Pemerintah Diminta Tingkatkan Perlindungan Tenaga Medis Tangani COVID-19 Petugas medis memindahkan pasien ke ruang isolasi dalam Simulasi Penanganan Pasien Corona di Rumah Sakit Lavalette, Malang, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020). ANTARA/Ari Bowo Sucipto

Merahputih.com - Pemerintah didorong untuk terus meningkatkan perlindungan terhadap para tenaga medis terutama tenaga medis yang langsung menangani penyakit COVID-19.

Hal itu guna mengurangi paparan penyakit tersebut sehingga kasus meninggal pada tenaga medis dapat terus dikurangi.

"Jadi pemerintah, termasuk rumah sakit juga, perlu terus meningkatkan proteksi untuk dokter dan tenaga kesehatannya agar tidak terpapar," ujar Dokter paru RS Persahabatan, Andika Chandra Putra seperti dikutip Antara, Rabu (3/9).

Baca Juga:

(HOAX atau FAKTA) : Sindikat Penipuan Paramedis, Alat Tes Suhu di Kening Jadi Proyek saat Pandemi

Kehilangan satu tenaga medis merupakan kehilangan yang sangat besar dan menjadi duka bagi semua karena juga akan memperlambat penanganan wabah COVID-19.

Untuk itu, diperlukan upaya dari pemerintah, rumah sakit dan seluruh masyarakat untuk mengurangi tingginya risiko paparan terhadap para tenaga medis dari penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 tersebut.

Upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan perlindungan bagi para tenaga medis antara lain dengan membuat skema yang memungkinkan lebih banyak dokter bisa turut serta menangani penyakit COVID-19 sehingga kapasitas tenaga medis yang menangani penyakit itu bisa terus ditingkatkan.

Kemudian, bagi rumah sakit, terutama rumah sakit khusus rujukan COVID-19 juga didorong untuk membuat skema jadwal yang memungkinkan para tenaga medis memiliki waktu istirahat lebih banyak guna mengurangi intensitas paparan dan mengatasi kejenuhan sehingga mereka bisa memulihkan energi dan daya tahan tubuh.

"Misalnya dokter parunya atau dokter yang lain, jadwal untuk merawat pasien COVID-19 itu bisa dikurangi. Selain untuk mengurangi paparan, sejak Maret ini yang kita hadapi COVID-19 terus. Bagi sebagian dokter ini jenuh banget, sehingga menimbulkan stres juga bagi dokter," katanya.

Terlebih lagi di rumah sakit-rumah sakit yang memiliki sedikit tenaga medis yang khusus menangani COVID-19, risiko paparan para tenaga medis tersebut menjadi semakin besar karena harus bahu membahu menangani pasien COVID-19.

Ilustrasi - (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Oleh karena itu, waktu istirahat bagi para tenaga medis tersebut perlu ditambah sehingga risiko paparan dari COVID-19 juga dapat berkurang.

Kemudian, selain perlu meningkatkan jumlah tenaga medis yang COVID-19 dan perlunya waktu istirahat bagi mereka, Andika mengatakan bahwa kecukupan alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis tersebut juga sangat dibutuhkan.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah dan juga semua pihak untuk memastikan ketersediaan APD di rumah sakit benar-benar tercukupi.

"Jadi alat APD memang harus tercukupi. Sehingga kalau misalnya alat proteksinya enggak cukup tentu meningkatkan risiko dokter terhadap paparan," katanya.

Ia mengaku ketersediaan APD tersebut lambat laun semakin menipis seiring dengan makin banyaknya pasien COVID-19 yang harus ditangani sementara donasi APD semakin menurun.

"Jadi menurut saya sebagian besar rumah sakit APD-nya pun menipis. Bahkan ada rumah sakit di daerah yang untuk mendapatkan masker N95 itu sangat susah," ujar dia.

Baca Juga:

Tenaga Medis di Wisma Atlet Kemayoran Dapat Bantuan Ribuan APD dan Masker N95

Andika mengatakan sebenarnya ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko paparan COVID-19 terhadap para tenaga medis. Mulai dari ketersediaan APD, kemampuan skrining di banyak rumah sakit, di samping juga penyakit COVID-19 itu sendiri yang hari demi hari menimbulkan gejala yang semakin bervariasi dan semakin sulit diidentifikasi sehingga menurunkan kewaspadaan para tenaga medis dan juga masyarakat.

Oleh karena itu, ia mendorong kepada seluruh masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang dibutuhkan agar terhindar dari COVID-19 sehingga kapasitas pelayanan dan penanganan penyakit itu dapat terus dikendalikan dan pada akhirnya risiko para tenaga medis untuk terpapar penyakit tersebut juga dapat terus berkurang. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cuaca Hari Ini: Jakarta Hujan pada Senin Siang
Indonesia
Cuaca Hari Ini: Jakarta Hujan pada Senin Siang

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memperkirakan sebagian wilayah Jakarta akan diguyur hujan yang disertai petir pada Senin.

Kecelakaan di Tol Semarang-Solo, Mercedez Bens Ludes Terbakar dan 2 Orang Tewas
Indonesia
Kecelakaan di Tol Semarang-Solo, Mercedez Bens Ludes Terbakar dan 2 Orang Tewas

Kanit Laka Kanit Laka Satlantas Polres Boyolali Ipda Utomo, mengungkapkan kecelakaan tersebut melibatkan empat kendaraan

Tampung Pemimpin Dunia, 3 Hotel Mewah Dibangun di Labuan Bajo
Indonesia
Tampung Pemimpin Dunia, 3 Hotel Mewah Dibangun di Labuan Bajo

Akan ada 10 ribu tamu yang datang dalam perhelatan internasional G20.

Haji Lulung: Polisi dan Rizieq Shihab Naikkan Elektabiltas Anies Baswedan
Indonesia
Haji Lulung: Polisi dan Rizieq Shihab Naikkan Elektabiltas Anies Baswedan

Terlebih elektabilitas semakin merokot atas pemanggilan Anies ke Polda Metro untuk klarifikasi pelanggaran keramaian di Pertamburan.

Jalan Menuju Bunderan HI Ditutup, Jakarta Pusat Steril dari Aktivitas Masyarakat
Indonesia
Jalan Menuju Bunderan HI Ditutup, Jakarta Pusat Steril dari Aktivitas Masyarakat

3.495 personel gabungan disebar ke seluruh lokasi yang berpotensi menimbulkan keramaian

Anies Diminta Beri Contoh dengan ke Kantor Naik Transportasi Umum
Indonesia
Anies Diminta Beri Contoh dengan ke Kantor Naik Transportasi Umum

Anies mengklaim lonjakan penumpang di transportasi umum di bawah 10 persen

Gereja Basilea Convention Centre Serpong Dilahap Si Jago Merah
Indonesia
Gereja Basilea Convention Centre Serpong Dilahap Si Jago Merah

Sekitar tiga unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Tak Terdampak COVID-19, Penjualan Hewan Kurban di Yogyakarta Meningkat
Indonesia
Tak Terdampak COVID-19, Penjualan Hewan Kurban di Yogyakarta Meningkat

Pembelian hewan kurban tak hanya datang dari warga Yogyakarta saja. Namun juga dari daerah lainnya.

Kapolda dan Pangdam Jaya Pastikan Keamanan dan Logistik Pilkada
Indonesia
Kapolda dan Pangdam Jaya Pastikan Keamanan dan Logistik Pilkada

Melancarkan Pilkada Serentak, Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya memberikan bantuan berupa rapid test dan masker.