Pemerintah Awasi Empat WNI Terpapar Virus Corona di Jepang Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin (tengah) saat memberikan keterangan pers di Istana Wapres Jakarta, Jumat (21-02-2020). ANTARA/Fransiska Ninditya

MerahPutih.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pemerintah menyiapkan opsi penggunaan KRI Soeharso untuk mengevakuasi 74 WNI yang dikarantina Jepang di kapal pesiar Diamond Princess.

Ma'ruf mengatakan, nantinya bagi WNI yang belum terpapar, pemulangan dapat dilakukan seperti WNI Wuhan sebelumnya. Yaitu dengan menempatkan di satu daerah.

Baca Juga:

Begini Kondisi Ratusan WNI di Kapal Westerdaam Pasca Terdeteksi Virus Corona

"Kalau yang sifatnya itu belum terpapar, belum positif, tentu mekanisme seperti yang lalu, yang Wuhan. Tidak terpapar dibawa ke satu daerah yang kaya kemarin," kata Ma'ruf kepada wartawan, Jumat (21/2).

Sedangkan bagi WNI yang telah terpapar, Ma'ruf menyebut Jokowi telah memberikan instruksi, dengan meminta Kedutaan Besar di Tokyo melakukan pengawasan hingga dinyatakan sembuh.

"Tapi kalau yang empat sudah terpapar, Presiden sudah instruksikan Kedutaaan Besar di Tokyo untuk memantau mengawasi, sampai sembuh. Karena sesuai protokol WHO, aturan WHO seperti yang sudah terpapar tidak boleh keluar yang di luar tidak boleh masuk seperti itu," kata Ma'ruf.

KRI dr Soeharso bersandar di Dermaga Komando Armada II Surabaya, Kamis (20/2/2020). ANTARA/Aditya Ramadhan
KRI dr Soeharso bersandar di Dermaga Komando Armada II Surabaya, Kamis (20/2/2020). ANTARA/Aditya Ramadhan

Ada dua opsi penjemputan WNI di Diamond Princess itu, yakni melalui perjalanan udara atau perjalanan laut dengan KRI dr Soeharso. Apabila penjemputan dilakukan dengan menggunakan KRI dr Soeharso, masa karantina terhadap WNI tersebut bisa dilakukan di dalam kapal jenis bantu RS itu.

"Jadi, masuk rumah sakit kapal laut, terapung, misalnya nanti sampai 14 hari dikarantina di kapal," katanya.

Baca Juga:

Mewabahnya Virus Corona Peluang Industri Farmasi Dalam Negeri Perkuat Diri

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyebutkan ada 78 WNI di dalam kapal pesiar Diamond Princess, empat di antaranya telah terdeteksi terkena Covid-19. Terhadap empat WNI yang terinfeksi COVID-19 itu akan terus dipantau Pemerintah melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) di Tokyo.

"Sesuai dengan protokol WHO (World Health Organisation), kalau yang sudah terpapar, tidak boleh keluar. Sementara itu, yang di luar, tidak boleh masuk ke sana," ujar Ma'ruf.

Pemerintah melalui KBRI di Tokyo juga terus melakukan komunikasi dengan WNI yang berada di kapal pesiar tersebut. Bantuan logistik juga didistribusikan untuk memastikan para WNI tersebut tetap dalam kondisi aman. (*)

Baca Juga:

Jemput WNI Karantina Virus Corona di Jepang, KRI Dr Soeharso Disiagakan


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH