Pemda DIY Gelar Patroli Kesehatan di Daerah Wisata Selama Libur Idul Adha Akan ada patroli di libur Idul Adha (Foto: UnsplashAgto Nugroho)

PEMDA DIY melalui Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta memperketat pemeriksaan kelengkapan protokol kesehatan selama libur Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan patroli kesehatan di destinasi wisata kepada para pelancong dan pengendara.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Tavip Agus Rayanto mengatakan pemeriksaan dilakukan karena pihaknya memprediksi akan terjadi kepadatan di sejumlah destinasi wisata.

Baca juga:

Tiga Rumus Pariwisata Aman di Masa AKB Versi Ridwan Kamil

Dalam pengawasan nanti petugas akan mengecek apakah pengendara dan penumpang sudah menerapkan protokol kenormalan baru.

Yogya
Pasar Beringharjo, Yogyakarta. (Foto MerahPutih/Fredy Wansyah)

"Fokus pengecekan kita adalah pengemudi dan penumpang bus dan travel. Setelah itu kendaraan pribadi non-bus. Kita cek apakah pakai masker, dan jaga jarak," kata Tavip di Yogyakarta, Kamis (30/9).

Pihaknya juga berencana mendirikan pos-pos pemantauan untuk memantau kendaraan dari zona merah dan hitam yang keluar masuk DIY. Begitu ada ada kendaraan zona merah dan hitam pihaknya akan segera mengecek pengemudi dan penumpang. Para penumpang dan pengemudi wajib menunjukkan surat keterangan bebas konflik menggunakan masker serta di cek suhu tubuh

Baca juga:

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemda DIY Perketat Pembukaan Tempat Wisata

Pihaknya berharap dengan adanya pos-pos pemantauan tersebut, selain koordinasi lebih mudah dilakukan, pengawasan bisa lebih maksimal.

Kepala Seksi Pengendalian Lalu Lintas Dishub DIY, Lazuardi mengatakan pemeriksaan angkutan umum akan dilakukan di pintu masuk serta kantong-kantong parkir kawasan destinasi wisata di lima kabupaten/kota.

Yogya
DI Yogyakarta membatasi wisatawan dengan rombongan besar. (Foto: UnsplashAgto Nugroho)

Objek pemeriksaan terhadap kendaraan umum, kata dia, meliputi pemenuhan penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak serta pembatasan penumpang, termasuk kepatuhan terhadap aturan sesuai UU Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ).

"Selain itu untuk kendaraan dari zona merah harus bisa menunjukkan surat hasil rapid test. Kalau tidak bisa ya mohon maaf kami minta putar balik," kata Lazuardi.

Selanjutnya, untuk angkutan yang melanggar atau belum memenuhi protokol kesehatan, kata dia, akan dilakukan pendataan serta memberikan teguran secara tertulis. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca juga:

Pemkot Perbanyak Lokasi Wifi Gratis di Yogyakarta



Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH