Pemerintah Bisa Gunakan Peta Mobilitas Warga dan Persebaran COVID-19 Bikinan Akademisi UI Warga bersepeda pada masa transisi PSBB di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (8/11/2020). ANTARA FOTO/ Reno Esnir/foc (ANTARA/RENO ESNIR)

Merahputih.com - Akademisi lintas fakultas Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam Tim Sinergi Mahadata UI Tanggap COVID-19 membuat peta mobilitas warga dan persebaran kasus COVID-19 di Indonesia dengan menggunakan data dari Facebook.

Ketua Peneliti Prof. Dr. dr. Budi Wiweko mengatakan bahwa peta yang bisa diakses melalui laman resmi Sinergi Mahadata UI tersebut dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan pengendalian COVID-19 di Indonesia.

"Peta ini bertujuan untuk menilai indeks mobilitas masyarakat serta penambahan kasus harian COVID-19 di daerah yang memberlakukan PSBB maupun tidak, serta melakukan pemetaan geospasial secara semi real-time," ujar Budi dikutip Antara, Selasa (10/11).

Baca Juga:

Pemprov DKI: Angkutan AKAP Alami Kenaikan Penumpang saat PSBB Transisi

Wakil Direktur Pengembangan Bisnis dan Inovasi Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) Fakultas Kedokteran UI itu mengatakan, pemerintah pusat dan daerah bisa menggunakan peta tersebut untuk mengevaluasi kebijakan terkait pengendalian mobilitas masyarakat dan efektivitasnya dalam menurunkan kasus COVID-19.

"Peta dapat pula menjadi sumber data dalam mengevaluasi strategi physical distancing (menjaga jarak) dalam menurunkan kasus COVID-19," ucap dia.

Peta mobilitas dan persebaran COVID-19 Tim Sinergi Mahadata UI dibuat berdasarkan data pengguna aplikasi Facebook yang mengizinkan riwayat lokasinya dicatat, yang dibagikan melalui program Facebook Data for Good.

Data-data tersebut kemudian diagregasi secara anonim sehingga individu yang membagi datanya tidak bisa ditelusuri.

"Selain itu pada data yang diagregasi juga dilakukan spatial smoothing dan penambahan random noise untuk menjaga kerahasiaan data," beber penggagas peta mobilitas dan Wakil Ketua Tim Peneliti dr. Damar Susilaradeya.

Pemeriksaan COVID-19 di tempat wisata Jawa Barat. (Foto: MP/Dok Humas Jabar)

Peneliti dari IMERI Fakultas Kedokteran UI itu mengatakan, peta tersebut menyediakan data perubahan mobilitas dan persentase kepatuhan warga untuk tinggal di rumah saja.

Ia mengatakan, peta mobilitas juga merekam penambahan harian kasus COVID-19 di tingkat provinsi berbasis data dari KawalCovid. Peta mobilitas antara lain menunjukkan mobilitas warga pada hari raya keagamaan dan hari libur.

Dari peta itu bisa diketahui bahwa pada 29 Oktober 2020, saat libur dan cuti bersama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kepatuhan warga tinggal di rumah tinggi di Kalimantan Utara, DKI Jakarta, dan Sulawesi Barat. Sedangkan tingkat kepatuhan warga tinggal di rumah di Kepulauan Bangka Belitung, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta tergolong rendah.

Baca Juga:

PSBB Proporsional Bodebek Diperpanjang hingga 25 November 2020

Damar mengemukakan, pentingnya komunikasi risiko yang baik untuk mengurangi bias optimisme dan mengubah persepsi hambatan dalam menjalankan protokol kesehatan untuk mengendalikan penularan COVID-19.

Pemerintah perlu menekankan pesan kunci bahwa siapapun bisa terkena COVID-19 dan mematuhi protokol kesehatan lebih nyaman daripada sakit karena COVID-19. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemendagri Tegaskan Pilkada Serentak Tetap Diadakan pada 2024
Indonesia
Kemendagri Tegaskan Pilkada Serentak Tetap Diadakan pada 2024

Kementerian Dalam Negeri menegaskan, Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024 merupakan amanat dan konsisten dengan undang-undang yang ada.

Tekan Penyebaran COVID-19, Ratusan Masker Dibagikan di Kawasan Menteng
Indonesia
Tekan Penyebaran COVID-19, Ratusan Masker Dibagikan di Kawasan Menteng

Pembagian difokuskan di kawasan stasiun, pasar, dan fasilitas publik yang menjadi tempat keramaian.

8 Poin Pegangan Wajib Kapolda Hingga Kapolres Saat Amankan Kunker Jokowi
Indonesia
8 Poin Pegangan Wajib Kapolda Hingga Kapolres Saat Amankan Kunker Jokowi

Surat telegram Kapolri disampaikan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono pada Rabu (15/9) malam

Update Kasus Corona DKI Kamis (12/11): 115.174 Positif, 106.189 Orang Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Kamis (12/11): 115.174 Positif, 106.189 Orang Sembuh

Pemprov DKI Jakarta menyampaikan perkembangan terkini kasus corona di ibu kota, Kamis (12/11).

6 Gedung Sekolah Jadi Tempat Isolasi Terpusat, MPLS di Solo Dilakukan Daring
Indonesia
6 Gedung Sekolah Jadi Tempat Isolasi Terpusat, MPLS di Solo Dilakukan Daring

Sebanyak enam gedung sekolah di Solo, Jawa Tengah, dimanfaatkan sebagai tempat isolasi mandiri akibat banyaknya warga terpapar.

[Hoaks atau Fakta]: Hakim Penolak Banding Rizieq Yang Ngurangin Hukuman Djoko Tjanda
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Hakim Penolak Banding Rizieq Yang Ngurangin Hukuman Djoko Tjanda

Kasus HRS pertama kali disidang dan diadili oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada tanggal 27 Mei 2021. Dalam putusannya, HRS harus menanggung hukuman 8 bulan penjara.

Pemadanan Data Kemensos Rampung, Pemprov DKI Kembali Salurkan BST
Indonesia
Pemadanan Data Kemensos Rampung, Pemprov DKI Kembali Salurkan BST

Dinas Sosial DKI Jakarta kembali menyalurkan dana Bantuan Sosial Tunai tahap 5 dan 6 yang diberikan kepada 124 Keluarga Penerima Manfaat.

Ketum Muhammadiyah: PPN Pendidikan Bertentangan dengan Konstitusi
Indonesia
Ketum Muhammadiyah: PPN Pendidikan Bertentangan dengan Konstitusi

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menolak pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk bidang pendidikan. Menurutnya, rencana ini bertentangan dengan konstitusi dan tidak boleh diteruskan.

Selain Corona, Ratusan Ribu Nyawa Anak Bangsa Juga Terancam Narkoba
Indonesia
Selain Corona, Ratusan Ribu Nyawa Anak Bangsa Juga Terancam Narkoba

Selain menghadapi ancaman akibat COVID-19, ribuan warga di Jabodetabek juga terancam akibat adanya peredaran narkotika.

AHY Nyatakan Perang Terbuka Terhadap Moeldoko
Indonesia
AHY Nyatakan Perang Terbuka Terhadap Moeldoko

AHY menegaskan dirinyalah pimpinan tertinggi PD