Pemerintah Gelontorkan Rp203,9 Triliun untuk Masyarakat Terdampak COVID-19 Presiden Jokowi saat memberikan keterangan tentang perkembangan realisasi program PEN di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (26/9). (Foto: MP/Biro Pers Setpres)

MerahPutih.com - Pemerintah menggelontorkan dana Rp203,9 Triliun untuk perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak pandemi COVID-19.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan tentang perkembangan realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/9).

"Sejak awal, kebijakan pemerintah selalu konsisten, bahwa penanganan masalah kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Sekali lagi, kesehatan masyarakat harus diprioritaskan," ujar Presiden Jokowi.

Baca Juga:

Presiden Jokowi Minta Skema Perlindungan Sosial Tepat Sasaran

Di tengah prioritas tersebut, pemerintah juga bekerja keras untuk menjaga dan memulihkan perekonomian. Sejumlah program juga telah dilakukan dengan alokasi dana sebesar Rp203,9 triliun tersebut.

Program tersebut di antaranya terealisasi dalam berbagai bentuk seperti Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Nontunai, Sembako, Bantuan Sosial Tunai, Kartu Prakerja, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, Bantuan Presiden Produktif, Subsidi Gaji, hingga diskon tarif listrik.

"Program ini untuk meringankan beban ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19. Alhamdulillah, pelaksanaan program perlindungan sosial telah berjalan dengan baik," ujarnya.

Presiden Jokowi saat memberikan keterangan tentang perkembangan realisasi program PEN di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (26/9). (Foto: MP/Biro Pers Setpres)
Presiden Jokowi saat memberikan keterangan tentang perkembangan realisasi program PEN di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (26/9). (Foto: MP/Biro Pers Setpres)

Kepala Negara lantas memerinci realisasi program perlindungan sosial sampai tanggal 23 September 2020, sebagai berikut:

- Program Keluarga Harapan, telah tersalurkan Rp29,138 triliun kepada 10 juta penerima manfaat

- Program Sembako, telah tersalurkan Rp30,978 triliun kepada 19,41 juta penerima manfaat

- Program Sembako Jabodetabek, telah tersalurkan Rp4,407 triliun kepada 1,9 juta penerima manfaat

- Program Bansos Tunai Non-Jabodetabek, telah tersalurkan Rp24,787 triliun kepada 9,18 juta penerima manfaat

- Program Kartu Pra Kerja, telah tersalurkan Rp16,617 triliun kepada 4,86 juta penerima manfaat

- Program BLT Dana Desa, telah tersalurkan Rp11,73 triliun kepada 7,55 juta penerima manfaat

- Program Banpres Produktif dan Banpres Modal Kerja Rp14,183 triliun, sudah diterimakan kepada 5,9 juta penerima manfaat

- Program Subsidi Gaji, telah tersalurkan Rp10,8 triliun kepada 9 juta penerima manfaat

- Program Diskon Listrik, telah tersalurkan Rp3,455 triliun kepada 31,4 juta penerima manfaat.

Baca Juga:

Penambahan COVID-19 4.634 Pasien, Jokowi Minta Para Menteri Pastikan Bansos di Desa-Desa

Presiden menyebut bahwa realisasi program PEN untuk klaster perlindungan sosial ini selain bisa mengurangi beban masyarakat, juga memacu peningkatan produktivitas masyarakat.

Ia pun kembali mengingatkan bahwa penanganan masalah kesehatan, terutama pencegahan penularan, adalah yang paling utama.

"Saya minta kepada semua pihak untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan, agar penularan bisa ditekan, dan kehidupan masyarakat bisa berjalan normal kembali," tandasnya. (*)

Baca Juga:

Jokowi Pidato di DK PBB, DPR Tantang Aksi Nyata


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH