berita-singlepost-banner-1
Pemerintah akan Bentuk Provinsi di Lokasi Ibu Kota Baru Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan keterangan pers usai mengikuti Ratas Persiapan Pemindahan Ibu Kota, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (16/12) sore. (Foto: Rahmat/Humas)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.com - Presiden Jokowi sudah memastikan ibu kota Indonesia pindah ke Kalimantan Timur. Nantinya, di lokasi tersebut akan dibentuk provinsi baru.

"Provinsi baru," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa kepada wartawan, Selasa (17/12)

Baca Juga

Tentukan Lokasi Klaster Pemerintahan, Jokowi Tinjau Calon Ibu Kota Baru

Di dalam lahan provinsi baru akan ada kawasan pemerintahan terbatas seluas 56.000 hektare yang terdiri dari Istana Kepresidenan, gedung-gedung kementerian/lembaga, dan instansi pemerintahan lainnya.

Foto aerial Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (31/8/2019). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Foto aerial Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (31/8/2019). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

"Area 56.000 hektare diatur oleh city manager yang bukan bagian dari daerah otonom. Jadi, daerah dengan pemerintahan otonomi di luar 56 ribu hektare. Daerah pemerintahan otonom itu berbentuk provinsi," ucapnya dilansir Antara.

Baca Juga

RUU Pembentukan Ibu Kota Baru Sudah Masuk Prolegnas

Politisi PPP iyu juga menyampaikan, untuk pembangunan ibu kota baru itu semaksimal mungkin tidak akan menggunakan sumber-sumber pembiayaan yang pada umumnya. Namun pemerintah ingin menggunakan sumber-sumber dana pembangunan baru, termasuk dalam hal ini mengundang investasi, para investor asing.

Sesuai timeline yang sudah dibuat, menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, diharapkan tahun 2021 sudah dilakukan groundbreaking pembangunan ibu kota baru yang terletak di Kalimantan Timur.

Baca Juga

Pakar Geopolitik Sebut Lokasi Ibu Kota Baru Terkepung Armada AS dan China

“Sebelum ground breaking tentu infrastruktur dasar termasuk drainase, jalan-jalan nasional, itu sudah bisa kita mulai semester pertama tahun depan,” jelas Suharso. (*)


berita-singlepost-mobile-banner-3

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6