Pemerintah Belum Berpikir Bubarkan OJK Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Foto: setkab).

MerahPutih.com - Pemerintah memastikan bakal menggabungkan dan menghapus lembaga yang tugasnya bisa dilakukan kementerian. Paling tidak, ada 18 lembaga yang direncanakan akan dibubarkan terutama lembaga yang dinaungi payung hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP) atau Peraturan Presiden (Perpres). Sedangkan lembaga yang sudah dinaungi UU belum dikaji untuk dibubarkan.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, salah satu lembaga yang dianaungi UU adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga lembaga ini, tidak termasuk ke dalam lembaga negara yang sedang dipertimbangkan untuk dibubarkan.

“OJK itu lembaga yang ada di bawah Undang-Undang. Itu pasti area bermainnya bukan di pemerintahan. Yang di bawah UU belum kesentuh,” kata Moeldoko di lingkungan Istana Kepresidenan seperti dilansir Kantor Berita Antara, di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2020.

Baca Juga:

Jumlah Pasien COVID-19 Meninggal Bangka Belitung Terendah di Indonesia

Ia meluruskan berbagai kabar yang menyebutkan salah satu fungsi pengawasan dan pengaturan industri keuangan di OJK akan dikembalikan kepada Bank Indonesia (BI). Saat ini pemerintah pusat ingin setiap lembaga negara fokus pada tugasnya masing-masing sesuai perundang-undangan, termasuk pada tugas untuk mengurangi beban masyarakat dari tekanan pandemi COVID-19.

Presiden Jokowi mengungkapkan ada 18 lembaga negara yang akan dibubarkan dalam waktu dekat. Perampingan lembaga negara juga ditujukan untuk menyederhanakan dan memudahkan proses administrasi agar birokrasi semakin efektif dan efisien.

Baca Juga:

Surya Anta Bongkar Kondisi Rutan Salemba, Ini Respons Anak Buah Yasonna

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Partai Disarankan Tak Calonkan Mantan Pecandu Narkoba, Ini Alasannya
Indonesia
Partai Disarankan Tak Calonkan Mantan Pecandu Narkoba, Ini Alasannya

MK menyebut bahwa pemakai narkoba dilarang mencalonkan diri sebagai kepala daerah

Tertua di Dunia, Lukisan Berusia 45.500 Tahun Ditemukan di Sulawesi
Indonesia
Tertua di Dunia, Lukisan Berusia 45.500 Tahun Ditemukan di Sulawesi

Gambar babi kutil di Leang Tedongnge, Sulawesi Selatan sebagai lukisan gua tertua di dunia yang berusia sekitar 45.500 tahun.

Demokrat: 2 Bulan ke Depan Masa Sangat Rawan COVID-19 Bagi Republik Ini
Indonesia
Demokrat: 2 Bulan ke Depan Masa Sangat Rawan COVID-19 Bagi Republik Ini

Daerah sudah habis-habisan APBD digunakan untuk penanganan COVID-19

Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh, AP II Bikin Tiga Posko
Indonesia
Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh, AP II Bikin Tiga Posko

Posko ketiga juga dibuka di Bandara Supadio, Pontianak

Tambah Tersangka, Hasutan di Grup WhatsApp Jadi Pemicu Pembubaran Midodareni
Indonesia
Tambah Tersangka, Hasutan di Grup WhatsApp Jadi Pemicu Pembubaran Midodareni

Saat ini polisi mengamankan 12 pelaku, 8 diantaranya ditetapkan sebagai tersangka. Para tersangka dikenakan pasal 160 KUHP dan atau pasal 335 KUHP.

Lomba Agustusan Diminta Kedepankan Pendekatan Virtual
Indonesia
Lomba Agustusan Diminta Kedepankan Pendekatan Virtual

3M itu adalah protokol yang nyata saat perayaan HUT Ke-75 RI

640 Pasien Corona Masih Jalani Perawatan di RS Darurat Wisma Atlet
Indonesia
640 Pasien Corona Masih Jalani Perawatan di RS Darurat Wisma Atlet

Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet mencatat total pasien yang tengah menjalani perawatan terus menurun.

Usai RS UMMI Dilaporkan Polisi, Rizieq Keluar dari RS
Indonesia
Usai RS UMMI Dilaporkan Polisi, Rizieq Keluar dari RS

Rumah Sakit Ummi Bogor juga telah dilaporkan ke Polresta Bogor Kota oleh Satgas COVID-19 Kota Bogor pada Jumat (27/11).

Din Syamsuddin Tantang Jokowi Realisasikan Perombakan Kabinet
Indonesia
Din Syamsuddin Tantang Jokowi Realisasikan Perombakan Kabinet

"Maka rakyat akan menunggu realisasinya," ujar Din

Besok, Dewas KPK Putuskan Nasib Firli Bahuri
Indonesia
Besok, Dewas KPK Putuskan Nasib Firli Bahuri

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) bakal menggelar sidang pembacaan putusan dua terperiksa dugaan pelanggaran etik.