Pemda DIY Siapkan TPU dan Petugas Khusus Pemakaman Pasien Corona TPU Madurejo Prambanan khusus untuk korban Corona. (Foto: MP/Pemkab Sleman)

MerahPutih.com - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta telah menyiapkan tempat pemakaman umum dan petugas khusus pasien corona. TPU disiapkan menyusul adanya serangkaian aksi penolakan masyarakat pemakaman pasien COVID-19 di beberapa daerah.

"Kita menyiapkan dan menyediakan sendiri untuk pemakaman. Ini untuk antisipasi kalau masyarakat tidak menerima jenazah," ujar Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum Sigit Sapto Rahardjo melalui keterangan pers di Yogyakarta, Sabtu (4/4).

Baca Juga:

DPR Sesalkan Pemerintah Terkesan Tutupi Data Pergerakan Pasien Corona

TPU khusus ini akan tersebar di kabupaten dan kota dalam wilayah DIY.

Terpisah, Pemerintah Kabupaten Sleman sudah menetapkan TPU Madurejo di Kecamatan Prambanan sebagai TPU khusus pasien corona.

Sekda Pemkab Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, TPU seluas 7 hektare ini cukup jauh dari permukiman penduduk.

"TPU ini diutamakan untuk warga ber-KTP Sleman baik yg sudah positif maupun masih terduga COVID-19," jelas Harda di Yogyakarta.

TPU Madurejo Prambanan khusus untuk korban Corona. (Foto: MP/Pemkab Sleman)
TPU Madurejo Prambanan khusus untuk korban Corona. (Foto: MP/Pemkab Sleman)

Pemkab sudah menggali 27 lubang calon lahan jenazah corona. Selain itu, Pemkab sudah memberi bimbingan teknis pada 27 petugas pemakaman untuk menangani penguburan jenazah.

"Prosedur pemakaman pasien COVID-19 sangat berbeda dengan pasien lainnya. Tapi kita pastikan petugas sudah siap untuk memakamkan sesuai prosedur. Kami sudah beri alat pelindung diri (APD) juga untuk petugas pemakaman," tutur dia.

Baca Juga:

Jika Pemerintah Tak Tegas, Indonesia Bisa Masuk Lima Besar Penderita Corona di Dunia

Prosedur pemakaman pasien corona yakni jenazah harus dibungkus dengan plastik yang tidak tembus air dan tidak boleh dibalsem. Kemudian dimasukkan ke dalam kantong mayat sebelum masuk ke dalam peti kayu. Terakhir jenazah harus segera dikubur maksimal 4 jam setelah dinyatakan meninggal dunia.

Dengan adanya prosedur pemakaman ini, ia berharap agar warga menerima dan tidak mempermasalahkan penguburan jenazah. (Teresa Ika)

Baca Juga:

Belasan Orang Ditangkap di Jakarta Pusat karena Tak Hiraukan Larangan Berkerumun di Tengah Pandemi COVID-19


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH