Pemerintah Didesak Audit Investigasi Menyeluruh Lion Air Lion Air. Foto: MP/Rizki Fitrianto

MerahPutih.com - Pemerintah didesak untuk segera melakukan audit investigasi yang sifatnya menyeluruh terhadap seluruh aspek kepada maskapai penerbangan Lion Air.

"Audit investigasi harus dilakukan secara menyeluruh terhadap semua aspek manajemen," kata anggota Komisi V DPR Hamka Baco Kady dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (10/11)

Menurut dia, sebagaimana dilansir Antara, audit investigasi merupakan hal yang esensial, antara lain mengingat Lion Air yang dikenal sebagai maskapai berbiaya murah.

lion
Tim NTSB Amerika Serikat turut memeriksa puing-puing pesawat Lion Air JT-610. (MP/Ist)

Politisi Golkar itu mengemukakan dengan audit dapat dilihat apakah biaya murah itu juga mengabaikan aspek lainnya seperti keamanan atau tidak.

Ia menuturkan berbagai hal yang perlu diaudit antara lain dari audit manajemen hingga laporan keuangan termasuk seluruh komponen biaya termasuk pemeliharaanya, apakah benar-benar dilakukan secara berkala.

Sebagaimana diwartakan, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri melakukan pemeriksaan terhadap total 626 sampel asam deoksiribonukleat atau DNA dalam operasi DVI terhadap korban Lion Air JT 610 terhitung hingga Jumat (9/11).

Koordinator antemortem Rumah Sakit Polri Said Sukanto Kramatjari, Jakarta Timur, Komisaris Besar Polisi drg Saljyana di Jakarta menyebut jumlah sampel DNA tersebut adalah yang didapatkan dari total kantung jenazah yang dikirimkan sebanyak 194 buah.

"Kemudian untuk yang teridentifikasi sudah 71 individu, terdiri atas 42 laki-laki dan 19 perempuan," lanjut Kombes Saljyana.

Sementara itu, PT Jasa Raharja (Persero) telah menyerahkan santunan kepada 38 ahli waris korban pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 yang jatuh di perairan laut Karawang pada 29 Oktober lalu.

Anggota Komisi V DPR RI, Hamka Baco Kady (Foto: Dok. DPR)

Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (9/11) menyatakan penyerahan santuan dilakukan secara bertahap kepada ahli waris korban yang telah teridentifikasi oleh tim DVI Mabes Polri.

Penyerahan santunan dilakukan tersebar di beberapa provinsi sesuai dengan domisili tempat tinggal ahli waris melalui Kantor Cabang dan Perwakilan Jasa Raharja yaitu 11 orang diserahkan melalui Kantor Cabang Jasa Raharja Bangka Belitung, tujuh orang diserahkan oleh Kantor Cabang Jasa Raharja Banten, 10 orang diserahkan oleh Kantor Cabang Jasa Raharja DKI Jakarta, empat orang diserahkan oleh Kantor Cabang Jasa Raharja Jawa Barat, dua orang diserahkan oleh Kantor Cabang Jasa Raharja Sumatera Selatan dan masing masing sebanyak satu ahli waris diserahkan oleh Kantor Cabang Jasa Raharja, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Barat. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH