Pemerintah Beberkan Bahaya Unduh Aplikasi PeduliLindungi dari Tautan WhatsApp QR Code PeduliLindungi. (Foto: Antara)

Merahputih.com - Pemerintah mewanti-wanti masyarakat untuk jangan mengunduh aplikasi ponsel pintar PeduliLindungi dari tautan yang tersebar di aplikasi pesan instan WhatsApp.

Imbauan disampaikan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), sekaligus mengingatkan masyarakat mengunduh aplikasi ponsel pintar PeduliLindungi hanya dari sumber resmi seperti App Store dan Google Playstore.

"Jangan mengunduh dari link yang mengaku akses PeduliLindungi lewat Whatsapp Grup," kata Tenaga Ahli Kemenkominfo Devie Rahmawati, kepada wartawan, Kamis (9/9).

Baca Juga:

STRP tak Berlaku Lagi, Syarat Perjalanan Diganti Aplikasi PeduliLindungi

Menurut dia, bisa saja tautan dari link tersebut rawan disalahgunakan. "Ternyata link dari orang yang tak bertanggung jawab untuk mengambil data pribadi," imbuh dia.

Devie melanjutkan, persoalan keamanan data dari aplikasi PeduliLindungi sebenarnya berawal dari diri masyarakat. Masih dari keterangannya, banyak dari masyarakat yang justru memamerkan data pribadi yang bisa digunakan sembarangan oleh pihak tak bertanggung jawab.

"Kasus sebelumnya bukan karena sistem PeduliLindungi tidak aman. Tetapi memang ada orang yang mengambil data orang lain untuk mengakses fitur PeduliLindungi," tuturnya.

pedulilindungi
QR Code PeduliLindungi. (Foto: MP/Ismail))

Devie mengungkapkan, keamanan data di PeduliLindungi harus dimulai dari masyarakat agar tidak sembarangan swafoto dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Atau menempatkan Kartu Keluarga (KK) di sembarang tempat. "Perilaku semacam ini merupakan bentuk dari ketidakwaspadaan diri," tutupnya.

Hingga sekarang, aplikasi PeduliLindungi memiliki 39.886.900 pengguna dan telah digunakan di fasilitas publik oleh 22 juta warga. Adapun fitur dalam aplikasi itu sudah digunakan di 4.637 titik lokasi. Di antaranya stasiun, gedung, lokasi perkantoran dan industri, hotel, mal, dan fasilitas olahraga.

Titik layanan PeduliLindungi akan diperluas bertahap ke enam sektor prioritas. Seperti sektor perdagangan, pariwisata, transportasi, keagamaan, perkantoran, dan pabrik. (Knu)

Baca Juga:

Kemendagri Minta Pengembang Aplikasi PeduliLindungi Gunakan 'Two Factors Aunthetication'

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pimpinan DPRD DKI Tegaskan Penjamin Rizieq Enggak Harus Anies
Indonesia
Pimpinan DPRD DKI Tegaskan Penjamin Rizieq Enggak Harus Anies

Hingga saat ini setidaknya ada tiga politisi, yang siap menjadi penjamin penangguhan penahanan Rizieq Shihab

Olimpade Tokyo: Pasangan Tiongkok Kandaskan Praveen/Melati Dua Gim Langsung
Indonesia
Virus COVID-19 Varian Baru Ditemukan di Singapura
Dunia
Virus COVID-19 Varian Baru Ditemukan di Singapura

Singapura melakukan pengurutan genom virus untuk kasus terkonfirmasi COVID-19, yang tiba dari Eropa baru-baru ini.

Tunjukkan Ketaatan Hukum, Rizieq Diminta Hadir di Polda Metro
Indonesia
Tunjukkan Ketaatan Hukum, Rizieq Diminta Hadir di Polda Metro

Penyidik sudah melayangkan surat panggilan kedua, langsung ke kediaman Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat.

Usai Tuding Anies Terima Gratifikasi Rumah, Denny Siregar Diminta Tobat
Indonesia
Usai Tuding Anies Terima Gratifikasi Rumah, Denny Siregar Diminta Tobat

Rumah itu bukan berada di kawasan Kebayoran Baru

Vaksin Keliling Senin (23/8), Ada 13 Titik Sasaran
Indonesia
Vaksin Keliling Senin (23/8), Ada 13 Titik Sasaran

Program vaksinasi keliling ini menyasar anak-anak, dewasa, dan lansia untuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Ketua DKPP Bercita-cita Seluruh Penyelenggara Pemilu Jaga Integritasnya
Indonesia
Ketua DKPP Bercita-cita Seluruh Penyelenggara Pemilu Jaga Integritasnya

Terhitung sejak 23 Maret 2020 hingga 7 Juni 2021, DKPP telah menerima sebanyak 398 pengaduan

Lima Pelaku Pungli Viral di Penyekatan Tol Palembang-Lampung Ditangkap
Indonesia
Lima Pelaku Pungli Viral di Penyekatan Tol Palembang-Lampung Ditangkap

Lima tersangka pelaku pungutan liar (pungli) di pos penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada pintu masuk ruas jalan tol Kramasan Palembang (Sumatera Selatan)-Lampung ditangkap oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel.

Sindir Abu Janda, Romo Benny Minta Masyarakat Beretika di Media Sosial
Indonesia
Sindir Abu Janda, Romo Benny Minta Masyarakat Beretika di Media Sosial

Pernyataan ini terkait dengan ucapan bernada rasis yang diduga dilakukan oleh aktivis Permadi Arya atau Abu Janda terhadap eks komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

Dites Swab Dadakan, Pengemudi Ojol di Stasiun Sudirman Reaktif COVID-19
Indonesia
Dites Swab Dadakan, Pengemudi Ojol di Stasiun Sudirman Reaktif COVID-19

Pengemudi ojol itu merupakan warga Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan