Pemeran Lord Voldemort di Film Harry Potter Beberkan Perbedaan Aktor dan Sutradara

AKTOR sekaligus sutradara Ralph Fiennes membagi pengalamannya dalam menjalani kehidupan di dunia akting. Di Festival Film Tokyo 2018 (TIFF) pemeran Lord Voldemort dalam Harry Potter itu sempat menceritakan tantangan dan perbedaannya antara menjadi aktor dan film director atau sutradara.

Pria yang lahir di Suffolk, Inggris, 22 Desember 1962 itu menjelaskan kalau jika menjadi sutradara seseorang dituntut untuk bisa melakukan segala sesuatu. Sang sutradara harus memahami tata bahasa, desain, pola dan lain lain.

"Film director memiliki cakupan area yang lebih luas. Anda mengurus tata bahasa, sinematografi, desain, pola, skrip tetu saja berkordinasi dengan penulis, dan banyak aspek terkait performa untuk membimbing aktor," kata Ralph Fiennes kepada Antara di Roppongi Hills Tokyo, Sabtu (27/10) malam.

Sementara untuk aktor, seseorang tidak perlu melakukan itu semua. Saat seorang sutradara melakukan proses pembuatan film dengan benar dan secara keseluruhan maka aktor hanya tinggal mengikuti arah arahan sutradara dan jika salah agar proses pengambilan gambar bisa terus diulang-ulang.

Ralph Fiennes (Instagram/ralphfiennesweb)
Ralph Fiennes. (Instagram/ralphfiennesweb)

"Namun saat menjadi aktor, Anda mengikuti karakter, dialog, menghayati dengan perasaan yang menjadi bagian dalam karakter yang Anda mainkan," lanjutnya.

Selain itu, pemeran Monsieur Gustave di film The Grand Budapest Hotel itu menjelaskan kalau tak ada aktor atau aktris yang buruk. Kualitas para pemain di dalam sebuah film itu tergantung sang sutradaranya.

"Sebagai aktor saya merasa bebas, saya merasa semua yang dilakukan adalah benar karena sutradara yang baik akan mengarahkan saya untuk bergerak cepat, lambat, ambil pose, dan saya bisa menangkapnya," kata dia.

Di TIFF Ralph Fiennes menghadiri pemutaran film kompetisi The White Crow yang merupakan film garapannya. Selain menjadi sutradara ia juga berperan sebagai tokoh Pushkin. Film ini diambil dari cerita di buku Rudolf Nureyev: The Life karya Julie Kavanagh.


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH