuk evaluasi atas kebijakan-kebijakan yang telah dibuat.

Baca Juga

Hadiri Deklarasi KAMI, Dubes Palestina Dinilai tak Etis

"Dengan demikian, pemerintah tidak merespons yang berlebihan terhadap gerakan ini, tapi fokus saja pada kerja-kerja pelayanan publik," jelas Wempy kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/8).

Wempy mengatakan, tujuan gerakan KAMI ialah melakukan koreksi terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah. Dia mengatakan, KAMI merupakan oposisi di luar partai politik.

"Saya melihat bahwa gerakan ini sangat kental dengan nuansa kepentingan kelompok daripada kepentingan publik," jelas Direktur Eksekutif Indo Polling Network itu

Deklarasi KAMI di Solo.
Deklarasi KAMI di Solo. (Foto: Ismail/Jawa Tengah).

Ia menambahkan, dalam sistem politik sudah biasa adanya kritik dan dukungan. Oleh karena itu, adanya tuntutan KAMI kepada pemerintah maka menandakan bahwa sistem politik di Indonesia masih hidup.

"Apakah gerakan ini basisnya kepentingan rakyat kecil yang hendak disuarakan oleh elite yang mempunyai kekuatan sehingga mampu menggedor kekuatan kekuasaan. Jika itu yang terjadi, maka kita perlu apresiasi," tuturnya.

"Namun jika yang terjadi adalah bagian dari merebut panggung untuk kepentingan politik kelompok tertentu untuk kepentingan sempit atau pragmatis, maka tentu kita sangat sayangkan," imbuhnya.

Kubu oposisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kian panjang usai deklarasi gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) besutan Din Syamsuddin.

Selain Din, beberapa tokoh yang hadir seperti Gatot Nurmantyo, Rochmad Wahab, Titiek Soeharto, dan MS Kaban. Hadir pula Amien Rais, Refly Harun, Said Didu, Rocky Gerung, dan Ichsanuddin Noorsy.

Din menyebut KAMI dibentuk sebagai bentuk keprihatinan terhadap pemerintah Indonesia. Mulai dari bidang ekonomi, politik, hingga HAM. Din menjelaskan KAMI merupakan gerakan politik yang berbasis nilai moral.

"KAMI sebagai gerakan moral bersama, kita bergerak dan berjuang untuk itu, bahwa gerakan moral tidak sepi dari politik, ya, kita juga berpolitik tapi politik moral, tetapi politik berbasis nilai-nilai moral, maka mari bergabung," kata Din dalam pidatonya saat deklarasi KAMI berlangsung.

Baca Juga

KAMI Dinilai Mirip Dengan Gerakan #2019GantiPresiden

Kemudin, Gatot Nurmantyo yang juga merupakan salah satu deklarator KAMI berbicara soal oligarki kekuasaan dalam acara tersebut.

Saat memberi sambutan di acara deklarasi KAMI, ia berbicara kondisi Indonesia akibat proxy war yang diperburuk karena berkembangnya oligarki kekuasaan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mudik Dilarang, Polisi Tetap Gelar Operasi Ketupat
Indonesia
Mudik Dilarang, Polisi Tetap Gelar Operasi Ketupat

Dalam Rapat Persiapan Hari Raya Idul Fitri 2021, pemerintah memutuskan untuk meniadakan kegiatan mudik Lebaran tahun 2021.

Tukang Bakso Culik dan Setubuhi Anak Berkebutuhan Khusus
Indonesia
Tukang Bakso Culik dan Setubuhi Anak Berkebutuhan Khusus

Pelaku sebelum mengajak korban, memberikan uang terlebih dahulu sebesar Rp, 50.000

Jokowi Bentuk Tim Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan COVID-19
Indonesia
Jokowi Bentuk Tim Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan COVID-19

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Jokowi memberi tugas kepada Komite Kebijakan.

Pemudik Lolos Masuk Jateng Diprediksi Capai 1 Juta Orang
Indonesia
Pemudik Lolos Masuk Jateng Diprediksi Capai 1 Juta Orang

Berdasarkan catatan yang masuk ke aplikasi Jogo Tonggo, baru sekitar 6-8 persen pemudik yang melapor.

Pastikan Sikap Disiplin Sebelum Memulai Aktivitas di Masa Pandemi
Indonesia
Pastikan Sikap Disiplin Sebelum Memulai Aktivitas di Masa Pandemi

Ada dua langkah preventif untuk menghadapi pandemi

RS Soekanto, Kapolri Pertama yang Sempat tak Miliki Modal dan Kantor
Indonesia
RS Soekanto, Kapolri Pertama yang Sempat tak Miliki Modal dan Kantor

Selain perannya menciptakan Polri sebagai penegak hukum bagi masyarakat, ia juga menjadi penggerak Polisi Indonesia memisahkan diri dari sistem kolonial.

Dinkes DKI: Masyarakat Anggap COVID-19 Bisa Selesai Sendiri
Indonesia
Dinkes DKI: Masyarakat Anggap COVID-19 Bisa Selesai Sendiri

Hal tersebut, tentu menjadi tantangan tersendiri

Update Corona Jakarta Rabu (16/9): 58.458 Positif, 1.498 Orang Meninggal Dunia
Indonesia
Update Corona Jakarta Rabu (16/9): 58.458 Positif, 1.498 Orang Meninggal Dunia

Dengan positivity rate 13,8 persen, penambahan kasus positif per hari sebanyak 1.003 jiwa.

Keluarga Kaget Diberitahu Yodi Prabowo Meninggal Bunuh Diri
Indonesia
Keluarga Kaget Diberitahu Yodi Prabowo Meninggal Bunuh Diri

"Enggak (dijelaskan kalau bunuh diri), karena dari awal dari pihak keluarga tidak pernah dimintai keterangan seperti itu," ujar dia

Tim Siber Mabes Polri Turun Tangan Pantau Konten Negatif selama Pilkada Serentak
Indonesia
Tim Siber Mabes Polri Turun Tangan Pantau Konten Negatif selama Pilkada Serentak

Pilkada Serentak 2020 diprediksi memicu adanya ujaran kebencian yang menyerang salah satu calon kepala daerah. Serangan tersebut bisa dalam bentuk SARA hingga penyebaran hoaks.