Pemerintah Didesak Lakukan Pemerataan Pasokan Vaksin di Luar Jawa Vaksinasi COVID-19. (Foto: Humas Kota Bandung)

MerahPutih.com - Pemerintah saat ini tengah menggencarkan program vaksinasi sebagai salah satu upaya penanganan pandemi COVID-19. Namun, belakangan ini beberapa daerah terutama luar Jawa dan Bali menyuarakan kekurangan stok vaksin.

Anggota Komisi IX DPR Elva Hartati menilai, kesuksesan program vaksinasi juga bergantung pada ketersediaan vaksin dan distribusi vaksin ke setiap daerah.

Baca Juga:

Lebih dari 10 Ribu Orang Ikut Vaksinasi COVID-19 di Mal Pondok Kelapa Town Square

"Kalau ingin menyukseskan vaksinasi secara nasional, ketersediaan dan distribusi vaksin harus merata hingga ke pelosok daerah. Jangan hanya fokus di wilayah tertentu saja," kata Elva kepada wartawan, Rabu (4/8).

Elva mengatakan, saat ini vaksinasi yang dilakukan pemerintah hanya berfokus di daerah-daerah rentan dengan konfirmasi kasus dan kematian akibat COVID-19 yang tinggi.

Namun, sambung politikus PDI Perjuangan ini, bukan berarti hal tersebut mengurangi konsentrasi dalam pendistribusian vaksin ke daerah-daerah.

"Masyarakat daerah sangat membutuhkan vaksin. Apalagi Menteri Kesehatan sendiri mengumumkan bahwasanya konfirmasi kasus positif COVID-19 luar Jawa dan Bali juga mulai menanjak meskipun tak setinggi Jawa dan Bali," ujarnya.

Elva berharap, pemerintah segera memenuhi kebutuhan vaksin di daerah. Kepada masyarakat, legislator asal Bengkulu ini menyerukan, agar mengetatkan protokol kesehatan dimulai dari lingkup terkecil atau dari diri sendiri.

Karena sebelum herd immunity atau kekebalan massal terbentuk, menurut Elva, prokes adalah cara yang paling ampuh mencegah penularan COVID-19.

Vaksinasi COVID-19. (Foto: Humas Kota Bandung)
Vaksinasi COVID-19. (Foto: Humas Kota Bandung)

"Prokes adalah yang senjata yang paling ampuh. Mulai dari rajin mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta mengurangi mobilitas. Ini harus kita mulai dari diri sendiri," tandasnya.

Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 yang diterima di Jakarta, Selasa (4/5) memperlihatkan bertambahnya penerima suntikan pertama sebesar 419.725 orang. Dengan demikian total 48.106.208 orang yang sejauh ini menerima dosis pertama vaksin COVID-19.

Dengan penambahan tersebut maka telah tercapai 10,29 persen dari target 208.265.720 orang penduduk Indonesia yang mendapatkan dua kali suntikan vaksin demi mendapatkan kekebalan kelompok dari COVID-19. (Pon)

Baca Juga:

8 Titik Lokasi Vaksinasi Keliling, Rabu (4/8)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
WNA Bebas Masuk ke Indonesia, DPR Sebut Pemerintah Terkesan Inkosisten
Indonesia
WNA Bebas Masuk ke Indonesia, DPR Sebut Pemerintah Terkesan Inkosisten

Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia mengonfirmasi sebanyak 85 warga Negara Tiongkok dan tiga Warga Negara Indonesia (WNI) tiba di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang.

Pemberian Hukuman Disiplin PNS Terpantau Lewat IDIS
Indonesia
Pemberian Hukuman Disiplin PNS Terpantau Lewat IDIS

Sistem monitoring pengawasan disiplin ASN secara nasional, tidak hanya diperuntukkan untuk pengawasan individu ASN, tetapi untuk mengawasi tindakan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

Jadi Kapolri, Listyo Ganti Tagline Polisi
Indonesia
Jadi Kapolri, Listyo Ganti Tagline Polisi

Dalam kepemimpinan POLRI PRESISI, ditekankan pentingnya kemampuan pendekatan pemolisian prediktif.

Wagub Riza Berikan Vitamin Buat Nakes Jakarta
Indonesia
Wagub Riza Berikan Vitamin Buat Nakes Jakarta

Riza memastikan, para tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam penanganan pasien, dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

Gibran Klaim Program Percepatan Vaksinasi Berhasil
Indonesia
Gibran Klaim Program Percepatan Vaksinasi Berhasil

"Pelaku UMKM sudah mulai merasakan adanya peningkatan pembeli. Saya berharap kedepan produk-produk IKM dan UMKM nantinya bisa naik kelas," kata dia.

Kepolisian Ungkap Pengiriman Pemuda Indonesia untuk Berperang ke Suriah
Indonesia
Kepolisian Ungkap Pengiriman Pemuda Indonesia untuk Berperang ke Suriah

Selain melakukan ancaman di dalam negeri, JI juga mengirimkan pemuda Indonesia untuk melakukan aksi kejahatan di luar negeri.

Ada Indra Rukman dalam Rekonstruksi Kasus Suap Bansos di KPK
Indonesia
Ada Indra Rukman dalam Rekonstruksi Kasus Suap Bansos di KPK

Nama Indra Rukman muncul dalam rekonstruksi kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek, Senin (1/2).

Demokrat Berhasil Manfaatkan Penurunan Elektabilitas PDIP Karena Kasus Bansos
Indonesia
Demokrat Berhasil Manfaatkan Penurunan Elektabilitas PDIP Karena Kasus Bansos

Elektabilitas PDI Perjuangan turun menjadi 22,3 persen, padahal sebelumnya naik dari 26,8 persen pada survei pada Juli 2020 menjadi 31,6 persen pada survei Oktober 2020.

Kenaikan Kasus COVID-19 Pasca-Libur Lebaran Capai 381 Persen
Indonesia
Kenaikan Kasus COVID-19 Pasca-Libur Lebaran Capai 381 Persen

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebut lonjakan kasus positif pasca-periode libur Idulfitri menunjukkan kenaikan hingga 381 persen.

Menteri Nadiem Beberkan Soal Pandemi Kekerasan Seksual di Kampus
Indonesia
Menteri Nadiem Beberkan Soal Pandemi Kekerasan Seksual di Kampus

Mendikbudristek mengeluarkan data survei yang menyebutkan sebanyak 77 persen dosen menyatakan kekerasan seksual pernah terjadi di kampus.