Pemerintah Buka Suara Soal Jumlah Positif Corona Kerap Melonjak Drastis Juru Bicara Pemerintah Penananganan COVID-19 Achmad Yurianto. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

MerahPutih.com - Tren kasus positif virus corona atau COVID-19 dalam dua hari ini mengalami pelonjakan. Per Kamis (14/5), terjadi penambahan 568 kasus baru.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan, melonjaknya angka positif lantaran di beberapa daerah terdapat proses panjang dalam melakukan pemeriksaan virus corona.

Baca Juga:

Sempat Molor Pendistribusian, Pimpinan DPRD Apresiasi Bansos Anies Tahap kedua

"Kalau dilihat sebaran kenaikan hari ini atau kemarin, kita akan melihat bahwa daerah punya gap pemeriksaan cukup jauh dan panjang akan meningkat dengan cepat," kata Yurianto dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB Jakarta, Kamis (14/5).

Akumulasi angka, kata Yurianto, disebabkan lantaran adanya keterbatasan penerbangan. Tetapi kini, sudah dapat diatasi masing-masing wilayah.

"Sehingga pada hari ini tidak ada penambahan karena seluruhnya sudah diperiksa kemarin. Kemudian kasus sembuh meningkat 231 orang menjadi 3.518 orang. Kasus meninggal bertambah 15 orang, sehingga menjadi 1.043 orang," tutur Yurianto.

Yurianto mencontohkan seperti yang terjadi di Sulawesi Tenggara (Sultra). Menurutnya, di wilayah ini mengalami peningkatan 91 orang, lantaran berkaitan proses pemeriksaan spesimen.

"Sebagai contoh untuk Sulawesi Tenggara, mendapatkan kenaikan 91 orang. Ini karena spesimen yang semula rencananya dikirim ke Makassar, bisa diperiksa ke tempat itu," ucap Yurianto.

Petugas melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) Corona masal di GOR Pangukan, Sleman, D.I Yogyakarta, Selasa (12/5/2020). Menurut data Dinkes Sleman berdasarkan pendaftaran RDT massal Corona klaster swalayan Indogrosir Sleman, jumlah pendaftar yang memenuhi persyaratan untuk melakukan RDT tercatat sebanyak 1.422 orang. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.)
Petugas melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) Corona masal di GOR Pangukan, Sleman, D.I Yogyakarta, Selasa (12/5/2020). Menurut data Dinkes Sleman berdasarkan pendaftaran RDT massal Corona klaster swalayan Indogrosir Sleman, jumlah pendaftar yang memenuhi persyaratan untuk melakukan RDT tercatat sebanyak 1.422 orang. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.)

Ia mengingatkan masyarakat bahwa penyebaran virus corona terjadi dari manusia ke manusia.

"Kita tak lagi berpikir untuk menghindari kerumunan, tetapi kita berpikir untuk tidak membuat kerumunan, ini yang disebut kesadaran kolektif. Bukan hanya hindari kerumunan, tetapi membuat komitmen tak buat kerumunan," ucap Yuri.

Yuri menjelaskan, jika ada kepentingan mendesak di suatu tempat secara kolektif, maka harus ditentukan jarak fisiknya. Sehingga muncul tekad bersama dalam melaksanakan pencegahan penularan COVID-19.

"Secara kolektif masyarakat sadar bahwa risiko harus dikurangi dengan lakukan hal-hal tak perlu, aktivitas tak perlu," kata Yuri.

?Ia mengungkapkan, saat ini penularan virus corona bukan lagi dari kasus imported case atau orang yang baru pulang dari luar negeri maupun daerah endemik. Penularan lokal saat ini telah terjadi.

"Sumber penularan di tengah masyarakat, orang yang bawa penyakit namun dirinya tak merasakan ada keluhan apa pun. Kalau ada keluhan minimal sekali, sehingga dia tak merasakan sakit. Ini yang menjadi sumber penularan," ungkapnya.

Baca Juga:

Pemprov DKI: 96.748 Rapid Test, 3.703 Terkonfirmasi Positif Corona

Berdasarkan data yang dihimpun Kamis ( 14/5) pemerintah hingga pukul 12.00 WIB, ada penambahan 568 kasus baru COVID-19. Sehingga secara akumulatif ada 16.006 kasus positif COVID-19.

Berdasarkan data yang dipaparkan Yuri, kasus baru pasien positif COVID-19 tersebar di 26 provinsi. Kasus terbanyak terjadi di DKI Jakarta dengan 134 kasus baru. Setelah itu, disusul oleh Sumatera Selatan dengan 119 kasus baru dan Jawa Timur dengan 91 kasus baru.

Sementara itu, penularan COVID-19 secara keseluruhan hingga saat ini terjadi di 382 kabupaten/kota yang berada di 34 provinsi.

Yuri melanjutkan, pemerintah juga mencatat ada penambahan 231 pasien yang telah dinyatakan sembuh.

"Dengan demikian, total pasien sembuh ada 3.518 orang," tutur Yuri. (Knu)

Baca Juga:

Calon Penumpang Pesawat Tetap Wajib Patuhi Aturan PSBB

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mata Pelajaran Pendidikan Agama Bakal Merger dengan PKN?
Indonesia
Mata Pelajaran Pendidikan Agama Bakal Merger dengan PKN?

Kemendikbud memang melakukan kajian terkait penyederhanaan kurikulum, tetapi belum ada keputusan apapun.

Diduga Terlibat Kasus Penganiayaan, Dua Aktivis Asal Papua Ditangkap Polisi
Indonesia
Diduga Terlibat Kasus Penganiayaan, Dua Aktivis Asal Papua Ditangkap Polisi

Laporan dugaan penganiayaan dibuat oleh Rajut Patiray

Per Senin (21/12), Penambahan Kasus Baru COVID-19 DKI Capai 1.151 Jiwa
Indonesia
Per Senin (21/12), Penambahan Kasus Baru COVID-19 DKI Capai 1.151 Jiwa

Dengan positivity rate 9,9 persen, penambahan kasus positif hari ini sebanyak 1.151 jiwa.

[HOAKS atau FAKTA] Majalah Italia di Tahun 1962 Sudah Ramalkan Bakal Terjadi Pandemi Corona
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Majalah Italia di Tahun 1962 Sudah Ramalkan Bakal Terjadi Pandemi Corona

Ia menambahkan narasi yang salah yang menimbulkan kesimpulan keliru.

Penumpang Naik 20 Persen di Libur Panjang, Operator Diminta Tambah Frekuensi
Indonesia
Penumpang Naik 20 Persen di Libur Panjang, Operator Diminta Tambah Frekuensi

Saat ini masih ada ruang untuk bisa menambah jadwal operasi dan frekuensi perjalanan. Pasalnya kapasitas penumpang kereta api dan pesawat terbang telah ditetapkan maksimal 70 persen.

Kutip Trisila dan Ekasila Bung Karno, Teno Ingin Bumikan Gotong Royong Bukan Ubah Pancasila
Indonesia
Kutip Trisila dan Ekasila Bung Karno, Teno Ingin Bumikan Gotong Royong Bukan Ubah Pancasila

Padahal, tidak satu katapun yang terucap dari paslon nomor urut 2 itu tentang idenya mengganti Pancasila.

Kasus COVID-19 di India Capai 4,3 Juta
Dunia
Kasus COVID-19 di India Capai 4,3 Juta

India melaporkan 89.706 kasus baru COVID-19 pada Rabu (9/9).

Aksi Penusukan Plt Kadis Parekraf DKI Jakarta Diduga Terencana
Indonesia
Aksi Penusukan Plt Kadis Parekraf DKI Jakarta Diduga Terencana

"Ya (diduga direncanakan) karena belati pun sudah dibawa dari rumah," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Azis Andriansyah

Jokowi Diingatkan Soal Janji Pemerintah Beri Intensif Kepada Industri Pers
Indonesia
Jokowi Diingatkan Soal Janji Pemerintah Beri Intensif Kepada Industri Pers

Hal ini adalah salah satu kesimpulan konvensi nasional media massa yang diselenggarakan oleh PWI

Anak dan Lansia Penuhi CFD, Polisi Bakal Lakukan Evaluasi
Indonesia
Anak dan Lansia Penuhi CFD, Polisi Bakal Lakukan Evaluasi

Maraknya anak-anak dan lansia ini yang bakal jadi bahan evaluasi. Apalagi sampai ada anak yang hilang dari orang tuanya.