Pemerintah Dinilai Tak Transparan Soal Penyebaran Corona Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menilai pemerintah lambat dalam menangani penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Sohibul menyebut pemerintah juga terkesan menutupi fakta tentang wabah virus corona.

Baca Juga:

Tangani Corona, Presiden Jokowi Ungkap Tak Ingin Timbulkan Kegaduhan

"Kami melihat, kesan pemerintah ini seperti mau menutupi fakta tentang corona ini," ujar Sohibul kepada wartawan, Jumat (13/3).

Kurangnya keterbukaan pemerintah, membuat masyarakat tidak punya pegangan dalam melakukan pencegahan virus corona ini.

Presiden Jokowi ungkap pemerintah tak ingin timbulkan kegaduhan terkait virus corona
Presiden Jokowi tegaskan tak ingin buat kegaduhan dalam penanganan corona (Foto: Antara/Bayu Prasetyo)

"Saya kira ini tak sehat karena dengan seperti itu masyarakat menjadi tak punya pegangan," ungkapnya.

Menurut Sohibul, dengan keterbukaan informasi dari pemerintah, maka masyarakat bisa memahami data dan fakta secara baik soal masalah ini, sehingga bisa bersama-sama mengatasi penyebaran virus corona.

"Ini tentu saja membutuhkan kebersamaan masyarakat. Masyarakat akan tumbuh kebersamaan mengatasi ini kalau mereka memahami data dan fakta secara baik," jelasnya.

Sohibul berharap pemerintah mau jujur dan terbuka soal potensi penyebaran corona.

"Karena itu kami berharap pemerintah bisa lebih terbuka kepada masyarakat supaya punya sense of crisis bahwa kita ini punya permasalahan," pungkas Sohibul.

Presiden Joko Widodo mengaku, sebenarnya pemerintah ingin membuka riwayat perjalanan pasien positif virus corona (Covid-19).

Namun, berdasarkan kalkulasi, pemerintah menilai bahwa membuka riwayat pasien positif corona akan menimbulkan ketakutan berlebihan dari masyarakat.

"Inginnya kita sampaikan (riwayat perjalanan pasien positif Covid-19). Tapi kita menghitung kepanikan masyarakat nanti bagaimana," ujar Jokowi.

Pemerintah juga menghindari stigma negatif masyarakat bagi pasien. Terutama, setelah ia dinyatakan sembuh.

Baca Juga:

Pasien Corona Bertambah Jadi 69 Orang, Dua Diantaranya Balita

Presiden Jokowi menegaskan, setiap pemerintahan di mana terdapat virus corona memiliki kebijakan masing-masing dalam hal pengendalian virus itu.

"Yang paling penting, setiap ada klaster baru, tim kita langsung memagari," pungkasnya.(Knu)

Baca Juga:

Satu Pasien Suspect Virus Corona di RSUD dr Moewardi Solo Meninggal



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH