Pemerintah Ingin Pangkas Libur Panjang Akhir Tahun, PDIP DKI: Jangan Diotak-atik Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Rencana pemerintah untuk memangkas libur panjang akhir tahun ditolak Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono. Ia menilai long weekend akhir tahun 2020 ini tak perlu diotak-atik.

Gembong meminta pemerintah wajib membuat aturan yang dapat membuat warga tidak harus keluar rumah dan bahkan keluar kota. Pasalnya, pandemi COVID-19 masih tinggi.

Baca Juga

Gage Dianggap tak Lagi Relevan, PDIP Minta Pemprov DKI Terapkan ERP

"Soal libur panjang nggak ada masalah sepanjang warganya nggak keluar," papar Gembong di Jakarta.

Menurut Gembong, libur panjang tak perlu dikurangi. Justru masyarakat ingin ada waktu liburan di saat setiap harinya harus bekerja dan hal itu membuat jenuh.

Lagi lagi, ia pun menegaskan, hari libur boleh tapi mungkin perlu ada imbauan agar tidak keluar rumah.

"Dengan cara kerja seperti saat ini membuat orang jenuh juga kan perlu ada refreshing tapi mungkin referensinya perlu diatur pengaturannya Bagaimana ya mungkin cukup di rumah dengan keluarga," jelasnya.

Anggota Komisi A ini mengakui bila libur panjang dan kerumunan sama bahayanya yang dapat berpotensi menimbulkan penambahan kasus corona yang signifikan.

Tapi, hal itu bisa diatasi jika pemerintah tegas menerapkan aturan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Kemudian melakukan imbauan bagi warga tidak keluar rumah saat libur panjang.

"Enggak usah dibanding-bandingkan tetapi yang pasti kalau bicara COVID-19 ini kan soal kerumunan. Di mana terjadi kerumunan di situ pasti dikhawatirkan terjadi penyebaran," tutupnya. (Asp)

Baca Juga

BPIP Soroti Sandiwara di Media Sosial Akibat Kurangnya Pemikiran Kritis

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI Tegaskan Tempat Hiburan Malam Belum Dibuka
Indonesia
Pemprov DKI Tegaskan Tempat Hiburan Malam Belum Dibuka

"Kami minta agar seluruh pengusaha memahami dan mematuhi keputusan ini," lanjutnya.

Heran Jokowi Baru Larang Mudik Sekarang, PKS: Agak Terlambat
Indonesia
Heran Jokowi Baru Larang Mudik Sekarang, PKS: Agak Terlambat

Seharusnya sejak awal pemerintah sudah memiliki kesigapan dan membuat "grand design"

[HOAKS atau FAKTA]: Tanpa BPJS RS Citarum Terima Pengobatan Gratis
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tanpa BPJS RS Citarum Terima Pengobatan Gratis

Beredar pesan berantai di aplikasi WhatsApp tentang di Rumah Sakit (RS) Panti Wilasa Citarum, Semarang, Jawa Tengah yang membuka program pengobatan gratis bagi masyarakat yang sedang sakit.

Sidang Isbat 1 Ramadan Nanti Sore Tertutup, Hasilnya Diumumkan Habis Magrib
Indonesia
Sidang Isbat 1 Ramadan Nanti Sore Tertutup, Hasilnya Diumumkan Habis Magrib

Sidang isbat kali ini bakal berbeda, karena dilakukan melalui virtual meeting atau online, mengingat masih diberlakukannya kebijakan PSBB dalam menanggulangi pandemi COVID-19.

Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi Belum Capai 50 Persen
Indonesia
Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi Belum Capai 50 Persen

“Ada beberapa kementerian dan lembaga yang penyerapan anggarannya masih di bawah 50 persen, ini masih perlu didorong lagi,” ujar Menko Airlangga.

Jatim dan DKI Pimpin Lonjakan Kasus, Karena Masyarakatnya 'Bandel'
Indonesia
Jatim dan DKI Pimpin Lonjakan Kasus, Karena Masyarakatnya 'Bandel'

Yuri mengingatkan masyarakat untuk memakai masker

Bupati Klaim Warga Kepulauan Seribu Siap Menerima WNI Observasi Virus Corona
Indonesia
Bupati Klaim Warga Kepulauan Seribu Siap Menerima WNI Observasi Virus Corona

Bupati terus mengimbau agar warga kepulauan seribu untuk menerima mereka

Epidemiilogi UI Sebut Klaster Keluarga Muncul karena Kebijakan Pemerintah yang Salah
Indonesia
Epidemiilogi UI Sebut Klaster Keluarga Muncul karena Kebijakan Pemerintah yang Salah

"Betapa kejamnya sampai salahkan warga. Kebijakannya yang salah," ungkapnya.

PKS Tuding Permintaan Cepat Jokowi Buat Pembahasan UU Cipta Kerja Serampangan
Indonesia
PKS Tuding Permintaan Cepat Jokowi Buat Pembahasan UU Cipta Kerja Serampangan

"Rupanya kerja cepat, yang diperintahkan Presiden, praktek di lapangannya berubah menjadi kerja serampangan alias ugal-ugalan," kata Mulyanto

Aji Mumpung! Warga Tulungagung Tipu Calon Pembeli Masker Hingga Puluhan Juta
Indonesia
Aji Mumpung! Warga Tulungagung Tipu Calon Pembeli Masker Hingga Puluhan Juta

Pemesanan itu dilakukan RPS pada NL pada 2 Februari 2020