Pemerintah Harus Antisipasi Serangan ke Pejabat Negara Menko Polhukam Wiranto berbicara terkait situasi aksi para mahasiswa di Gedung DPR (Foto: antaranews)

Merahputih.com - Forum Akuntabilitas dan Transparansi Anggaran (FAKTA) menilai harus ada antisipasi terhadap serangan kepada pejabat negara.

Jika tak diantisipasi, maka citra negara Indonesia yang buruk mengingat seorang menterinya diserang oleh teroris.

"Kasihan Presiden kalau negara terus begini citra masyarakat jelek terhadap presiden," kata Direktur Eksekutif FAKTA, Yasser Hatim di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (12/10).

Ia menilai, aparat penegak hukum seperti tak niat dalam melakukan pengawasan. "Saat ini terorisme terus merajalela dan bahkan seorang Menteri bisa ditusuk loh, itu berarti kan badan penanggulangan terorisme itu kerjanya gak sesuai dengan apa yang seharusnya prosedurnya, padahal disitu anggarannya sangat besar,"sesal Yasser.

"Dan Densus 88 pun harusnya juga mendeteksinya itu harus segera cepat gitu, kita gak bisa mengklaim itu ada unsur kesengajaan atau enggak," tambah Yasser.

Yasser khawatir, keamanan negara jelang pelantikan Presiden 20 Oktober mendatang akan semakin terancam. "Apalagi sekarang mendekati pelantikan presiden, udah gitu Menko Polhukam lagi yang ditusuk yang seharusnya menjaga keamanan negara menjaga masyarakatkan internasional, negara kita kan jadi prihatin internasional negara kita jadi gak aman," sesal Yasser.

Ia lantas meminta presiden Jokowi untuk mencopot kepala BNPT Komjen Suhardi Alius sebagai bentuk konsekuensi logis atas peristiwa penusukan yang menimpa Wiranto.

"Kami juga meminta Kapolri untuk mencopot kepala Densus 88 anti teror Irjen M Syafii sebagai bentuk konsekuensi logis. Mungkin harus ada roda pergantian kepemimpinan di dinas terkait. Kepala BIN, kepala BNPT, Densus 88 agar masyarakat merasa aman, kalau teroris itu kerjanya nakutin masyarakat sekarang teroris nakutin Menteri dong," pungkas Yasser. U

diketahui Wiranto ditusuk di Alun-Alun Menes, Pandeglang, Banten sekira pukul 11.55 WIB. Saat itu Wiranto tengah menghadiri kegiatan di sana. Adalah seorang pria bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara yang menusuk Wiranto. Dia menusuk memakai senjata tajam semacam gunting. Akibat penusukkan ini, Wiranto mengalami luka dibagian perut.

Pelaku sempat mencoba menyerang lagi namun dihalau Kapolsek Menes, Kompol Dariyanto yang akhirnya tertusuk bagian punggungnya. Ajudan Wiranto bernama Fuad juga tertusuk dibagian dada sebelah kiri atas. Selain Abu Rara, diamankan pula wanita yang diduga terlibat penyerangan ini bernama Fitri Andriana Binti Sunarto yang diduga istri Abu Rara. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH