Pemerintah Diminta Perhatikan Tiga Catatan DPR Soal COVID-19 Ketua DPR RI Puan Maharani. (ANTARA/HO)

Merahputih.com - Ketua DPR, Puan Maharani menegaskan terdapat sejumlah catatan yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah agar meningkatkan kinerja penanganan COVID-19 dan berdampak positif.

"Pertama, mempercepat efektifitas penyerapan anggaran penanganan COVID-19 khususnya di bidang kesehatan, perlindungan sosial, dukungan sektoral dan pemda, serta dukungan UMKM," ujar Puan dalam Rapat Paripurna DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/7).

Baca Juga

Perkembangan COVID-19 Juni, Angka Positivity Rate Lebih Rendah daripada Bulan Mei

Kedua, pemerintah perlu memperkuat dan mempertajam program perlindungan sosial dan pemberdayaan rakyat yang diarahkan pada 40 persen masyarakat terbawah agar tepat sasaran dan tepat manfaat sebagai upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan.

Ketua DPR RI Puan Maharani. (Antara/Istimewa)

Ketiga, Pemerintah perlu meningkatkan sinergi kementerian terkait dan pemerintah daerah untuk melakukan penyempurnaan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) secara berkesinambungan.

"Dalam pelaksanaan fungsi pengawasan, DPR melalui alat kelengkapan dewan, Komisi, telah melakukan rapat-rapat bersama dengan mitra kerja dan kunjungan kerja, khususnya terkait penanggulangan COVID-19 sesuai dengan bidang Komisi," beber dia.

Baca Juga:

Tingkat Kesembuhan Pasien Corona Sumbar Capai 83 Persen

Pimpinan DPR, sebagaimana dikutip Antara, melalui rapat konsultasi bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), telah mendukung upaya BPK untuk memitigasi penggunaan dana penanganan pandemi COVID-19 dan dampaknya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Soal Kisruh Partai Demokrat, SBY Diminta Tak Keluarkan Tudingan ke Pihak Luar
Indonesia
Soal Kisruh Partai Demokrat, SBY Diminta Tak Keluarkan Tudingan ke Pihak Luar

“SBY seyogyanya batasi evaluasinya dalam bingkai konflik internal elit Partai Demokrat saja,” kata Hikam

Inspeksi Stadion Manahan, Komisi X DPR: Solo Siap Sambut Piala Dunia U-20
Indonesia
Inspeksi Stadion Manahan, Komisi X DPR: Solo Siap Sambut Piala Dunia U-20

Komisi X DPR melakukan inspeksi di Stadion Manahan untuk memastikan kesiapan stadion menjadi venue Piala Dunia U-20 pada 2021.

Pelaku Pembacokan di Salemba Tega Tebas Tangan Korban Hingga Putus karena Kesal Ditipu
Indonesia
Pelaku Pembacokan di Salemba Tega Tebas Tangan Korban Hingga Putus karena Kesal Ditipu

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto menuturkan, awalnya pelaku datang ke kawasan Pasar Kenari untuk mencari Sulaeman karena merasa ditipu.

Mahfud Minta Waktu Pemungutan Suara di Tengah Pandemi Tak Usah Diperdebatkan Lagi
Indonesia
Mahfud Minta Waktu Pemungutan Suara di Tengah Pandemi Tak Usah Diperdebatkan Lagi

Siapa yang bisa memastikan kapan korona berakhir dan melandai

Klaim Bersepakat Dengan DPR, Buruh Tekanan Pemerintah
Indonesia
Klaim Bersepakat Dengan DPR, Buruh Tekanan Pemerintah

"Aksi 25 Agustus ini, selain menyampaikan tuntutan, juga memberikan dukungan kepada DPR RI yang telah bekerja sungguh sungguh memenuhi harapan buruh agar bisa didengar," tegas Said Iqbal.

Diserang Terduga Teroris, Gedung Mabes Polri Ditutup Rapat
Indonesia
Diserang Terduga Teroris, Gedung Mabes Polri Ditutup Rapat

Seorang terduga teroris menyerang Mabes Polri pada Rabu (31/3). Pelaku yang diduga perempuan tewas ditembak.

Polisi Bakal Pantau Pergerakan Abu Bakar Ba'asyir Pasca Bebas
Indonesia
Polisi Bakal Pantau Pergerakan Abu Bakar Ba'asyir Pasca Bebas

Terpidana kasus terorisme Ustaz Abu Bakar Ba'asyir dipastikan bebas murni

PDIP Kritik Sepeda Non Lipat Masuk MRT, Wagub: Tidak akan Ganggu
Indonesia
PDIP Kritik Sepeda Non Lipat Masuk MRT, Wagub: Tidak akan Ganggu

"Jadi sekali lagi pengguna MRT tidak akan terganggu ya," ujar Riza di Jakarta, Jumat (26/3).

KPK Periksa Dirut PD Sarana Jaya Terkait Kasus Korupsi Lahan DKI
Indonesia
KPK Periksa Dirut PD Sarana Jaya Terkait Kasus Korupsi Lahan DKI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan dalam kasus dugaan korupsi pembelian tanah di DKI Jakarta.

Polisi Lakukan Rekontruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Sukoharjo Besok
Indonesia