Pemerintah Diminta Buktikan UU Cipta Kerja tak Rugikan Rakyat Presiden Jokowi. Foto: Biro Setpres

MerahPutih.com - Undang-Undang Cipta Kerja terus menuai kontroversi. Pasalnya, aturan yang ada disana dianggap tak berpihak ke pekerja.

Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai pemerintah perlu membuktikan bahwa Omnibus Law UU Cipta Kerja berhasil menumbuhkan perekenomian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat termasuk kalangan buruh.

Selain itu, Karyono mengatakan pembuktian terbukanya lapangan kerja yang luas melalui kemudahan usaha sebagaimana tujuan melahirkan kebijakan ini juga ditunggu masyarakat. Jika tidak dapat membuktikan maka kepercayaan publik terhadap pemerintah akan merosot tajam.

Baca Juga

Jokowi: UU Cipta Kerja Perbaiki Kehidupan Pekerja

"Oleh karenanya, dalam membuat peraturan pelaksanaan sebisa mungkin dipastikan dapat mengakomodir pelbagai kepentingan masyarakat sehingga tujuan membuat undang-undang "sapu jagad" ini dapat terwujud," paparnya kepada wartawan, Kamis (5/11).

Karyono menambahkan kata kunci keberhasilan tentu akan diukur sejauh mana kinerja kabinet. Menteri-menteri dan pembantu presiden lainnya harus cakap dan tanggap.

Maka dari itu, untuk mewujudkan mimpi besar untuk membangun Indonesia lebih maju dan sejahtera maka Presiden Jokowi harus tegas.

"Presiden harus berani melakukan reshuffle menteri yang tidak cakap. Inilah ujian pemerintah ke depan pasca ditetapkannya UU Cipta Kerja," jelas dia.

Dia melihat, setidaknya ada tantangan yang harus dituntaskan, yakni pertama, menghadapi gugatan (judicial review) di Mahkamah Konstitusi (MK), melakukan sosialisasi secara masif.

"Tantangan kedua, menyusun peraturan pelaksanaan dan ketiga membuktikan UU Ciptkar ini mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat. Dan keberhasilan pemerintah menghadapi uji materi di MK," terang Karyono.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja secara resmi sudah ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin, Senin (2/11).

“Presiden Joko Widodo menandatangani UU Cipta Kerja. Alhamdulillah, terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia dan puji syukur kepada Allah Swt, Presiden Joko Widodo secara resmi menandatangani naskah UU Cipta Kerja pada tanggal 2 November 2020 menjadi UU RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan pengundangan dalam lembaran negara RI tahun 2020 Nomor 245,” tulis Fadjroel Rachman.

Baca Juga

PKS Tuding Permintaan Cepat Jokowi Buat Pembahasan UU Cipta Kerja Serampangan

Ia menegaskan UU yang kini resmi disebut UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja adalah UU untuk seluruh rakyat Indonesia dan masa depan Indonesia Maju.

“UU Ciptaket ini adalah UU untuk seluruh rakyat Indonesia dan untuk masa depan Indonesia Maju,” ujar Fadjroel Rachman. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polda Metro Klaim Mobilitas Warga Jakarta Turun 50 Persen
Indonesia
Polda Metro Klaim Mobilitas Warga Jakarta Turun 50 Persen

"Dari google traffic yang ada penurunan terjadi sekitar 40-50 persen," ujar Yusri

BMKG Petakan Cilacap Paling Rawan Tsunami, Nasional Bisa Lumpuh
Indonesia
BMKG Petakan Cilacap Paling Rawan Tsunami, Nasional Bisa Lumpuh

Cilacap daerah paling rawan tsunami di seluruh Indonesia

4 Jenderal Bintang Dua Berebut Kursi Kabareskrim
Indonesia
4 Jenderal Bintang Dua Berebut Kursi Kabareskrim

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane memprediksi, ada empat nama yang masuk bursa calon Kabareskrim, salah satunya yakni Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada.

Wagub DKI: Pembelajaran Tatap Muka Jangan Sampai Jadi Klaster COVID-19
Indonesia
Wagub DKI: Pembelajaran Tatap Muka Jangan Sampai Jadi Klaster COVID-19

Hal itu perlu dilakukan agar kegiatan sekolah tatap muka tak jadi bumerang penyebaran virus corona dan menjadi klaster COVID-19.

PPATK Sebut Bilyet Giro Rp 2 Triliun Akidi Tio tidak Dapat Dicairkan
Indonesia
PPATK Sebut Bilyet Giro Rp 2 Triliun Akidi Tio tidak Dapat Dicairkan

Kepala PPATK, Dian Ediana Rae mengatakan, bilyet tersebut tidak akan bisa dicairkan jika kurang dari nominal yang tertera dalam bilyet.

Anak Buah Anies Nyatakan TPU Bambu Apus Khusus Jenazah COVID-19 Beragama Muslim
Indonesia
Anak Buah Anies Nyatakan TPU Bambu Apus Khusus Jenazah COVID-19 Beragama Muslim

Per tanggal 25 Januari 2021 kemarin pukul 20.00 itu 162 jenazah yang masuk

Jokowi Sebut Banyak Penindakan Bukan Tolok Ukur Pemberantasan Korupsi
Indonesia
Jokowi Sebut Banyak Penindakan Bukan Tolok Ukur Pemberantasan Korupsi

Orientasi serta pola pikir atau mindset pengawasan dan penegakan hukum perlu diarahkan pada perbaikan tata kelola pencegahan tipikor.

Impor Bisa Stabilkan Harga Jagung
Indonesia
Impor Bisa Stabilkan Harga Jagung

Relaksasi impor jagung pakan ternak akan dapat menghindari persaingan tinggi antara semua pengguna komoditas tersebut.

Kisah Petugas Jogo Tonggo, Keluarkan Uang Pribadi untuk Makan Warga Isolasi
Indonesia
Kisah Petugas Jogo Tonggo, Keluarkan Uang Pribadi untuk Makan Warga Isolasi

"Saya juga ikut melakukan isolasi wilayah setelah dilakukan tracking dan tes swab hasilnya negatif," ujar Panut saat dijumpai MerahPutih.com, Minggu (23/5).

Abu Bakar Ba'asyir Bebas Januari 2021, Begini Reaksi Keluarga
Indonesia
Abu Bakar Ba'asyir Bebas Januari 2021, Begini Reaksi Keluarga

Putra Abu Bakar Ba'asyir, Abdul Rochim mengatakan, kabar bebasnya ayah, Ba'asyir bukan kali ini terjadi. Pada awal 2019 kabar tersebut juga beredar di tengah masyarakat.