Pemburu COVID-19 Bakal Langsung Bubarkan dan Lakukan Tes di Tempat Kerumunan Tim Pemburu COVID-19 Polda Metro Jaya. (Foto: Kanugrahan)

MerahPutih.com - Penyebaran COVID-19 terus bertambah di DKI Jakarta. Bahkan, lonjakannya di atas seribu per harinya.

Polres Metro Jakarta Pusat membentuk Tim Pemburu COVID-19. Mereka terdiri dari Polri, TNI dan Pemerintah kota untuk menekan penyebaran virus di ibu kota.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, tim ini bertugas mencari titik-titik terjadi penyebaran virus yang tinggi.

Baca Juga:

Duh! Tingkat Kepatuhan Masyarakat Memakai Masker Tak Sampai 60 Persen

"Kami jemput bola dan lebih aktif. Karena di Jakarta penyebaran COVID-19 masih di atas seribu," kata Heru kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (4/12).

Heru memaparkan, tim sebanyak 60 orang yang mayoritas terdiri dari Bidokkes Polri dan Dinas Kesehatan, menerima data dari Kelurahan dan Kecamatan terkait warga yang terjangkit COVID-19.

"Kami ada tiga shif kerja selama 24 jam. Pos dan mobile kami lakukan termasuk membubarkan titik keramaian bahkan langsung melakukan tes," jelas Heru.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto. (Foto: Antara).
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto. (Foto: Antara).

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, Tim Hunter pemburu COVID-19 ini memiliki tugas 3T yakni Testing, Tracing dan Treatment serta penegakan disiplin protokol kesehatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Tim yang menggunakan Alat Pelindung Diri akan melakukan rapid test dan tes swab sampai penyemprotan disinfektan serta melakukan pembubaran kerumunan massa di setiap titik yang ada.

“Tidak boleh lagi ada pelanggaran,” jelas Fadil Imran.

Ia memastikan, tim tak segan-segan, dengan pakaian lengkap APD akan langsung membawa orang positif ke rumah sakit ke RS Wisma Atlet. Harus segera ditangani.

"Enggak main-main lagi,” kata Fadil Imran.

Menurut Fadil Imran, setiap orang yang terpapar COVID-19 jelas berbahaya, karena bisa menularkan kepada orang lain atau keluarganya sendiri. Inilah yang akan segara dicegah oleh Tim Pemburu COVID-19.

"Enggak ada banyak bicara, langsung bawa ke Wisma Atlet," tegas Mantan Kapolda Jatim ini.(Knu)

Baca Juga:

Penambahan Kasus Baru COVID-19 DKI Capai 1.032 Jiwa

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Disdik DKI Uji Cobakan 85 Sekolah Belajar Tatap Muka, Berikut Daftarnya
Indonesia
Disdik DKI Uji Cobakan 85 Sekolah Belajar Tatap Muka, Berikut Daftarnya

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menyebut, hanya ada 85 sekolah di Jakarta yang ikut serta dalam uji coba pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah pada Rabu 7 April 2021 besok.

7 Anak di Bawah Umur Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Perusakan Makam di Solo
Indonesia
7 Anak di Bawah Umur Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Perusakan Makam di Solo

"Kami resmi menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus perusakan makam setelah dilakukan gelar perkara," ujar Ade

Wagub DKI: Pembelajaran Tatap Muka Jangan Sampai Jadi Klaster COVID-19
Indonesia
Wagub DKI: Pembelajaran Tatap Muka Jangan Sampai Jadi Klaster COVID-19

Hal itu perlu dilakukan agar kegiatan sekolah tatap muka tak jadi bumerang penyebaran virus corona dan menjadi klaster COVID-19.

Komjen Listyo Sigit Dihadapkan Tugas Berat Berantas Kelompok Radikal
Indonesia
Komjen Listyo Sigit Dihadapkan Tugas Berat Berantas Kelompok Radikal

Listyo perlu memperkuat jajaran di bawahnya demi konsistensi memberantas kelompok radikal.

Reaksi Rizieq saat Tahu Dirinya Dijadikan Tersangka oleh Polisi
Indonesia
Reaksi Rizieq saat Tahu Dirinya Dijadikan Tersangka oleh Polisi

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab tetap tenang saat saat tahu dirinya ditetapkan tersangka.

Ma'ruf Amin: COVID-19 Sudah Mulai Naik Lagi
Indonesia
Ma'ruf Amin: COVID-19 Sudah Mulai Naik Lagi

Seluruh kalangan harus berupaya menekan angka penyebaran kasus COVID-19

DPR Pastikan Uji Kelayakan Kepatutan Komjen Listyo Bakal Beda
Indonesia
DPR Pastikan Uji Kelayakan Kepatutan Komjen Listyo Bakal Beda

Anggota DPR yang hadir uji kelayakan cukup 20-30 persen saja.

PeduliLindungi Bakal Digunakan di Luar Jawa-Bali
Indonesia
PeduliLindungi Bakal Digunakan di Luar Jawa-Bali

Aplikasi PeduliLindungi merupakan integrator utama dari tiga strategi pemerintah dalam mengendalikan pandemi. Untuk menekan laju penularan COVID-19 ketika aktivitas masyarakat mulai dibuka secara bertahap.

Anak Rizieq Nikah Malam Ini, Polisi Minta Warga Hindari Jalan Petamburan
Indonesia
Anak Rizieq Nikah Malam Ini, Polisi Minta Warga Hindari Jalan Petamburan

Arus lalin yang dari Slipi diluruskan ke Pejompongan

Panglima TNI-Kapolri Tinjau Langsung Vaksinasi di Daerah yang Alami Lonjakan Kasus COVID-19
Indonesia
Panglima TNI-Kapolri Tinjau Langsung Vaksinasi di Daerah yang Alami Lonjakan Kasus COVID-19

Keduanya akan berangkat menggunakan pesawat boeing milik TNI AU