Pemerintah Belanda Ogah Bantu Pembobol BNI Maria Lumowa Maria Pauline Lumowa (tengah) dihadirkan saat rilis kasus pembobolan kas Bank BNI di gedung Bareskrim Polri. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.

MerahPutih.com - Kedutaan Besar (Kedubes) Belanda memastikan tidak memberi bantuan pendampingan hukum terhadap pelaku pembobolan kas PT Bank Negara Indonesia (Tbk) Maria Pauline Lumowa.

Kedubes Belanda hanya menyodorkan daftar nama pengacara yang biasa digunakan oleh Kedubes Belanda. Maria memang telah berpindah kewarganegaraan di Indonesia menjadi warga negara Belanda.

Baca Juga:

Masih Ada Buron Lain, Penegak Hukum Diminta Tak Berpuas Diri Usai Tangkap Maria Lumowa

"Kemudian terakhir sampai tadi malam sudah ada kepastikan bahwa Kedubes Belanda tidak akan memberikan bantuan hukum, cuma memberikan lis selama ini pengacara-pengacara yang dipakai Kedubes Belanda," ujar Karopenmas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan, Sabtu (18/7).

Daftar lis pengacara dari Kedubes Belanda tersebut lantas diteruskan ke Maria. Saat ini, Maria masih mempertimbangkan nama-nama pengacara tersebut.

"Tadi malam minta waktu pikir-pikir koordinasi dengan keluaganya, mana yang akan dipilih. Sejauh ini-itu, tentunya nanti kalau sudah cepat kita akan segera dilakukan BAP," jelas Awi.

"Kalaupun nanti tidak ada pilihan lain, tentunya opsi terakhir ya kita penyidik punya kewajiban untuk menyediakan pengacara," katanya.

Tersangka Maria Pauline Lumowa dihadirkan saat rilis kasus pembobolan kas Bank BNI di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bareskrim Polri akan menerapkan pasal tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang terhadap tersangka kasus pembobolan kas Bank BNI lewat Letter of Credit (L/C) fiktif, Maria Pauline Lumowa. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.
Tersangka Maria Pauline Lumowa dihadirkan saat rilis kasus pembobolan kas Bank BNI di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bareskrim Polri akan menerapkan pasal tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang terhadap tersangka kasus pembobolan kas Bank BNI lewat Letter of Credit (L/C) fiktif, Maria Pauline Lumowa. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.

Pasca ditangkap, Maria belum diperiksa karena belum didampingi pengacara.

Awi mengaku pihaknya tak khawatir terhadap masa kedaluwarsa kasus ini yang bakal habis pada Oktober 2021.

Sebab, kata Awi, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 14 saksi. Sebanyak 14 saksi tersebut meliputi rekan-rekan Maria yang telah divonis oleh pengadilan serta dari pihak Bank BNI46. Para saksi tersebut telah dikantongi keterangannya oleh penyidik.

"Kedaluwarsa habis Oktober kapan? Tahun depan. Ya tidak apa, kita akan proses ini, sudah 14 saksi kita lakukan pemeriksaan. Termasuk teman-temannya dulu si tersangka kan sudah di vonis semua. Kita sudah lakukan pemeriksaan termasuk dari BNI 46," ucap mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Kasus berawal pada periode Oktober 2002 ketika BNI mengucurkan pinjaman senilai USD136 juta dan EUR56 juta atau setara Rp1,7 triliun dengan kurs saat itu, kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Baca Juga:

Maria Lumowa Tolak Diperiksa, Ada Apa?

Pada Juni 2003, BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor.

Sejak Desember 2003, Maria menjadi buronan atau sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri.

Pada 2010 dan 2014, pemerintah Indonesia sempat mengajukan ekstradisi ke pemerintah Belanda mengingat Maria sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979. Namun, tidak diterima dan ditawarkan agar proses hukumnya dilakukan di Belanda saja. (Knu)

Baca Juga:

Maria Lumowa Emoh Didampingi Pengacara Lokal, Polri 'Colek' Kedubes Belanda

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Empat Pemudik yang Provokasi Terobos Barikade Petugas Diciduk
Indonesia
Empat Pemudik yang Provokasi Terobos Barikade Petugas Diciduk

Kejadian itu bermula saat para pemudik diputar balik karena tidak mampu menunjukkan persyaratan perjalanan ke luar daerah

Pasien Usia 95 Tahun di Pontianak Sembuh dari COVID-19
Indonesia
Pasien Usia 95 Tahun di Pontianak Sembuh dari COVID-19

Tadjeri Soelaiman (95), satu di antara tujuh pasien lanjut usia dinyatakan sembuh dari COVID-19 dan diperbolehkan pulang ke rumah.

Mulai Jam 3 Sore hingga 7 Malam, KRL Tidak Berhenti di Stasiun Tanah Abang
Indonesia
Mulai Jam 3 Sore hingga 7 Malam, KRL Tidak Berhenti di Stasiun Tanah Abang

Direktur Niaga PT KAI Dadan Rudiansyah mengatakan, pihaknya akan meniadakan keberangkatan dan pemberhentian kereta di Stasiun Pasar Tanah Abang pada pukul 15.00 sampai 19.00 WIB.

Pemerintah Tambah 8 Aturan Turunan UU Cipta Kerja
Indonesia
Pemerintah Tambah 8 Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Hingga saat ini sebanyak 19 Rancangan PP dan empat Perpres telah selesai diharmonisasi dan siap diundangkan, sedangkan 21 peraturan pelaksana sisanya masih dalam proses dan hampir selesai.

Dua Kali Disuntik Vaksin, Sekda Kota Bandung Terjangkit COVID-19
Indonesia
Dua Kali Disuntik Vaksin, Sekda Kota Bandung Terjangkit COVID-19

Hal itu menunjukkan bahwa vaksin tidak menjamin seseorang tidak terpapar COVID-19. Sehingga vaksinasi harus dibarengi dengan penggunaan protokol kesehatan.

Yudian Wahyudi Berharap RUU BPIP Segera Disahkan Jadi Undang-Undang
Indonesia
Yudian Wahyudi Berharap RUU BPIP Segera Disahkan Jadi Undang-Undang

RUU BPIP meniadakan pasal-pasal kontroversial

Prihatin Bom Gereja Makassar, Wagub DKI: Ibu Kota Biasanya Jadi Target
Indonesia
Prihatin Bom Gereja Makassar, Wagub DKI: Ibu Kota Biasanya Jadi Target

Ahmad Riza Patria prihatin dengan peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) kemarin.

DKI Tunggu Putusan Pusat Terkait Pencairan Bantuan Tunai PPKM Darurat
Indonesia
DKI Tunggu Putusan Pusat Terkait Pencairan Bantuan Tunai PPKM Darurat

Ada usulan tambahan anggaran PEN sebesar Rp 225,4 triliun, yang berkaitan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Digitalisasi Bisa Jadi Jalan Keluar dari Middle Income Trap
Indonesia
Digitalisasi Bisa Jadi Jalan Keluar dari Middle Income Trap

Mendukung upaya adopsi teknologi digital, pemerintah berencana membangun infrastruktur digital dengan perluasan 4G di seluruh desa yang belum terjangkau 4G

Ratusan Kendaraan Diputar Balik saat Masuki Kawasan Puncak
Indonesia
Ratusan Kendaraan Diputar Balik saat Masuki Kawasan Puncak

Sebanyak 280 kendaraan mengarah ke Puncak, Bogor diputar balik di Simpang Gadog.