Pemerintah Akui Kesulitan dalam Tracing COVID-19 Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat jumpa pers di Kantor Presiden, Kamis (24/9/2020). ANTARA

MerahPutih.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengakui, pihaknya masih kesulitan untuk melakukan tracing atau pelacakan kontak erat. Wiku menyebut, petugas di lapangan kesulitan karena penolakan dari masyarakat.

"Kendala terbesar saat ini adalah tracing atau pelacakan. Karena banyak resistensi di masyarakat, di lapangan, akibat adanya stigma masyarakat terhadap penderita yang harus dihindari," kata Wiku dalam keterangan pers, Selasa (29/9).

Selain itu, adanya berita negatif serta hoaks bahwa virus asal Wuhan itu hanya konspirasi turut mempersulit kerja petugas dalam melakukan pelacakan kontak.

Baca Juga

Cerita Bhabinkamtibmas Gambir Masuk di Zona Merah COVID-19

"Kami imbau masyarakat memahami, keterbukaan kita semua sangat penting dalam upaya pemerintah melakukan tracing. Harus terbuka terkait riwayat perjalanan dan interaksi yang sudah dilakukan," kata Wiku.

Wiku pun menekankan bahwa virus ini bisa menginfeksi siapa saja. Baik muda atau tua, kaya atau miskin. "Sekali lagi, tidak ada orang yang kebal terhadap COVID-19," tegasnya.

Selain itu, Wiku juga mengungkapkan banyak orang yang rajin berolahraga serta diam di rumah bisa kebal dari virus ini. Namun, orang yang rajin berolahraga dan berdiam diri di rumah bisa saja tertular dari siapapun.

"Maka dari itu kita tekankan 3M: memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan tidak berkerumun," kata Wiku.

Bagi masyarakat yang sudah paham akan bahaya penyakit ini dengan 3M bisa membantu mengingatkan yang belum sadar. Sehingga kita betul-betul menjadi satu kesatuan secara nasional melawan virus ini.

Baca Juga

BPKP Usul Harga Swab Mandiri Enggak Sampai Rp800 Ribu

"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus melindungi secara lokal, nasional, dan global," tegasnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Premium dan Pertalite Bakal Dihapus, Ini Kata Pertamina
Indonesia
Premium dan Pertalite Bakal Dihapus, Ini Kata Pertamina

Pertamina akan memprioritaskan produk-produk yang ramah lingkungan

Usai Terima Vaksin COVID-19, Masyarakat Diminta Jangan Merasa Superman
Indonesia
Usai Terima Vaksin COVID-19, Masyarakat Diminta Jangan Merasa Superman

Mudah-mudahan ini bisa memberikan keyakinan kepada teman-teman sekalian bahwa vaksinasi ini aman

Menengok Makam Jakob Oetama di TMP Kalibata, Galinya Butuh Waktu 4 Jam
Indonesia
Menengok Makam Jakob Oetama di TMP Kalibata, Galinya Butuh Waktu 4 Jam

Jakob Oetama dimakamkan di Blok AA nomor 339 Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Mahfud MD Yakin Djoko Tjandra Bakal Lebih Lama di Penjara
Indonesia
Mahfud MD Yakin Djoko Tjandra Bakal Lebih Lama di Penjara

Dia mengaku sudah bicara dengan Kapolri dan Jaksa Agung terkait pengusutan kasus Djoko Tjandra tersebut.

Viral Diduga Pesta Narkoba di Rutan Salemba, Ini Penjelasan Karutan
Indonesia
Viral Diduga Pesta Narkoba di Rutan Salemba, Ini Penjelasan Karutan

Pihaknya juga tengah membenahi apa yang ada di dalam rutan Salemba

Ganjar Usulkan Polisi Jujur Hoegeng Sebagai Pahlawan Nasional
Indonesia
Ganjar Usulkan Polisi Jujur Hoegeng Sebagai Pahlawan Nasional

Banyak pertimbangan yang dilakukan untuk pengusulan itu

Positif COVID-19, Lurah Petamburan Dibawa ke RS Polri
Indonesia
Positif COVID-19, Lurah Petamburan Dibawa ke RS Polri

Lurah Petamburan Jakarta Pusat positif COVID-19 setelah dilakukan swab tes sebelum menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Selasa (17/11).

Jokowi Naikkan Lagi Iuran BPJS Kesehatan, Kok Tega Ya?
Indonesia
Jokowi Naikkan Lagi Iuran BPJS Kesehatan, Kok Tega Ya?

Seharusnya, kata Obon, Jokowi menerbitkan Perpres yang berisi pembatalan kenaikan iuran BPJS Kesehatan

Gunung Merapi Status Siaga, 961 Warga Jateng Diungsikan
Indonesia
Gunung Merapi Status Siaga, 961 Warga Jateng Diungsikan

BPPTKG Yogyakarta menaikkan status Gunung Merapi dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), Kamis (5/11).

2 'Kekompakan' SBY dan Megawati di Sidang Tahunan MPR Saat Pandemi
Indonesia
2 'Kekompakan' SBY dan Megawati di Sidang Tahunan MPR Saat Pandemi

SBY dan Mega hadir secara virtual, tetapi kedua anak mereka ikut sidang tahunan secara fisik.