Pemerintah Diminta Relakan Laju Perekonomian dan Segera Lockdown Jabodetabek Kasus COVID-19 tersebar di Jakarta, DKI tidak lakukan "lockdown" (ANTARA)

Merahputih.com - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menilai langkah lockdown memang bukan hal yang mudah dilakukan pemerintah dalam menanggulangi pandemi COVID-19. Karena, Lockdown akan memberikan pukulan berat terhadap perekonomian di Indonesia.

Namun, saat ini yang terpenting adalah merelakan laju perekonomian sejenak demi memutus mata rantai COVID-19 sebelum terlambat.

"Sekarang yang utama adalah bagaimana kita menyelamatkan nyawa bangsa dengan memutus mata rantai virus, yaitu dengan segera melakukan lockdown. Jika tidak, akan terjadinya krisis kemanusiaan dan keuangan secara bersamaan," kata Sahroni dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (29/3).

Baca Juga:

Jutaan Alat Pelindung Diri Diperlukan untuk Cegah Penyebaran COVID-19

Sehingga, sudah saatnya pemerintah mengambil langkah preventif dan segera melaksanakan lockdown, terutama di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

"Berkali-kali saya sudah sarankan dan refrensikan untuk menanggulangi wabah COVID-19 dengan mengambil langkah lockdown, terutama untuk wilayah Jabodetabek dengan kasus positif COVID-19 terbanyak dan memiliki tingkat mobilitas orang dan interaksi sosial yang tinggi," jelasnya.

Lockdown harus dilakukan persiapan yang baik dan matang. Beberapa poin penting yang harus diperhatikan oleh Pemerintah pada saat pelaksanaan kebijakan lockdown agar tidak terjadinya kerusuhaan dan terlaksana dengan baik.

Pertama, supermarket dan apotek harus tetap dibuka seperti yang dilakukan negara lain. Namun, harus adanya pembatasan waktu buka seperti 3 hari sekali.

"Tetap melakukan pembatasan jumlah pembeli dan diutamakan untuk lansia maupun wanita yang sedang hamil," katanya.

Sosialisasi Virus Corona di Kota Batam Kepulauan Riau (Naim)
Sosialisasi Virus Corona di Kota Batam Kepulauan Riau (Naim)

Langkah kedua, menurut dia, bagi masyarakat yang tidak mampu mengisi kebutuhan mereka pada saat lockdown, pemerintah harus siap dalam melakukan pasokan (supply) makanan maupun kebutuhan pokok.

Sahroni menilai langkah tersebut dengan mendistribusikan makanan dan kebutuhan pokok secara langsung ke rumah warga yang benar-benar membutuhkan.

"Ketiga, perbanyak hotline COVID-19. Hal tersebut dapat dilakukan dengan 1 wilayah 1 hotline sehingga tidak ada lagi yang kesulitan untuk menghubungi tenaga medis untuk meminta pertolongan maupun ambulans," ujarnya.

Keempat, menurunkan anggota Polri dan TNI untuk melakukan patroli mencegah kerusuhan ataupun penjarahan yang kemungkinan dapat terjadi. Dalam hal ini, dia menyarankan patroli tersebut dengan skala per kecamatan agar lebih terawasi.

Baca Juga:

Perhimpunan INTI Terus Salurkan Alat Pelindung Diri ke Berbagai Rumah Sakit

Sahroni menjelaskan langkah kelima adalah tindakan tegas, yaitu masyarakat tidak boleh ada di luar rumah, kecuali mereka punya dokumen yang bisa dijadikan bukti urgensi, seperti membutuhkan obat-obatan atau ke rumah sakit.

"Jika mereka keluar rumah tanpa special case, aparat harus segera menindak lanjut hal tersebut," ujarnya.

Keenam, dalam masa lockdown, sebagaimana dikutip Antara, tetap dilaksanakan rapid test COVID-19 dengan menurunkan sejumlah tenaga medis yang akan mendatangi rumah-rumah warga setiap hari. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH