Pemerintah Buka Posko yang Manusiawi di Natuna, Mahfud: Tidak Menakutkan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD di kantornya (Antaranews/Syaiful Hakim)

Merahputih.com - Pemerintah berencana akan membuka posko-posko yang lebih alamiah dan manusiawi di Natuna, Kepulauan Riau.

Pembentukan posko itu merupakan usul dari masyarakat Natuna setelah Natuna dijadikan tempat karantina bagi 283 WNI yang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok, karena virus corona.

"Maksudnya begini tidak menakutkan lah. Bukan tidak manusiawi dalam arti kejam," ujar Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD di kantornya, Selasa (4/2).

Baca Juga:

Masih Suka Begadang? Hati-Hati Otak Bisa Memakan Selnya Sendiri!

"Tapi misalnya posko-posko di mana orang bekerja seperti biasa tidak seperti memakai masker atau apa gitu yang diusulkan tadi oleh teman-teman dari Natuna," kata dia.

Mahfud mengakui warga Natuna sempat berdemonstrasi menolak kehadiran ratusan warga Indonesia yang dipulangkan dari Tiongkok di sana, namun akhirnya hal itu bisa redam setelah sejumlah upaya komunikasi dan pendekatan dilakukan secara formal dan informal.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. ANTARA/Syaiful Hakim/pri. (Antara Foto/Syaiful Hakim)

Hal itu terjadi lantaran adanya keterlambatan informasi kepada warga Natuna terkait pemilihan lokasi WNI dari Wuhan, sehingga muncul penolakan dari warga sekitar.

"Memang terjadi semacam bukan miskomunikasi ya, keterlambatan informasi, karena perkembangan berlangsung begitu cepat sehingga pemerintah begitu mendapat lampu hijau untuk memulangkan saudara-saudara kita WNI dari Wuhan, RRT itu langsung bekerja cepat dan memutuskan mengambil tempat di Natuna," kata Mahfud.

Baca Juga:

Secangkir Kopi untuk Kencan di New York

Ia menambahkan, Natuna dianggap tempat paling mudah, paling aman, dan dekat dengan instalasi militer untuk dilakukan sesuatu secara cepat. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH