Pemerintah Diminta Bikin Formula Tepat Selesaikan Polemik di Papua Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin. (Foto: dpr.go.id).

MerahPutih.com - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin meminta Kapolri dan Panglima TNI untuk segera melakukan tindakan konkret terhadap gejolak yang terjadi di Papua.

Peristiwa kontak tembak pada Kamis (26/11) lalu,yang mengakibatkan tiga anggota TNI-AD dari Yonif 700 R terluka hanya contoh kecil dari rentetan peristiwa yang terjadi selama ini.

Politikus Golkar ini memprediksi potensi gangguan keamanan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), terutama selama periode Desember mendatang akan meningkat.

Baca Juga:

Pakar LIPI Tawarkan Tiga Resolusi Untuk Selesaikan Konflik Papua

"Sinyal menjelang 1 Desember harus diwaspadai , Kapolri dan Panglima harus segera turun dan aksi nyata. Pasalnya tingkat kerawanan akan naik, Informasi ini didapatkan dari sebaran informasi yang disampaikan pihak Polda Papua," Kata Azis dalam keterangannya, Sabtu (28/11).

Menurut Azis, saat ini dibutuhkan antisipasi dengan kesiapsiagaan. Salah satunya, memperbanyak patroli di sejumlah wilayah. Hal Ini, kata Azis, penting dilakukan untuk menekan titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Azis berharap, semua unsur TNI dan Polri terlibat untuk mengantisipasi adanya ancaman KKB yang hingga kini berbeda haluan ideologi dengan NKRI. Mereka, lanjut dia, akan terus menebar ketakutan lewat eksistensinya.

Peta Papua
Papua. (Tangkapan Layar).

"Harus ada formula yang tepat untuk menyelesaikan polemik yang terus menimbulkan korban jiwa. Jika terus dibiarkan akan mengganggu stabilitas keamanan dan kehidupan masyarakat sekitar" ujarnya.

Lebih lanjut, Azis mengatakan, negara harus memberikan rasa aman dan nyaman agar mereka dapat memiliki kehidupan yang layak, bebas dari rasa takut dalam melaksanakan aktivitas.

Dia menekankan, kehidupan di tanah Papua harus terus berjalan. Anak-anak dapat sekolah dengan aman, masyarakat dapat beribadah dengan tenang, dapat bercocok tanam kembali serta aktivitas rutin lainnya.

"Konflik ini harus mereda. Tanah Papua bagian dari NKRI yang harus menikmati kemerdekaan ini," tutupnya. (Pon)

Baca Juga:

Noken Khas Papua Bisa Dicabut sebagai Warisan Budaya Dunia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Seluruh Banten Terapkan PSBB, KCI Batasi Penumpang 74 Per Kereta
Indonesia
Seluruh Banten Terapkan PSBB, KCI Batasi Penumpang 74 Per Kereta

Mulai hari ini 7 September 2020 Provinsi Banten memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh kabupaten/kota.

Pengelola Hotel Bersiap Jadi Tempat Isolasi Pasien COVID-19
Indonesia
Pengelola Hotel Bersiap Jadi Tempat Isolasi Pasien COVID-19

Pemerintah DKI Jakarta menyiapkan 25 hotel bintang dua dan tiga yang rencananya menjadi tempat isolasi pasien COVID-19.

Terduga Teroris Ini Sering Keluar Pagi Hingga Malam
Indonesia
Terduga Teroris Ini Sering Keluar Pagi Hingga Malam

Keseharian NM sendiri dikenal baik

Ribuan Aparat Gabungan Jaga Demo BEM SI di Kawasan Monas
Indonesia
Ribuan Aparat Gabungan Jaga Demo BEM SI di Kawasan Monas

Personel gabungan tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, juga unsur dari pemerintah daerah.

Malaysia Amankan 12,8 Juta Vaksin COVID-19 Pfizer
Dunia
Malaysia Amankan 12,8 Juta Vaksin COVID-19 Pfizer

Perusahaan farmasi Pfizer Inc bersama mitranya BioNTech SE, Moderna Inc dan AstraZeneca Plc telah merilis data uji coba yang menunjukkan vaksin eksperimental mereka efektif.

Penderita Corona Terus Melonjak, Anak Buah Anies Dinilai Kurang Tegas
Indonesia
Penderita Corona Terus Melonjak, Anak Buah Anies Dinilai Kurang Tegas

Angka penularan virus corona mencetak rekor baru dengan penambahan 256 kasus baru.

Tak Ada Reshufle Kabinet, Semua Menteri Diminta Fokus Kerja
Indonesia
Tak Ada Reshufle Kabinet, Semua Menteri Diminta Fokus Kerja

Presiden Joko Widodo hingga saat ini belum berencana melakukan perombakan kabinet.

1.194 Anggota TNI di Secapa AD Berhasil Sembuh dari COVID-19
Indonesia
1.194 Anggota TNI di Secapa AD Berhasil Sembuh dari COVID-19

Pasien berkurang menjadi 1.194 orang atau 91,3 persen dinyatakan negatif.

Refleksi 1 Tahun COVID-19, Pemprov DKI: Disiplin Obat Paling Manjur
Indonesia
Refleksi 1 Tahun COVID-19, Pemprov DKI: Disiplin Obat Paling Manjur

Pemprov DKI Jakarta melakukan berbagai upaya dalam menekan angka kasus COVID-19 di ibu kota, yang sudah menghantui warga selama satu tahun.

Guru Besar UI Sebut Komjak Terkesan Politisasi Kasus Jaksa Pinangki
Indonesia
Guru Besar UI Sebut Komjak Terkesan Politisasi Kasus Jaksa Pinangki

Menurutnya, saran tersebut membuat Komjak terkesan melakukan politisasi hukum.