Pemerintah Diminta Lanjutkan Program Pembangunan Rumah Layak Huni di Papua Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti. Foto: Humas DPD

Merahputih.com - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan lagi program pembangunan rumah layak huni di provinsi Papua.

"Ini menjamin warga Papua Barat bisa mendapatkan kehidupan yang layak. Oleh karena itu, saya mendukung program yang merupakan tindak lanjut dari program sebelumnya itu," ucap LaNyalla, Minggu (24/1).

Baca Juga

Gunung Merapi 36 Kali Meluncurkan Lava Pijar

LaNyalla mendorong program ini bisa menyentuh seluruh masyarakat asli Papua yang ada di Papua Barat. Program tersebut juga harus dilaksanakan secara merata di 13 kabupaten dan kota.

"Meskipun program ini terbatas hanya tujuh unit di masing-masing daerah, tapi kita berharap ada tindak lanjutnya," beber dia.

Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti. Foto: Humas DPD
Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti. Foto: Humas DPD

Alumnus Unversitas Brawijaya Malang itu mengatakan program pembangunan rumah layak huni merupakan satu paket dengan program padat karya dan juga proyek infrastruktur lain yang terintegrasi dengan program pemulihan ekonomi.

Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, dengan program ini diharapkan masyarakat Papua, khususnya Papua Barat, dapat memanfaatkan pembangunan infrastruktur untuk menumbuhkan ekonomi lokal yang potensial dikembangkan. Terutama pengembangan sumber daya manusia.

Baca Juga

Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, BPBD Jatim Minta Warga tidak Panik

"Dan yang lebih penting adalah adanya peningkatan perekonomian bagi masyarakat lokal. Sehingga taraf hidup masyarakat Papua juga bisa semakin meningkat," pungkasnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Usut Pencucian Uang Irjen Napoleon
Indonesia
Polisi Usut Pencucian Uang Irjen Napoleon

Kepolisian ternyata sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte.

 INDEF Paparkan Bantuan Rp200 Ribu Per Bulan untuk Warga Miskin Itu Tidak Cukup
Indonesia
INDEF Paparkan Bantuan Rp200 Ribu Per Bulan untuk Warga Miskin Itu Tidak Cukup

Ahmad menambahkan besaran bantuan untuk sembako setidaknya harus dapat memenuhi 25-30 persen dari pengeluaran masyarakat dalam membeli bahan pangan.

PT DKI Tetap Vonis Heru Hidayat Seumur Hidup dalam Kasus Korupsi Jiwasraya
Indonesia
PT DKI Tetap Vonis Heru Hidayat Seumur Hidup dalam Kasus Korupsi Jiwasraya

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tetap memvonis Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram) Heru Hidayat seumur hidup.

Firli Dinilai Wanprestasi, ICW: Lebih Baik Mundur dari KPK
Indonesia
Firli Dinilai Wanprestasi, ICW: Lebih Baik Mundur dari KPK

Khusus untuk Harun Masiku, sudah dua bulan yang bersangkutan tidak mampu ditemukan oleh KPK

Pemprov DKI Izinkan Resepsi Pernikahan di Gedung, PDIP: Tamu Wajib Dibatasi
Indonesia
Pemprov DKI Izinkan Resepsi Pernikahan di Gedung, PDIP: Tamu Wajib Dibatasi

"Perlu pengawasan yang ketat, kedua perlu ada pembatasan kapasitas," ucap Gembong

RS Darurat Wisma Atlet Rawat 561 Pasien COVID-19
Indonesia
RS Darurat Wisma Atlet Rawat 561 Pasien COVID-19

424 di antaranya positif terjangkit virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut

Stafsus Edhy Prabowo Akui Terima Titipan Uang dari Bos PT DPP Suharjito
Indonesia
Stafsus Edhy Prabowo Akui Terima Titipan Uang dari Bos PT DPP Suharjito

Safri mengaku Suharjito sempat memberikan 'titipan' berupa uang

Besok Ridwan Kamil Hadiri Undangan Bareskrim Soal Kerumunan Rizieq di Bogor
Indonesia
Besok Ridwan Kamil Hadiri Undangan Bareskrim Soal Kerumunan Rizieq di Bogor

Undangan Bareskrim Polri bukan untuk pemeriksaan

Polisi Masih Dalami Motif Brigjen Prasetijo Bantu Pelarian Djoko Tjandra
Indonesia
Polisi Masih Dalami Motif Brigjen Prasetijo Bantu Pelarian Djoko Tjandra

"Mungkin dari situ akan ketahuan motifnya bagaimana. Mungkin motif pribadi, nanti penyidik yang akan mengungkap," ujarnya.

[HOAKS atau FAKTA] Pria Berpenis Besar Lebih Rentan Tertular COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Pria Berpenis Besar Lebih Rentan Tertular COVID-19

Melalui situs resmi WHO, orang yang lebih berisiko terkena corona adalah orang dengan usia 60 tahun ke atas