Pemerintah Bakal Lebih Agresif Dalam Penyaluran Bansos Menko PMK Muhajir Effendi saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas, Senin (18/5). (Foto: Humas/Ibrahim).

MerahPutih.com - Pemerintah terus melakukan evaluasi penyaluran bantuan sosial. Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mengakui, jika ada beberapa masalah yang perlu diperbaiki terutama percepatan pemenuhan pagu 20 juta penerima sembako dan percepatan penyaluran Kartu Keluarga Sejahtera pada 1,1 juta penerima program sembako perluasan.

Menteri Koordinator PMK Muhajir Effendi mengatakan, adapun provinsi yang perlu dipercepat penyaluran sembako, adalah Provinsi Papua Barat dan Papua. Secara keseluruhan, pencapaian progres bansos antara 80 sampai 100 persen.

Ia mengatakan, adanya peningkatan dalam penyaluran karena kerjasama yang baik antara pemerintah daerah melalui Menteri Dalam Negeri, kemudian perbaikan dalam proses penetapan sasaran dan penyaluran, juga kerja keras dari jajaran Kementerian Sosial dan Kementerian Desa.

Baca Juga:

Pemda Punya Cadangan Rp23 Triliun Buat Tangani Pandemi

Dari data saat ini, sudah ada 73.184 desa yang menerima Dana Desa atau 97,64 persen sehingga masih tersisa sekitar 3 persen yang belum ada. Dari 97,64 persen itu yang sudah tersalurkan, yang sudah tersalurkan artinya sudah menyalurkan kepada masyarakat itu ada 63.657 desa atau sekitar 90 persen dari total desa yang ada. Kalau yang dilihat dari yang menerima dana itu mencapai 85 persen.

"Kalau yang kalau terhitung dari seluruh total desa, sekitar 85 persen yang intinya masih perlu ada langkah-langkah yang lebih agresif agar target dari BLT Desa ini bisa mencapai 100 persen, "

penyaluran bantuan sosial
Penyaluran Bantuan Sosial (Foto: Kemensos).

Ia mengatakan, dalam masa Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), program nonreguler yang awalnya hanya sampai April-Juni 2020 atau tiga bulan, atas arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan diperpanjang hingga Desember 2020.

“Kecuali untuk BLT Desa untuk sementara hanya diperpanjang sampai bulan September 2020, adapun nilainya juga berkurang dari Rp600.000 menjadi Rp300.000 per bulan,” ujarnya.

Baca Juga:

107 Peserta Akan Ikut Uji Kompetensi Seleksi Pejabat Struktural KPK

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI Dikritik Nekat Bawa Jenazah Saefullah ke Balai Kota
Indonesia
Pemprov DKI Dikritik Nekat Bawa Jenazah Saefullah ke Balai Kota

"Seseorang yang positif Corona seharusnya langsung dibawa dan dimakamkan segera sesuai protokol kesehatan masa pandemi COVID 19," kata Tigor

Serang Balik Elite Partai Bikin Jokowi Sulit Ganti Menteri
Indonesia
Serang Balik Elite Partai Bikin Jokowi Sulit Ganti Menteri

Dengan penagaruh yang kuat tersebut, Jokowi tidak bisa serta merta melakukan perombakan kabinet, walaupun dia mempunyai hak prerogatif.

Polisi Belum Tutup Kasus Kematian Editor Metro TV
Indonesia
Polisi Belum Tutup Kasus Kematian Editor Metro TV

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menuturkan sejumlah fakta-fakta yang memperkuat dugaan bahwa Yodi melakukan bunuh diri.

DPR Bahas Omnibus Law, Muhammadiyah: Pelecehan Politik kepada Rakyat
Indonesia
DPR Bahas Omnibus Law, Muhammadiyah: Pelecehan Politik kepada Rakyat

Sejumlah elemen masyarakat telah menolak RUU Cipta Kerja.

Jakarta Dinilai 'Belum Pantas' Menerapkan New Normal
Indonesia
Jakarta Dinilai 'Belum Pantas' Menerapkan New Normal

Banyak kampung-kampung kumuh di Jakarta dengan sirkulasi udara tidak cukup baik

Update COVID-19 DKI Selasa (4/8): 22.909 Positif, 14.381 Orang Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 DKI Selasa (4/8): 22.909 Positif, 14.381 Orang Sembuh

Dari 466 kasus tersebut, 80 kasus akumulasi data dari hari sebelumnya yang baru dilaporkan

Pasien Ibu-Anak Sembuh Tak Berbarengan, Padahal Diisolasi Bersamaan
Indonesia
Pasien Ibu-Anak Sembuh Tak Berbarengan, Padahal Diisolasi Bersamaan

Meski sakit bersamaan, keduanya bisa sembuh dalam waktu berbeda

Wagub DKI Minta Pemerintah Tambah Waduk untuk Kendalikan Banjir di Jakarta
Indonesia
Wagub DKI Minta Pemerintah Tambah Waduk untuk Kendalikan Banjir di Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berharap kepada pemerintah pusat untuk menambahkan lagi bendungan atau waduk untuk mengendalikan banjir di ibu kota.

 Indonesia Kehilangan Jutaan Wisatawan Akibat Pandemi Corona
Indonesia
Indonesia Kehilangan Jutaan Wisatawan Akibat Pandemi Corona

“Kalau dihitung saja sih, mungkin kita kehilangan potensi kedatangan wisatawan asing itu sekitar empat juta lah,” kata Wishnutama, Kamis (28/5).

Lalu Lintas Jakarta Kembali 'Normal', Polisi Duga Perusahaan Ogah WFH Lagi
Indonesia
Lalu Lintas Jakarta Kembali 'Normal', Polisi Duga Perusahaan Ogah WFH Lagi

Volume kendaraan pada Hari Lebaran tahun ini di Jakarta juga diprediksi akan padat