Pemerintah Didesak Atasi Ketertinggalan Pendeteksian Kasus COVID-19 ilustrasi - Sample darah yang terindikasi positif virus corona (ANTARA/Shutterstock/am)

Merahputih.com - Ketua MPR, Bambang Soesatyo menyoroti kurangnya kapasitas rumah sakit dan tenaga medis yang kian terbatas, seiring dengan meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia. Terutama soal deteksi penyebaran penyakit yang kurang massif sehingga memicu penyebaran virus.

Menurut Bamsoet, Pemerintah mesti lebih instensif dalam mengatasi ketertinggalan Indonesia melakukan pemeriksaan penyebaran Covid-19 secara masif dan melacak kasus.

Baca Juga:

Dua Kali Rapid Test, 144 Jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk Negatif Corona

"Mengingat hal ini jadi dasar mengobati dan mengisolasi untuk menekan penambahan kasus baru," kata Bamsoet dalam keteranganya, Jumat (3/4).

Ia menyebut Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mesti mengambil langkah tepat dalam mengantisipasi membludaknya jumlah pasien yang terinfeksi virus corona.

"Sehingga perlu untuk disiapkan secara matang baik rumah sakit, peralatan medis, maupun SDM untuk memberikan layanan kesehatan terhadap pasien corona," tambah Bamsoet.

Sementara, Pemerintah perlu segera mengoperasikan RS Darurat Covid-19 di Pulau Galang, Batam yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang bagi para dokter dan paramedis dalam menangani pasien Covid-19.

"Karena bisa terjadi lonjakan jumlah pasien di daerah menyebabkan beberapa RS bukan rujukan terpaksa menampung pasien Covid-19," jelas Politikus Golkar ini.

Pemeriksaan tes cepat (rapid test) untuk menguji sampel paparan virus corona (COVID-19). ANTARA/HO Humas Pemprov DKI Jakarta/am.
Pemeriksaan tes cepat (rapid test) untuk menguji sampel paparan virus corona (COVID-19). ANTARA/HO Humas Pemprov DKI Jakarta/am.

Bamsoet menjelaskan, perlu dilakukan uji kesehatan melalui sistem drive thru yang sudah efektif digunakan oleh negara lain untuk melacak dan mendeteksi penyebaran virus Covid-19 secara cepat dan aman.

"Ini upaya mencegah penyebaran wabah Covid-19 lebih meluas," terang Bamsoet.

Ia berharap pemerintah agar segera menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di semua wilayah untuk menceah adanya perpindahan penularan akibat pergerakan pendudik. "Harus dibarengi tes pada warga berisiko Covid-19 dengan cakupan lebih luas," tutup Bamsoet.

Seperti diketahui, data kasus positif Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan lonjakan jumlah pasien. DKI Jakarta yang menjadi episentrum utama kasus Covid-19 di Indonesia memiliki angka kasus terbanyak.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengungkapkan aktivitas penyelidikan epidemiologi yang dilakukan melalui penelusuran kasus telah mengumpulkan 7.193 spesimen.

"Yang harus kami lakukan tetap, yakni mencari dan mencari kasus positif di tengah masyarakat," kata Yurianto dalam konferensi pers pada Kamis sore, yang disiarkan BNPB.

Baca Juga:

Guru Besar Statistika UGM Prediksi Wabah COVID-19 Berakhir Mei 2020

"Dengan penemuan kasus positif, kami bisa melakukan isolasi dan karantina agar tidak terjadi penularan ke orang lain," tambah dia.

Amerika Serikat, Italia dan Spanyol masih menjadi tiga negara dengan jumlah kasus positif Covid-19 yang terbanyak di dunia. Sedangkan jumlah kematian tertinggi akibat penyakit Covid-19 terjadi di Italia, Spanyol dan Perancis.

Sebagai catatan, Spanyol saat ini sekaligus menjadi negara dengan jumlah pasien Covid-19 yang berhasil sembuh terbanyak kedua di dunia (setelah China). Di Spanyol, 22. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH