Pemerintah Diminta Selidiki Dugaan Mafia Kesehatan di Balik Mahalnya Harga Tes PCR Ilustrasi "swab test". (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pemerintah diminta menyelidiki penyebab mahalnya harga tes PCR di dalam negeri. Pasalnya, harga tes PCR di Indonesia mencapai Rp 1 juta rupiah sekali tes.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto menilai jangan sampai masyarakat Indonesia menjadi korban eksploitasi mafia bisnis kesehatan, yang mencari untung besar di tengah krisis.

Baca Juga

Kemenkes Jelaskan Harga Tes PCR Indonesia Lebih Mahal Dibandingkan di India

“Karena itu saya minta Pemerintah memeriksa semua alur pengadaan perangkat PCR dan proses distribusi ke klinik penyelenggara pelaksana tes PCR," jelas Mulyanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (15/8).

Menurut dia, aparat penegak hukum harus melakukan penyelidikan soal mahalnya harga tes COVID-19 itu.

"Bila terbukti ada pihak yang coba mencari keuntungan berlebih bisa segera diambil tindakan hukum,” desak Mulyanto.

Terkait dengan ketergantungan impor terhadap reagen dan bahan kimia penunjang tes PCR lainnya, Mulyanto minta Pemerintah ke depan untuk terus mengembangkan industri petrokimia dalam negeri.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto

Pemerintah juga, lanjut Mulyanto, harus memperkuat ekosistem dan infrastruktur riset dasar bidang industri dan enzim molekular (industrial and molecular enzyme). Termasuk bidang kimia sintetik (chemical synthesis). Sehingga mampu memproduksi sendiri reagen dan bahan kimia lainnya.

"Ini agar Indonesia tidak tergantung pada impor bahan yang sangat penting bagi kesehatan masyarakat," jelas Mulyanto.

Untuk jangka pendek Pemerintah perlu mengatur ketentuan impor reagen dan bahan lain pendukung PCR ini sedemikian rupa sehingga dapat menekan harga tes PCR.

"Misalnya menugaskan BUMN membeli reagen dalam jumlah besar dan komitmen jangka panjang agar harga dapat ditekan,” imbuh Mulyanto.

Untuk mempercepat waktu testing, ke depan, Mulyanto berharal Pemerintah memperbanyak laboratorium tempat tes PCR, yakni lab Bio Safety Level 2.

Kemenkes telah menentukan batas tertinggi tes PCR COVID-19 saat ini di kisaran Rp 500-900 ribu. Jumlah itu terbilang mahal dibanding harga PCR di India yang kini mulai diturunkan menjadi sekitar Rp 95 ribu dari semula sekitar Rp 150 ribu.

Tingginya harga PCR di Indonesia turut disorot dokter sekaligus musisi, Tompi. Lewat akun Twitternya @dr_tompi, ia menyebut harga PCR di Indonesia terlalu mahal.

"Harga PCR atau swab harus semurah-murahnya!!! Negara harus hadir memastikan ini. Kenapa negara lain bisa lebih murah dari kita saat ini? Bukankah Beli bayam 100 selalu lebih murah dari beli bayam 10. Ayo lah Bisa! Mohon kendalinya Pak Jokowi," kata dia, Rabu (11/8).

Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, tingginya PCR disebabkan oleh komponen pembentukan harga yang telah dikaji oleh tim.

Meski demikian, pihaknya mengaku tetap membuka masukan dari berbagai pihak terkait kemungkinan menurunkan harga. (Knu)

Baca Juga

Pengunjung Mal Belum Divaksin Wajib Bawa Surat PCR dan Swab Antigen

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jika Palsukan Dokumen, Bupati Terpilih Sabu Bisa Dipidana
Indonesia
Jika Palsukan Dokumen, Bupati Terpilih Sabu Bisa Dipidana

"Kalau menyangkut soal dokumen dan peristiwa nasional bisa saja Bareskrim yang menangani," ungkap Petrus.

[HOAKS atau FAKTA]: Anies Terancam Dipenjara akibat Melanggar Aturan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Terancam Dipenjara akibat Melanggar Aturan

Beredar sebuah video melalui media sosial YouTube bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terancam dipenjara, lantaran terbukti melanggar aturan.

Tok! APBD Surabaya Tahun 2022 Disahkan Sebesar Rp 10,3 Triliun
Indonesia
Tok! APBD Surabaya Tahun 2022 Disahkan Sebesar Rp 10,3 Triliun

DPRD Kota Surabaya bersama Pemerintah Kota Surabaya mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 sebesar Rp 10,3 triliun tepat di Hari Pahlawan, Rabu (10/11)

Ribuan Orang Jadi Korban Swab Test Antigen Bekas di Bandara Kualanamu
Indonesia
Ribuan Orang Jadi Korban Swab Test Antigen Bekas di Bandara Kualanamu

Praktik ilegal penggunaan tes antigen pakai alat bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara sejak Desember 2020.

KPK Korek Keterangan Effendi Gazali Terkait Kasus Korupsi Bansos
Indonesia
KPK Korek Keterangan Effendi Gazali Terkait Kasus Korupsi Bansos

"Effendi Gazali (wiraswasta) akan diperiksa untuk tersangka MJS (Matheus Joko Santoso-pejabat pembuat komitmen di Kemensos)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (25/3).

Tugu Api Tidak Pernah Padam Jadi Simbol Nyalakan Semangat Indonesia
Indonesia
Tugu Api Tidak Pernah Padam Jadi Simbol Nyalakan Semangat Indonesia

Semangat perjuangan bangsa Indonesia jangan pernah padam dan harus selalu menyala-nyala.

Nyatakan Setia dan Loyal Terhadap AHY, Ratusan Kader Demokrat Cap Jempol Darah
Indonesia
KPK Periksa Bos Asuransi Jasindo Syariah
Indonesia
KPK Periksa Bos Asuransi Jasindo Syariah

Kasus ini sendiri adalah pengembangan penyidikan dengan tersangka Budi Tjahjono

Kasus COVID-19 DKI Capai 7.680 Orang, 12 Persen Sasar Anak-anak
Indonesia
Kasus COVID-19 DKI Capai 7.680 Orang, 12 Persen Sasar Anak-anak

Dwi menyebut, jika sebanyak 12 persen dari 7.680 kasus positif hari ini adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun, dengan rincian, yaitu 695 kasus adalah anak usia 6-18 tahun dan 252 kasus adalah anak usia 0-5 tahun.

Demokrat Kubu Moeldoko Lagi-Lagi Gigit Jari
Indonesia
Demokrat Kubu Moeldoko Lagi-Lagi Gigit Jari

Putusan PTUN tersebut sekaligus mengkonfirmasi bahwa keputusan Menkumham yang menolak pengesahan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) illegal Deli Serdang sudah tepat secara hukum